#SerbaSerbiIdulFitri

Unik, Ini Tujuh Tradisi Khas Perayaan Idul Fitri di Indonesia

gomuslim.co.id – Hari Raya Idul Fitri atau biasa dikenal dengan Lebaran adalah momen paling ditunggu masyarakat Indonesia. Ada banyak kegiatan dan tradisi unik yang hanya dilakukan pada momen ini. Beberapa diantaranya mungkin sering dialami oleh sahabat gomuslim.  

Berikut, gomuslim merangkum beragam tradisi unik lebaran yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Tradisi-tradisi ini biasanya terjadi secara turun temurun:

1. Mudik

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak pernah hilang sejak dahulu adalah merantau. Orang desa datang ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Pada Hari Raya Idul Fitri, para perantau ini biasanya akan pulang ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga besar. Atau biasa dikenal dengan istilah mudik.

Sahabat gomuslim pasti banyak juga kan yang mudik? So pasti, bagi yang jauh dari keluarga, mudik seperti menjadi hal wajib dilakukan. Tidak peduli dengan padatnya jalanan menuju kampung halaman, mahalnya tiket, dan rela berdesakan di dalam kendaraan. Yang penting,  bisa merayakan dan memanfaatkan momen hari lebaran bersama keluarga tercinta.

Pemudik di musim lebaran juga sangat banyak. Bisa jutaan sampai puluhan juta orang pulang kampung. Tak heran, pemerintah mengatur sedemikian rupa agar mudik masyarakat berjalan aman dan lancar.

2. Takbiran

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Pada hari ini umat Islam menyambut dengan kumandang takbir. Di mana-mana, kumandang takbir terdengar.

Bahkan, di beberapa daerah, masyarakat biasanya menggelar takbiran keliling lengkap dengan tabuhan bedug yang diarak keliling jalan. Anak-anak, remaja, pemuda sampai orang tua turut serta dalam takbir dengan riang gembira. Makanya tidak heran, bedug terkadang menjadi simbol Lebaran.

3. Ketupat

Menjelang Hari Raya, sebagian masyarakat disibukan dengan membuat ketupat. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda atau janur. Ketupat ini biasanya dimakan setelah menjalankan shalat Id.

Makanan yang disajikan dengan opor ayam, rendang daging, semur, dan sayur ini seperti menjadi hal wajib saat lebaran. Meski begitu, setiap daerah memiliki cara penyajian yang berbeda-beda terkait ketupat ini.

Secara filosofi, ketupat Lebaran bukan hanya sekadar makanan khas Idul Fitri. Ada makna khusus dari ketupat. Dalam bahasa Jawa, Ketupat dikenal dengan Kupat yang merupakan kepedekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan. Sedangkan Laku Papat artinya empat tindakan (Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan).

4. THR

Biasanya kita mengenal Tunjangan Hari Raya (THR) itu hanya di lingkup perusahaan yang memberikan sejumlah uang kepada para karyawannya menjelang Hari Raya. Tapi, THR juga dikenal di kalangan masyarakat. Biasanya, orang-orang dewasa memberikan uang receh kepada anak-anak. Makanya, anak-anak sangat bahagia saat Lebaran tiba.

5. Ziarah Makam

Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri dan makan, masyarakat akan berbondong-bondong berziarah ke makam orangtua. Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia di beberapa daerah, khususnya di Jawa. Terdisi ini dikenal dengan istilah Nyekar.

Pada hari pertama lebaran, makam akan penuh dengan orang-orang. Tidak hanya orang tua, anak-anak juga diajak ziarah makam, berdoa bersama untuk orang tua dan kerabat yang lebih dulu dipanggil Sang Pencipta.   

6. Halal Bi Halal atau Silaturrahim

 

Tradisi lain yang terjadi pada Lebaran adalah Halal bi Halal atau Silaturrahim. Masyarakat saling mendatangi rumah saudara dan tetangga untuk bermaaf-maafan dan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.  

Selain itu, Halal Bi Halal juga masih akan dirayakan setelah momen Lebaran berlalu dan kita kembali beraktifitas seperti biasanya, maka di tempat-tempat kita beraktifitas hal ini juga akan dirayakan, seperti: di sekolah, di kantor, atau tempat lainnya.

7. Baju Lebaran

 

Hari Raya Idul Fitri biasanya menjadi momen untuk menggunakan baju baru. Makanya, ada satu kata dalam sebuah lagu ‘Baju baru Alhamdulillah. Dipakai di Hari Raya’. Tradisi baju lebaran ini sebenarnya merupakan cerminan dari pribadi yang baru ketika hari raya.

Selain baju, masyarakat juga membeli sepatu baru, celana baru, dan peralatan shalat yang baru juga. Meski demikian, ini bukan tradisi yang wajib untuk dilakukan. Sesuai dengan kondisi finansial masing-masing keluarga.

Itulah tujuh tradisi unik yang selalu ada ketika Lebaran tiba. Sebenarnya, masih ada lagi tradisi lain seperti saling berbagi makanan/parcel, liburan ke tempat wisata, membuat kue lebaran, dan lainnya. Namun yang terpenting, semoga pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini, kita semua kembali ke fitrah manusia seutuhnya. Menjadi pribadi yang bersih dan suci, layaknya seorang bayi yang baru lahir ke dunia. Aamiin.

 

Sumber: Cermati, Finansialku, Reservasi

 

 


Back to Top