#PanduanIbadah

Sesuai Sunnah Nabi, Ini Adab Sebelum Tidur

gomuslim.co.id - Sahabat gomuslim, apa yang kamu lakukan sebelum tidur? Selain berdoa, berikut adalah adab sebelum tidur sesuai sunnah nabi:

Cara Tidur Rasulullah

Menurut penelitian yang dilakukan kepada 1000 orang, oleh Profesor Chris Idzikowski, direktur Sleep Assessment and Advisory Service, posisi tidur itu ternyata memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kesehatan seseorang.

Posisi tidur ini ternyata sudah diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam 1400 tahun yang lalu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur dengan memiringkan tubuhnya ke kanan. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits al Barra bin Azib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan. (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (Hr Al-Bukhari dan Muslim).

 

Baca juga:

Catat ! Ini 10 Adab Berdoa

 

Dengan tidur miring ke kanan, kita akan mendapatkan banyak manfaat, seperti mengurangi beban pada jantung, mengistirahatkan lambung, mengistirahatkan otak, meningkatkan waktu penyerapan zat gizi, merangsang buang air besar agar lancar, mengistirahatkan kaki bagian kiri, dan menjaga kesehatan paru-paru kita.

Berwudhu, Shalat Sunnah, dan Berbaring ke Posisi Kanan

Selain ada contoh bahwa kita tidur dengan miring ke kanan, tapi ada juga larangan posisi tidur untuk dilakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci orang yang tidur dengan tengkurap. Seperti dalam sebuah hadits dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada beberapa adab yang dicontohkan kepada kita sebelum, saat, dan setelah tidur. Berikut ini ada beberapa adab yang mulai sekarang kita kita praktikkan.

Kita diberi contoh tidur dalam keadaan berwudhu, seperti yang ada dalam sebuah hadits dari Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kita juga dianjurkan untuk tidur dengan miring atau berbaring pada sisi kanan tubuh.

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (Hr Al-Bukhari dan Muslim).

Dan ada yang adab lain yang saat ini jarang ada orang yang menjalankan, sebisa mungkin kita tidur di awal malam jika tidak ada kepentingan atau kesibukan. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

 

Tutup Pintu, Jendela, dan Matikan Lampu

Tutuplah pintu, jendela, dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir z diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda, “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman.” (Muttafaq ’alaih)

Baca Ayat Kursi, Doa, dan Dzikir

Baca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

Baca do’a-do’a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, seperti:

“Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-Mu.” Dibaca tiga kali. (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-Albani)

Muhasabah Diri

Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

Hendaknya bersegera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Allah dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.

 

Wallahu A’lam Bishowwab

 

 

 Baca juga:

Jangan Lewatkan Sepertiga Malam! Ini Tujuh Tips Agar Bangun Shalat Tahajud



Back to Top