Dear Jomblo Fisabilillah, Ini Tujuh Hal yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Menikah

gomuslim.co.id - Pernikahan atau yang dalam syariat Islam disebut dengan istilah nikah adalah salah satu azas dan kebutuhan dalam hidup bermasyarakat. Islam memandang bahwa suatu pernikahan bukan hanya merupakan jalan yang mulia untuk berumah tangga dan memiliki keturunan, tetapi juga merupakan pintu perkenalan antar suatu suku bangsa atau masyarakat yang satu dengan suku atau bangsa masyarakat yang lainnya.

Dalam Alquran dijelaskan, Allah SWT dalam firman-Nya berikut ini:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS Al Hujurat : 13)

Dengan demikian, pernikahan adalah suatu sunnatullah yang umum yang berlaku bagi manusia dan pernikahan adalah cara yang diberikan Allah Subhanallah Wa Ta'ala untuk melestarikan hidup umat manusia. Persiapan nikah adalah salah satu hal yang penting untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dan mencakup beberapa aspek.

Menikah selain menyempurnakan setengah agama, sekaligus akan menjaga pandangan bagi pasangannya. Dan bagi para Muslim dan Muslimah, tujuannya apalagi kalau bukan Sakinah Mawaddah Warahmah disingkat SAMAWA. Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah “bagaimana bentuk persiapan pernikahan dalam Islam yang On The Track menuju SAMAWA?”

Sahabat, banyak dari Muslim/Muslimah tidak merujuk pada bagaimana Rasullulah mencontohkan tapi malah mencontek membabi buta adat turun temurun yang umum dikenal dengan kearifan lokal. Tanpa difilter dan berakibat fatal, karena itu ada persiapan sebelum menikah yang perlu dipahami laki laki dan wanita. Berikut gomuslim rangkum, tujuh hal yang harus kamu persiapkan sebelum menikah:

 

1. Niat

Menikah haruslah dengan niat yang tulus. semuanya harus didasari niat tulus untuk beribadah dan menjalani masa depan bersama pasangan hidup yang sah sesuai syariat islam. Hindari pacaran, karena dalam Islam tidak ada pacaran. Berpacaranlah setelah menikah.

 

2. Ta’aruf

Ada petuah mengatakan ‘Tak Kenal maka Ta’aruf’. Pada dasarnya makna “Ta’aruf” adalah mengenal, tapi tentu bukan berarti harus berpacaran untuk berkenalan. Syar’iat Islam menyediakan solusi solusi yang terbukti banyak menghasilkan orang orang besar nan mulia.

Lalu, bagaimana syarat agar Ta’aruf sesuai Syari’at?

Kuncinya Adab dan 3 konsep dasar dalam agama Islam.

  1. Kenali fisiknya, sebaiknya melihat apa yang baik atau menarik dari calon pasangan kalian. Dengan patokan wajah dan telapak tanggan.
  2. Kenali keluarganya, mengetahui akan seperti apa keturunan kamu kedepanya dapat diproyeksikan dari mengenali keluarganya.
  3. Kenali lingkungan dia hidup, seseorang sesuai dengan agama temannya.
 
Baca juga:
 


3. Perbaiki Akhlak

Menjadi Istri idaman suami adalah dengan memiliki akhlak yang baik, begitu juga sebaliknya. Tips menjaga keharmonisan rumah tangga kelak yaitu dengan memperbanyak pengetahuan mengenai agama untuk kita dan pasangan. Hal ini penting agar masing–masing bisa memperbaiki akhlaknya sehingga ketika sudah menjadi suami istri, suasana rumah tangga akan selalu harmonis dan damai.


4. Mengamalkan Sunnah

Terbiasa mengamalkan hal yang sunnah sangat berguna ketika kelak menikah. Kita akan  dapat memberi contoh tentang menjalankan ibadah yang baik kepada pasangan dan juga anak yang akan dilahirkan nantinya. Pendidikan agama dalam keluarga yang kita terapkan akan membuat keluarga kita tumbuh dalam nuansa yang penuh dengan nilai keagamaan.


5. Konseling Pra Nikah

Dalam sesi itu, kita akan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai kehidupan pernikahan yang Islami seperti misalnya cara mengabdi kepada suami, penyebab istri durhaka, cara suami perlakukan istri dengan baik dan banyak lagi ilmu agama dalam rumah tangga lainnya. Biasanya Konseling Pra Nikah dilakukan oleh Psikolog atau dilakukan di Kantor Urusan Agama.


6. Persiapkan Visi dan Misi

Sebelum memutuskan untuk menikah, calon pasangan harus sudah mempersiapkan apa visi dan misi kehidupanmu selanjutnya. Misalnya, pasca menikah keluar dari rumah orang tua dan memilih tinggal berdua dalam keluarga Bersama pasangan. Terima kondisi apapun walau hanya sekadar mengontrak rumah.

Karena diketahui, pernikahan menyatukan dua kepala dengan sifat dan sikap yang berbeda satu sama lain, oleh karena itu, visi dan misi harus harus dibicarakan sejak awal, terkait kehidupan setelah menikah, keuangan, cara mendidik anak, dan hal-hal berkaitan lainnya. 


7. Siap Berperilaku Sabar

Sebagai umat Muslim, pernikahan adalah ibadah terlama yang akan dijalaninya seumur hidup. Setiap orang pasti akan mengalami masalah dalam rumah tangga, tapi bukan berarti masalah itu nggak ada solusinya.

Di seminar pra nikah, akan diberikan arahan apa saja kiat-kiat agar tetap sabar dalam menghadapi masalah rumah tangga. Makanya, sebelum menikah, penting mempelajari hal ini agar nggak akan merasa ‘tertipu’ dan mengatakan, “Oh, ternyata sekarang baru ketahuan sifat aslinya dia seperti ini.”

Sahabat, demikian tips persiapan dan bekal pernikahan dalam Islam. Semoga Allah Subhanallah Wa Ta'ala memberikan kelancaran dan kebaikan dalam setiap hal. Aamiin yaa Robbal ’alamin. (hmz/gomuslim)

 

 

Sumber:

-Buku Panduan Keluarga Syakinah, kompilasi tiga ulama besar yaitu Syaikh Abdul Azis bin Abdillah bin Baaz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin.

 

Baca juga:

Ini 9 Tips Didik Anak Jadi Hafidz Alquran


Back to Top