Waspada! Di Mekkah Pun Pelaku ‘Black Market’ Air Zamzam Makin Bergerak Bebas

(gomuslim). Banyak celah yang membuka dan melancarkan aksi penyelundupan air Zamzam baik untuk kebutuhan domestik maupun mancanegara, sampai saat ini aksi tersebut berlangsung begitu saja tanpa ada tindakan tegas dari otoritas terkait. Pasalnya ulah spekulan yang menjual air Zamzam secara tidak resmi telah merugikan banyak pihak khsususnya masyarakat Muslim karena jatah gratis air Zamzam yang semestinya diperoleh menjadi berkurang. Sehingga memaksa mereka harus membeli dengan harga dua kali lebih mahal dari harga resmi yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Seorang pemasok air Zamzam Abdullah Al Rajhi mengatakan bahwa banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggelapkan air Zamzam dan menjualnya ke masyarakat tanpa rasa khawatir akan ditangkap petugas keamanan. Padahal aksi penjualan secara tidak resmi tersebut kerap berlangsung di dekat King Abdullah Zamzam Project di Mekkah, sebagaimana yang telah diketahui bahwa tempat ini merupakan tempat pembagian air Zamzam resmi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Saya banyak memakai anggota yang sengaja mengantre untuk membeli air Zamzam kemudian nantinya saya jual lagi ke siapa pun yang membutuhkan. Setiap 2 botol air Zamzam saya jual SAR 5 (Rp 17,500,-  red.) namun terkadang ada saja orang lain yang rela membayar lebih mahal dari itu karena butuh air Zamzam yang sudah dikemas ke dalam botol dengan jumlah yang banyak ,”  ujar Al Rajhi sebagaimana yang dikutip dari Saudi Gazzette, Senin, (11/07/2016).

 Selain itu Al Rajhi pun mengungkapkan bahwa ada pula vendor ilegal air Zamzam kemasan yang beroperasi dengan bebas, “Ada beberapa cara telah dirancang untuk melakukan penjualan air Zamzam dari  Mekkah untuk dapat menjangkau area luar Kota Mekkah. Misalnya saja ada yang menggunakan media sosial dalam jumlah lebih dari 20.000 botol dengan kapasitas 5-10 liter. Bahkan mereka sanggup melayani permintaan pasar internasional,” jelasnya.

Sedangkan harga air Zamzam yang dipasarkan ke mancanegara berkisar SAR 16 atau sekitar Rp 55,800,- untuk satu botolnya, belum lagi dikenakan biaya tambahan berupa ongkos pengemasan sebesar SAR 2 atau sekitar Rp 7,000,- untuk tiap galonnya.

Selain cara yang dilakukan oleh Al Rajhi, ada pula yang sengaja menimbun air Zamzam ke gudang khusus yang tertutup dan menjualnya ketika bulan Ramadhan dengan tujuan mendapat keuntungan yang besar dari penimbunan tersebut. “Saya menjual air Zamzam setiap tahunnya, permintaan selalu meningkat setiap bulan Ramadhan dan ketika itu keuntungan saya meningkat secara signifikan sebesar SAR 16 untuk setiap botolnya,” ujar Al-Muwallad penimbun air Zamzam.

Padahal lembaga yang mengurusi pembagaian air Zamzam atau dikenal dengan sebutan King Abdullah Zamzam Water Project, selalu membagikan air Zamzam 10 botol untuk tiap jemaah haji maupun umrah secara cuma-cuma, “Kami melakukan pembagian secara sistematis kepada setiap jemaah yang telah dibagikan kartu khusus dan dibedakan antara jemaah personal dan yang membawa keluarga. Khusus jemaah yang membawa keluarga atau yang mengatasnamakan keluarga selalu diberi jatah 10 botol air Zamzam, namun terkadang ada oknum yang menjualnya ke pemasok gelap,” pungkas pihak King Abdullah Zamzam Water Project.

Tentunya sangat disayangkan hal semacam ini dapat terjadi di Kota Mekkah, mengingat air Zamzam yang banyak mengandung khasiat dan merupakan berkah dari Allah SWT diselewengkan untuk kepentingan pribadi, atau memperkaya diri. (fh/SG)

Baca juga:

Permintaan Meningkat, Spekulan Air Zamzam Makin Marak


Back to Top