Penutupan Pintu King Abdul Aziz

Proyek Perluasan Masjid Tahap 3, Pintu Masuk Terbesar di Masjidil Haram Ditutup Sementara

(gomuslim). Pengurus Umum Masjid Haramaian menutup Pintu Abdul Aziz di Masjidil Haram Mekkah, penutupan ini dilakukan untuk kedua kalinya setelah dibuka pada bulan Ramadhan belum lama ini. Berdasarkan informasi yang dilansir dari thenewkhalij.org, tujuan dari penutupan ini adalah untuk kepentingan proyek perluasan area tawaf. Pintu masuk King Abdul Aziz di Masjidil Haram adalah salah satu gerbang terbesar dari beberapa pintu masuk yang ada di masjid ini.

Penutupan pintu ini telah dimulai dari Senin, (11/07/2016) dengan demikian jemaah umrah yang saat ini sedang berada di sana untuk sementara tidak dapat melewati akses masuk melalui pintu ini. Perluasan Masjidil Haram tahap 3 menjadi sebab ditutupnya pintu ini, karena pengerjaan proyek perluasan Masjidil Haram dimulai dari Pintu King Abdul Aziz sampai Pintu Safa.

Pengerjaan proyek perluasan ditangani langsung oleh perusahaan kontraktor yang telah ditetapkan untuk mengerjakan pembuatan dinding kayu pada Pintu King Abdul Aziz dari arah selatan halaman masjid ke Pintu Ismail, Pintu King Fahd dan pintu-pintu yang berada di halaman sebelah barat. Proses pengerjaan ini diprediksi akan selesai sekitar bulan Dzulhijjah sehingga pada musim haji Pintu King Abdul Aziz dapat langsung digunakan oleh jemaah haji yang telah tiba di Masjidil Haram.

kjlgk

Pada bulan Ramadhan pintu King Abdul Aziz dibuka oleh pengurus Masjidil Haram dengan tujuan meminimalisasi penumpukan jemaah di salah satu pintu masuk, mengingat banyaknya jumlah jemaah yang mendatangi Masjidil Haram yang mencapai jutaan orang itulah sebabnya pintu ini dibuka untuk sementara.

Direktur Departemen Penjagaan Pintu Masjidil Haram Abdullah Ath Thami’ menyampaikan penjelasan, “Sebenarnya jumlah pintu yang dibuka pada bulan Ramadan mencapai 160 pintu, dan 11 eskalator agar dapat mengakomodasi keluar-masuk jemaah umrah selama bulan Ramadhan. Adapun petugas yang dikerahkan untuk menjaga pintu tersebut jumlahnya mencapai 1000 orang.” ujar Ath Thami’ seperti yang dilansir dari Harian Al-madina.

Meskipun Pintu King Abdul Aziz ditutup untuk sementara, namun jemaah yang ingin melakukan umrah tetap dapat masuk ke Masjidil Haram untuk mengerjakan shalat, tawaf maupun sa’i karena jumlah pintu masuk yang disediakan mencapai 160 pintu. Sehingga kebijakan pengurus Masjid Haramain dinilai sama sekali tidak menghambat aktifitas jemaah jika dibandingkan dengan jumlah jemaah yang melakukan umrah saat ini.

Pada musim umrah Ramadhan tahun ini, jumlah jemaah meningkat tajam sehingga akses masuk pun harus tersedia dengan jumlah yang banyak. Namun usai Ramadhan sebagian pintu ditutup kembali karena pemerintah Arab Saudi tetap merencanakan perluasan Masjidil Haram demi meningkatkan daya tampung jemaah haji di tahun ini. (fh/HM/NK)

 


Back to Top