Musa: Hafiz Cilik, Penghafal Quran Berprestasi Internasional Hadiri Halal Bihalal Kemenag

(gomuslim). Pasca membuat juri internasional gemes dengan hafalannya, kali ini Laode Musa (7 tahun) yang baru saja memenangkan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir, yang dihelat pada bulan April lalu, mendapatkan tempat kehormatan dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sebuah acara yang bertajuk halal bihalal untuk bertilawah Alquran tepat dihadapnnya. Acara yang diselenggarakan pada Jum'at, (15/07/2016), di Auditorium KH. M. Rasjidi Kementrian Agama (Kemenag) Thamrin Jakarta Pusat ini, selain terasa spesial dengan kehadiran Laode Musa, halal bihalal ini terasa spesial juga karena konsep halal bihalal yang berbeda dari sebelumnya.

Dalam acara tersebut, Laode Musa berhasil memukau banyak orang sebagaimana yang telah ia lakukan pada saat-saat sebelumnya. Musa, yang dalam MHQ Internasional di Mesir lalu tercatat peserta termuda dan postur terkecil yang berhasil melampaui 80 peserta dari 60 negara lain, tidaklah mencapai prestasi yang telah dicetaknya ini dengan mudah. Dalam perjalannya, Laode Musa justru sempat kesulitan dalam pelajaran pertama menghafal Alquran.

Akan tetapi, dengan semangat tinggi dan program yang intensif serta berkelanjutan dari orang tuanya, Musa bisa berhasil seperti sekarang ini, membuat dunia tercengang dengan prestasinya, menghafal Alquran di usia yang masih tergolong belia. Hafidz Alquran 30 Juz di usia belia perlahan kini memang mulai tumbuh di dunia dan di Indonesia pada khususnya. Cerita hafidz cilik sebelumnya hanya ada di zaman dahulu tatkala Imam Syafi’I dengan karunia dari Allah SWT berupa hafalan yang kuat berhasil memindahkan teks Alquran beserta maknanya untuk bersemayam di dalam kepalanya. Pasca kegemilangan masa keemasan Islam berakhir, Imam Syafi’I baru pun dirasa sangat sulit untuk dicari mengingat perubahan dunia yang mempengaruhi tingkat kecerdasan manusia itu sendiri.

Namun, bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata apa yang dilakukan oleh Iamam Syafi’I cilik asal Indonesia ini (baca: Laode Musa) sejujurnya mempunyai kemiripan dengan apa yang dilakukan Imam Syafi’I dahulu. Persamaan itu ada di aktivitas menjaga hafalan dengan menjaga mata/pandangan, menjaga hafalan dengan rajin menghafal ulang, dan menjaga hafalan dengan bertaqwa kepada Allah SWT hingga kecerdasan serta daya hafal semakin tajam dan menakjubkan.

Berikut 11 cara menghafal Alquran yang diajarkan orang tua Musa:

  1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
  2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat Abinya untuk menjaga hafalan.
  3. Tidak didekatkan dengan Televisi. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi.
  4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
  5. Rutinitas harian Musa adalah: Pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai pukul 09.00 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin!
  6. Pukul 09-10 Makan pagi dll.
  7. Pukul 10- Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
  8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
  9. Bada Ashar, mulai menghafal Bulughul Maram.
  10. Pukul 17.00 -maghrib: Waktu bermain
  11. Maghrib-Isya: Ikut taklim Abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari. 

Kini, Selain menghafal Alquran, Laode Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja. Sebuah contoh luar biasa di zaman yang juga luar biasa bagi sebuah keluarga yang berhasil menciptakan generasi Qurani. (alp/dbs)

 

Baca Juga:

Bikin Juri Internasional Gemes, Beginilah Cara Musa Hafal Alquran


Back to Top