Sekolah Tinggi Ini Terapkan Program Belajar ‘Halal Tourism Center’

(gomuslim). Kementrian Pariwisata yang saat ini sedang gencar mengkampanyekan wisata halal disambut baik oleh banyak kalangan. Hal ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata lokal yang semakin dituntut kreatif dan inovatif mengembangkan sayap bisnis mereka di ranah halal tourism. Tidak hanya sektor pariwisata, rupanya halal tourism juga masuk ke dalam dunia pendidikan.

Adalah Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi di bawah naungan Kementrian Pariwisata (Kemenpar) pada Juni 2016 lalu membentuk dan meluncurkan Enhai Halal Tourism Centre (EHTC) di salah satu hotel di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Ketua STP Bandung Anang Sutono, peluncuran EHTC ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab STPB dalam mengembangkan wisata Halal. Katanya, Halal Tourism ini menjadi tren di dunia karena memiliki nilai ekonomi sangat luar biasa. Makanya kita ingin mengembangkan halal tourism melalui EHTC.

“EHTC adalah wadah untuk membantu pariwisata Indonesia. Tugasnya adalah melakukn riset tentang halal tourism destination. Selain itu learning and community development atau membangun human capital dan community services,” jelas Anang, seperti dilansir dari Halhalal.

Selain itu, Anang menekankan  wisata halal ini bukan berspektif agama tapi perubahan dan perkembangan perspektif baru pariwisata dunia. Anang juga menjelaskan bahwa indikator dari halal tourism adalah memenuhi ekosistem kegiatan wisata yang halal, baik itu produknya, support pemerintah, infrastruktur, dan human capital. Indikator tersebut harus saling bersenergi untuk membangun halal tourism. Sehingga Anang menargetkan pada tahun 2020 STP Bandung mewakili Indonesia mampu meraih ranking pertama destinasi wisata halal di dunia.

“Kita akan betul-betul memaksimalkan EHTC ini. Harapannya target tahun 2020 bisa tercapai, kita menjadi ranking pertama dalam destinasi wisata halal dunia,” pungkasnya.

Sementara menurut Ketua Penanggung Jawab EHTC Wisnu Rahtomo, wisata halal merupakan isu seksi baru-baru ini di kancah dunia. Jadi, sebenarnya Indonesia belum terlambat kalau mau mengembangkan bidang ini. Wisnu mengatakan jadi untuk menjadi wisata halal itu harus melihat kebutuhan para wisatawan Muslim tersebut apa. Di antaranya mereka perlu makan makanan yang aman bagi Muslim, infrastruktur yang memadai untuk beribadah dan lainnya.

“Intinya halal tourism ini adalah pariwisata yang ramah terhadap Muslim,” kata Wisnu.

Dari sisi ekonomi, kata Wisnu,mengembangkan halal tourism ini merupakan daya tarik tersendiri bagi pengembang dan apalagi penduduk dunia yang kini mencapai 230 miliar. (fau/dbs)

 


Back to Top