Cuaca Panas di Musim Haji

Mentri Haji Saudi Instruksikan Pendingin Khusus Ditempatkan di Tenda Jemaah

(gomuslim). Musim haji tahun ini diprediksi terjadi pada saat musim panas yang panjang, selain itu hembusan angin pun cukup kencang sehingga debu-debu di padang pasir mudah bertebaran dan berpotensi mengancam kesehatan jemaah. Atas dasar ini maka Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Muhammad Shalih bin Thahir Bantan, melakukan peninjauan titik-titik yang kerap dipadati oleh jemaah. Dalam peninjauan yang dilakukan di beberapa titik, Bantan menemukan bahwa jalan yang menuju ke tempat pelemparan jumrah merupakan titik rawan terjadinya kecelakaan disebabkan kepadatan jemaah.

Melihat hal ini maka Kementrian Haji Arab Saudi akan meninjau ulang penggunaan AC yang kerap dipakai di gurun pasir. Dengan demikian pihak Kementrian Haji berinisiatif untuk tidak menggunakan AC preon karena membutuhkan daya tegangan listrik yang besar. Sedangkan sebagai gantinya ia menyarankan untuk menggunakan AC khusus di wilayah gurun pasir. Terkait dengan itu maka kementrian yang dipimpin oleh Bantan bekerja sama dengan yayasan haji dari Asia Tenggara, Turki, Eropa, Amerika dan Australia.

Harapan dari kerjasama yang dicanangkan adalah untuk mensoalisasikan kewaspadaan dan penjagaan diri agar tidak terserang penyakit di musim haji nanti, karena suhu udara saat musim haji tergolong panas dan kontras dengan suhu udara di negera mereka masing-masing.

Terkait dengan penggunaan pendingin udara, Menteri Bantan mengusulkan agar nantinya setiap kamp jemaah yang berada di puncak Arafah diberi pendingin khusus untuk wilayah padang pasir serta memperbanyak pendingin tersebut, khususnya di tempat-tempat darurat seperti dataran tinggi di mana jemaah haji banyak menuju ke tempat itu. Penggantian AC preon dengan pendingin udara khusus merupakan inisiatif yang diambil berdasarkan pertimbangan untuk menghemat penggunaan listrik, mengingat konsumsi daya listrik untuk AC preon tergolong sangat tinggi.

 

 

Berdasarkan hasil inspeksi langsung ke lapangan, Bantan menyimpulkan bahwa titik berkumpulnya jamaah haji terletak di situs-situs suci seperti tempat pelemparan jumrah. Dengan demikian perlu adanya penataan khusus yang diambil oleh Kementrian Haji dan berkoordinasi dengan Komisi Pengembangan Wilayah Mekkah, Kementerian Dalam Negeri, petugas keamanan dan semua otoritas terkait dalam rencana besar yang akan dilakukan nantinya. Selain itu Bantan pun menekankan perlunya komitmen dari semua jemaah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka agar mereka dapat kembali ke negara mereka dengan aman dan selamat.

Menteri Bantan pun menginstruksikan kepada institusi sipil yakni staf pengurus haji wilayah Turki, dan Muslim dari Eropa, Amerika, dan Australia terkait langkah persiapan jemaah menghadapi suhu panas ektrim di musim haji ini. Karena iklim di wilayah mereka sangat kontras dengan apa yang mereka alami nantinya di gurun pasir Arab Saudi. Oleh karena itu, bagi jemaah haji yang berasal dari negara tersebut tentunya memiliki persyaratan khusus yang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mereka yang datang dari negara-negara Barat menginginkan tersedianya beberapa hal yang dapat membantu mereka saat menghadapi atau merasakan panasnya suhu udara di Arab Saudi. Tentunya hal ini menjadi salah satu usulan yang akan diterjemahkan sebagai langkah strategis kementrian dalam melayani jemaah haji.

Tidak hanya berhenti di pengadaan pendingin udara, otoritas terkait di Arab Saudi juga menyoroti kesiapan operasional transportasi untuk setiap jemaah haji. Selain itu  pihak Kementrian Haji pun menekankan agar jemaah haji yang datang dari berbagai daerah sudah menyiapkan pengelompokkan masing-masing agar tidak ada yang tersesat. Untuk itu penyelenggara haji dari masing-masing negara harus berkomitmen dan bertanggung jawab atas pelayanan jemaah haji mereka.

Terkait seringnya diinformasikan jemaah yang hilang atau tersesat, maka Bantan menegaskan bahwa gelang haji elektronik adalah suatu cara yang dapat mempermudah petugas mencari jemaah yang terlepas dari kelompoknya atau tersesat saat hendak melakukan jumrah atau aktifitas haji lainnya.

Selanjutnya suhu panas yang akan melanda Saudi di musim haji tahun ini, tentunya berdampak pada ketahanan tubuh setiap jemaah. Pasalnya banyak jemaah yang tak sanggup dengan cuaca panas yang ekstrim karena iklim seperti ini jauh berbeda dengan apa yang dirasakan di negaranya. Maka dari itu setiap kontingen khususnya pemimpin kelompok diharapkan untuk terus memantau jemaahnya setiap menit, tujuannya adalah untuk mengambil langkah cepat jika terjadi jemaah yang pingsan atau sakit.

Sementara itu, Ketua Manajemen Yayasan Haji Turki Tariq Angawi, Eropa, Amerika dan Australia menandaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Saudi tertarik untuk memberikan layanan tebaik bagi jemaah di mana nantinya akan disediakan 5 kamp besar yang dapat menampung 100 jemaah dengan dilengkapi AC, furniture dan tempat darurat. Untuk mewujudkan ide-ide ini maka pihak otoritas terkait di Arab Saudi telah berkoordinasi dengan kontraktor setempat untuk menyediakan fasilitas tersebut. (fh/almadina)


Back to Top