Ada yang Baru dengan Mekanisme Pelayanan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

(gomuslim). Jika anda berkunjung ke Arab Saudi dan mendarat di Bandara King Abdul Aziz maka terlihat mekanisme kerja baru yang diterapkan oleh pihak manajemen bandara. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang yang terkadang harus rela menunggu beberapa jam lamanya.

Mekanisme baru yang digunakan ini bernama bertujuan untuk membantu wisatawan yang ingin melancong ke Arab Saudi, selain itu mekanisme ini merupakan model yang lebih unggul dari sebelumnya di mana petugas dan alat pengangkut bagasi tersedia lebih banyak sehingga dapat meningkatkan pelayanan di bandara. Pada Hari Raya Idul Fitri efisiensi kerja di bandara dapat ditingkatkan dan juga mampu menyerap pelayanan 3 kali lebih cepat dari sebelumnya, tentunya dengan penerapan mekanisme yang baru ini.

Selain itu ada juga ada pelayanan khusus bagi para lansia, difabel, dan anak-anak. Mereka akan dituntun oleh petugas khusus yang membantu mereka dalam melakukan persiapan perjalanannya, sambil menunggu kursi eksternal ruang keberangkatan yang telah tersedia.

Kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen bandara mendorong semua sektor terkait untuk meningkatkan kualitas kinerjanya khususnya pada sektor lounge yang harus melakukan pelayanan ekstra agar tidak menimbulkan kejenuhan penumpang yang harus rela menunggu lama jadwal keberangkatan.

Pihak manajemen bandara dalam pernyataan pers mengungkapkan bahwa mekanisme ini ditemukan setelah adanya koordinasi dengan petugas keamanan dan pelayanan di dalam bandara sampai akhirnya dibentuklah upaya untuk meminimalisasi terjadinya hal-hal negatif terkait keamanan penumpang. Selain itu mekanisme ini juga digunakan untuk mengurangi fenomena kepadatan manusia di lorong-lorong yang disebabkan karena penumpukkan penumpang sehingga fasilitas bandara harus ditingkatkan karena beberapa penumpang ada yang harus menunggu sampai 15 jam.

ghkjhk

Waktu tunggu yang lama ini tentunya membosankan dan juga rentan terhadap keselamatan penumpang jika posisinya berada di tengah-tengah keramaian. Oleh karena itu perlu pengaturan yang efektif sehingga tidak terjadi hal negetif yang membahayakan. Pihak bandara pun menjelaskan bahwa mekanisme baru yang diterapkan ini dapat mencegah upaya pencurian bagasi dan juga mencegah penyusupan penumpang yang terkadang dapat dilakukan oleh pengantar penumpang.

Permasalahan yang sering terjadi adalah penumpukan penumpang yang menunggu waktu keberangkatan, sementara kursi tunggu selalu penuh akhirnya mereka berdiri atau duduk di lantai, padahal yang duduk di kursi tunggu itu tidak semuanya penumpang pesawat melainkan hanya kerabat atau teman yang mengantar penumpang. Hal inilah yang akhirnya mendorong pihak manajemen bandara untuk memisahkan ruang bagi penumpang dan non penumpang kecuali anak-anak, orang tua dan kaum disabilitas.

Dengan adanya mekanisme baru ini diharapkan penumpang tidak ada lagi yang mengantre sambil berdiri di depan counter, melainkan mereka dapat duduk sambil menunggu panggilan dari petugas di kursi tunggu tersebut. Maka dengan demikian para kerabat maupun sahabat dari penumpang harap mengerti sistem bandara yang baru diterapkan ini karena upaya ini telah terbukti dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan dan juga efisiensi kerja.

Sebagaimana yang telah diketahu bahwa aktifitas Bandara King Abdul Aziz sempat mengalami kepadatan di musim Idul Fitri 1437 H. Meski demikian, kepadatan penumpang ini dapat teratasi dengan baik saat diterapkannya mekanisme pelayanan yang baru ini. Perlu diketuhui juga bahwa bandara King Abdul Aziz di Jeddah merupakan bandara yang nantinya menjadi pendaratan dan keberangkatan jemaah Haji tahun ini. Karena itulah perlu kiranya ditingkatkan pelayanan dan fasiltias penunjang di dalam bandara. (fh/almadina)


Back to Top