Kini Pengurus Masjid Nabawi Gandeng Militer untuk Keamanan dan Kenyamanan Jemaah

(gomuslim). Wakil Ketua Umum  Pengurus Masjid Nabawi Dr. Ali bin Sulaiman Al-Ubaid melakukan rapat bersama aparat keamanan guna membahas penertiban kepadatan jemaah di Masjid Nabawi. Rapat pada Selasa (19/07/2014) ini dihadiri oleh semua jajaran Aparat Darurat Keamanan Khusus Kota Madinah serta Direktur Lembaga Humas dan Informasi, Asisten Komandan Keamanan Masjid Nabawi serta Direktur Lembaga Pembangunan Masjid Nabawi.

Al-Ubaid menegaskan bahwa setiap otoritas terkait wajib mengedepankan keselamatan dan kenyaman jemaah yang mengunjungi Masjid Nabawi, bahkan upaya yang telah dilakukan saat ini harus ditingkatkan lagi demi kemaslahatan jemaah. Harapannya adalah setiap jemaah tidak kesulitan untuk dapat menuju Masjid Nabawi kemudian jangan sampai mereka merasa kesulitan untuk menggunakan fasilitas yang tersedia di dalam masjid demi kelancaran dalam melaksanakan ibadah.

Selanjutnya Wakil Ketum Pengurus Masjid Nabawi ini juga menekankan kepada setiap pihak terkait yang diberi tugas untuk melayani para jemaah  yang ingin beristirahat di sekitar Masjid Nabawi atau dipermudah langkah mereka dalam mendapatkan tempat peristirahatan di sela-sela ibadah yang mereka kerjakan. Sejatinya hal ini telah mendapat dukungan langsung dari Gubernur Madinah, di mana para jemaah umrah maupun haji atau ekspatriat harus tetap dilayani karena mereka adalah tamu Allah.

Masjid Nabawi di Madinah merupakan masjid kedua dengan jumlah pengunjung terbanyak setelah Masjidil Haram. Pada bulan suci Ramadhan tahun ini, jutaan umat Muslim dari berbagai negara telah menyambangi masjid yang dahulu pernah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan Raja Salman di pertengahan bulan suci Ramadhan menyempatkan hadir berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW yang berada di dalam masjid ini.

Tentunya keberadaan makam Rasulullah di dalam area masjid menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah haji maupun umrah untuk mengunjungi masjid terbesar di kota Madinah ini. Namun kepadatan dan keramaian tersebut adakalanya dinilai dapat memicu bahaya manakala tidak dilakukan pengaturan atau pengamanan khusus, mengingat keramaian jemaah pada satu titik lokasi berpotensi timbulnya aksi saling dorong. itulah sebabnya perlu diadakan manajemen kepadatan manusia yang dapat ditangani oleh petugas keamanan khusus.

Namun petugas keamanan yang diletakkan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi adalah petugas terlatih yang terbiasa mengatasi keramaian manusia. Mereka menjadi pusat perhatian baik dari kalangan jemaah sampai pemimpin negara. Hal ini dapat mendorong semangat mereka untuk dapat melakukan hal terbaik dalam kerja serta menjadi salah satu penyemangat untuk dapat mengatur alur jemaah yang terkadang melebihi daya tampung Masjid Nabawi. (fh/gph)


Back to Top