Haji 1437 H

Panas dan Badai Pasir Ancam Calon Jemaah Haji, Ini Yang Harus Disiapkan

(gomuslim). Musim haji tahun 2016 ini memang jatuh pada musim panas, bahkan hingga 10 tahun ke depan. Oleh karena itu tidak henti-hentinya diingatkan agar calon Jemaah haji dari Indonesia menyiapkan fisik dan mental menghadapi kemungkinan terburuk.

 

 

“Kita berharap yang terbaik, tetapi kita siapkan diri untuk menghadapi kemungkinan teburuk sekalipun. Kita paham panas di Saudi bisa di atas 40 derajat Celsius, padahal di tanah air panas di kisaran 35 saja sudah menjerit-jerit. Panas 40 derajat celsi itu seperti mendekatkan pipi di sebelah kompor. Ramadhan ini bahkan suhu terpantau pernah di kisaran 60 derajat celsi, terasa sekali di kulit” demikian disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil saat menjadi pembicara pada pembekalan petugas Media Center Haji (MCH) Tahun 1437H/2016M di Ruang Rapat Sekretaris Jenderal Kemenag Jakarta.

Melaui media massa, Abdul Djamil berharap penerangan ini sampai ke masyarkaat dan terutama para calon Jemaah haji. Selain itu tentu melalui kegiatan manasik haji di kecamatan-kecamatan, persiapan tentang cara menghadapi cuaca panas dan badai di gurun sudah disampaikan. Media massa akan mengingatkan kembali bahwa berhaji tahun ini memang berat ujian alamnya. Demikian imbaunya di acara yang digelar sejak Senin hingga Rabu hari ini (19/07/2016).

 

 

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada petugas haji di kantor Kemenag Wilayah supaya memberikan himbauan sosialisasi kepada calon jemaah agar antisipasi cuaca panas ini benar-benar disiapkan. Hal yang harus disiapkan seperti selalu menyediakan sprayer dan hindarkan diri dari sengatan panas. Juga minum air putih secukupnya agar tidak dehidrasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan jemaah antara lain:

1. Tidak banyak melakukan kegiatan di luar ruang yang tidak perlu. Terutama pada siang hari saat udara sangat panas.

2. Agar selalu menggunakan sandal saat keluar pondokan dan keluar dari masjid. Bertelanjang kaki saat pulang dari masjid dan sekitarnya dalam cuaca panas bisa mengkibatkan kaki melepuh.

3. Jemaah juga diingatkan agar menjaga pola makan dan minum agar tetap sehat. Soal minum tidak boleh dianggap enteng.  Jika air kecing berwarna kuning saat buang air, itu berarti kurang minum.

4. Bagi jemaahnya yang memiliki kulit sensitif disarankan untuk membawa krim pelembab. Ini agar kulit tidak terbakar sinar matahari saat menjalankan aktivitas di siang hari.
5.  Selain cuaca yang panas, kondisi Masjidil Haram saat musim haji  juga sangat padat sehingga harus dicari waktu yang tepat ke masjid. Biasanya tengah malam hingga subuh ideal.

Djamil juga meminta petugas kesehatan agar intensif melakukan antisipatif terhadap cuaca panas tersebut supaya menganjurkan jemaah untuk tidak banyak di tempat terbuka yang memungkinkan terkena sengatan panas langsung saat di Arab Saudi dan tentu siaga mengatasi urusan kesehatan jemaah haji. (mm)

Baca juga:

http://www.gomuslim.co.id/read/panduan/2016/03/23/101/menghadapi-musim-panas-ekstrim-saat-haji-dan-umroh.html

http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/03/23/102/hingga-10-tahun-ke-depan-haji-dilaksanakan-pada-puncak-suhu-terpanas.html

 


Back to Top