Bank Syariah Mandiri Ditunjuk Jadi Satu-Satunya Bank Syariah dalam Penerapan Tax Amnesty

(gomuslim). Meskipun mendapat beberapa gugatan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), termasuk juga percobaan menjegal kebijakan tersebut, tax amnesty atau dana pengampunan pajak pada faktanya tetap berjalan hingga saat ini. Baru-baru ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar Perusahaan Efek (PE) atau perusahaan sekuritas, Manajer Investasi (MI), dan bank yang bisa menampung dana repatriasi hasil dari pengampunan pajak. Khusus untuk perbankan, di antara 18 nama besar lainnya, terselip satu bank syariah, yaitu Bank Syairah Mandiri (BSM).

Bank-bank serta instansi yang telah ditunjuk, termasuk BSM, nantinya akan menjadi gerbang utama dalam menampung dana pengampunan pajak. “Mereka akan ditunjuk (sebagai) gateway (pintu masuk), ada bank 19, MI, dan perantara perdagangan efek (broker/perusahaan sekuritas).
19 sekuritas, 19 bank, kalau nggak salah 18-19 MI. Semua gede,” Ujar Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio kepada wartawan beberapa hari yang lalu.

Penunjukan 19 bank, 18 manajer investasi, dan 19 perusahaan sekuritas ini dihasilkan dari serangkaian proses panjang yang telah dilalui sejak pencetusan kebijakan tax amnesty bergulir. Awalnya, nama-nama bank, manajer investasi, dan perusahaan sekuritas dikirim ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diusulkan oleh pihak BEI. Setelah melewati proses seleksi yang ketat, menyangkut performa perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, akhirnya diputuskanlah perusahaan-perusahaan tersebut.

Adapun daftar lengkap perusahaan-perusahaan tersebut yakni:


Perusahaan Sekuritas

1. Mega Capital
2. Pratama Capital
3. CLSA Indonesia
4. Mandiri Sekuritas
5. Danpac
6. Panca Global
7. RHB
8. Daewoo
9. Bahana
10. IndoPremier
11. UOB Kay Hian
12. BNI
13. Sucorinvest Central Gani
14. CIMB securities
15. Trimegah
16. MNC Securities 
17. Pacific Capital
18. Panin
19. Sinarmas

 

Manajer Investasi

1. Batavia Prosperindo Aset Manajemen
2. Syailendra Capital
3. Ashmore Asset management
4. BNI Asset Management
5. Mandiri Manajemen Investasi
6. Indosurya Asset Management
7. Schroder Investment Management Indonesia
8. Danareksa Investment
9. Bahana TCW
10. Panin Asset Management
11. Manulife Aset Manajemen
12. Sinarmas Asset management
13. Trimegah Asset
14. Eastspring Investment
15. PNM Investment Management
16. Ciptadana Asset Management
17. Bowsprit Asset Management
18. BNP Paribas Investment 

 

Bank

1. Bank Syariah Mandiri
2. Bank Mandiri
3. BNI
4. BCA
5. Bank Danamon
6. Bank Permata
7. BRI
8. Deustche Bank AG
9. CIMB Niaga
10. UOB 
11. Citibank
12. The Hong Kong and Shanghai Bank Corporation
13. DBS
14. Standard Chartered
15. Panin Indonesia
16. Bank Mega
17. BPD Jabar dan Banten
18. Bank Bukopin
19. Maybank Indonesia

Dengan potensi penampungan dana pajak yang bervariasi, dengan rata-rata mencapai 20 triliun, diharapkan perusahaan-perusahaan, khususnya bank-bank persepsi dalam tax amnesty, dapat menjadi batu loncatan untuk mendongkrak ekonomi dalam negeri. Khusus untuk satu-satunya bank syariah yang dipercaya sebagai bank persepsi dalam menampung dana pengampunan pajak ini, selain mendongkrak asset perbankan nasional, juga diharapkan mendongkrak asset perbankan syariah dalam sumbangsih asset perbankan nasional.

Sejauh ini, pangsa pasar perbankan syariah saat ini masih di bawah lima persen dengan total aset mencapai Rp 290 triliun berbanding jauh pangsa pasar perbankan konvensional dengan asset mencapai lebih dari Rp 6.000 triliun, yang menunjukan bahwa perbankan syariah belum cukup memadai untuk bersaing secara professional dengan perbankan konvensional yang telah mapan dalam segi asset dan pengalaman.

Secara sederhana, tax amnesty sendiri adalah pengampunan pajak, yaitu adanya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah. Dengan dilakukannya tax amnesty ini, diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri akan memindahkan dananya di Indonesia dan menjadi WP baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara. Lebih dari itu, program amnesti pajak ini dipercaya akan dapat meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia ke depan. (alp/dbs)


Back to Top