Kementerian Kesehatan Saudi Rancang Sistem Layanan Kesehatan Jemaah Haji 2016

(gomuslim). Komite Penyelenggara Haji dan Umrah Arab Saudi menghadiri pertemuan yang ke-22 kalinya dengan Kementrian Kesehatan di negara itu pada Selasa, (19/07/2016). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua Komite Penyelenggara Haji dan Umrah Saudi Dr. Husain bin Abdullah yang juga dihadiri oleh beberapa orang ketua komite lainnya dan penanggung jawab kesehatan jemaah haji di Mekkah dan Madinah.

Pertemuan yang berlangsung antarkedua lembaga Pemerintahan Arab Saudi ini membahas rencana penanganan masalah kesehatan jemaah haji tahun 2016. Topik yang dibahas dalam pertemuan ini adalah mengenai ketersediaan alat penunjang medis atau alat kesehatan elektronik yang baru, musim panas yang diprediksi jatuh pada saat musim haji,  jemaah haji yang mengidap penyakit kronis, korona mata karena sengatan sinar matahari dan juga tentang syarat kesehatan yang harus dipenuhi oleh masing-masing jemaah.

Selain hal-hal tersebut, komite haji dan umrah Saudi juga membahas tentang rencana strategi terkait persiapan khusus dalam mengatasi persoalan darurat saat musim haji. bahkan mekanisme kerja dalam mengatasi kondisi darurat harus terus ditingkatkan dengan cara penyebaran ruang Unit Gawat Darurat (UGD) di tiga titik yakni, di wilayah pusat komite, di jalan suci (akses jalan menuju Mina, Arofah, dan Muzdalifah),   kemudian yang terakhir di wilayah Mekkah.

Terkait dengan penangan kesehatan jemaah haji, kementrian kesehatan Saudi dan komite penyelenggara haji setempat membahas cara kerja para petugas medis dan perawat dalam mengatasi persoalan darurat seperti menangani korban kebakaran, penyakit akut yang kambuh, dan penanganan medis dalam situasi mendesak.

Selanjutnya mereka juga membahas perihal penanganan khsusus terhadap jemaah yang mengalami penyakit akut yang kerap kambuh khususnya mekanisme untuk mengatasi tersebarnya virus korona.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari almadina,  Layanan Kesehatan Haji Arab Saudi pada tahun 2015 mengerahkan 405,542 petugas untuk memeriksa kesehatan jemaah sebanyak 1,3 juta jiwa di 15 posko kesehatan pelabuhan. Dari sekian banyaknya jemaah ditemukan ribuan orang yang harus segera mendapatkan penanganan medis dengan rincian sebagai berikut:

  1. 22 jemaah terkena penyakit jantung dan harus segera dioperasi;
  2. 668 jemaah terpaksa harus melewati tindakan kateterisasi jantung;
  3. 2,213 jemaah harus segera melakukan pencucian ginjal;
  4. 31 jemaah mengalamai gangguan sistem pencernaan.

Data yang dihimpun oleh Petugas Kesehatan Haji Arab Saudi ini, menjadi pertimbangan serius bagi otoritas terkait di negara tersebut, karena itu kesehatan jemaah haji menjadi faktor utama yang menjadi persyaratan dibolehkannya jemaah untuk berangkat haji demi kelancaran ibadah jemaah agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

Dari informasi data yang disampaikan oleh petugas kesehatan haji tersebut mengindikasikan bahwa penyakit jantung merupakan suatu kendala kesehatan yang dialami oleh mayoritas jemaah. Hal ini menjadi masalah serius, sebab penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat mematikan pengidapnya secara tiba-tiba.

Selain itu penyakit kronis yang banyak diidap oleh jemaah adalah gangguan ginjal, yang juga merupakan penyakit berbahaya. Tentunya para penyelenggara haji dari berbagai negara perlu meningkatkan pengawasan jemaah khususnya kesehatan mereka dan tidak memaksakan diri untuk berangkat jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan. (fh/al-madinah)


Back to Top