Untuk Kaum Difabel, Segera Tersedia Tafsir Alquran dengan Bahasa Isyarat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

(gomuslim). Direktur Departemen Pelayanan Sosial Saudi Dr. Musfir bin Amir Usairi memberikan pernyataan sehubungn dengan perintah Raja Salman bin Abdul Aziz terkait instruksinya kepada pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk menyediakan 200 naskah penafsiran arti ayat Alquran dengan bahasa isyarat khusus Surat Al Fatiha dan Juz ‘Amma. Naskah-naskah tersebut dapat diperoleh dari koleksi Percetakan Alquran King Fahd.

Instruksi Raja Salman ini disambut gembira oleh pihak pengurus Masjid Haramain, karena hal tersebut merupakan suatu langkah amal saleh untuk mempermudah para difabel memahami makna Alquran. Seperti yang banyak diketahui oleh masyarakat umum bahwa para pengunjung Masjidil Haram atau Masjid Nabawi merupakan umat Islam yang datang dari berbagai kalangan. Termasuk dalam hal ini juga umat Islam penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik.

Tentunya bagi jemaah dari kaum difabel khususnya tunarungu maupun tunawicara memiliki kesulitan tersendiri dalam memahami isi ayat Alquran. Maka dengan demikian ketersediaan 200 naskah penafsiran arti ayat Alquran dengan bahasa Isyarat merupakan suatu hal yang menggembirakan bagi seluruh umat Islam.

Di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selalu tersedia mushaf Alquran serta buku-buku tentang ajaran Islam. Mushaf dan buku-buku tersebut dapat digunakan oleh seluruh jemaah tanpa terkecuali, namun terkadang beberapa jemaah mengalami kesulitan untuk dapat memahami isi Alquran karena keterbatasan yang dimilikinya.

Itulah sebabnya inisiatif penyediaan tafsir arti ayat Alquran dengan bahasa isyarat khusus bagi mereka yang membutuhkan harus tersedia di dalam dua masjid di Tanah Suci, mengingat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan dua masjid yang paling banyak dikunjungi umat Islam dunia. Namun belum tersedia tafsir arti ayat Alquran dengan bahasa isyarat tersebut, padahal ada juga sebagian jemaah mengalami kesulitan bicara dan mendengar sehingga butuh perhatian khusus dari jemaah lainnya.

Meski telah tersedia 200 tafsir arti ayat Alquran, namun penafsiran tersebut belum sampai menyeluruh ke semua surat yang ada di dalam Alquran melainkan masih terbatas pada Surat Al Fatihah dan Juz Amma. Terkait dengan penafsiran arti ayat Alquran dengan bahasa isyarat, pada 2012 Global Deaf Muslim (GDM) di Amerika Serikat telah meluncurkan kampanye untuk menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa isyarat yang kemungkinan metode penggunaannya sama dengan yang nantinya akan disebarkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Adapun penyampaian tafsir arti ayat Alquran dalam bahasa isyarat tersebut merupakan penyampaian dengan menggunakan bahasa  yang dapat dimengerti oleh tunarungu atau tunawicara yakni bahasa visual yang menggabungkan  gerak tubuh, ekspresi gerak, postur dan wajah. (fh/gph)


Back to Top