Sering 'Backlog', Hak Istimewa Saudi Arabian Airlines Dikurangi di Bandara Arab Saudi

(gomuslim). Asisten Ketua Otoritas Penerbangan Sipil Saudi Tariq Abdul Jabbar menjelaskan bahwa Saudi Arabian Airlines (Saudia) dahulu merupakan maskapai penerbangan yang punya pengaruh kuat di beberapa bandara Saudi Arabia. Namun hal itu kini sudah tidak berlaku lagi, pasalnya maskapai tersebut tidak dapat bertindak apa pun ketika sering terjadinya kerusakan di sekitar korsel bagasi di Bandara Internasional King Khalid Riyad.

Pihak maskapai terbesar di Arab Saudi ini pun tak berdaya untuk mengintervensi operasional bandara terkait penundaan penerbangan akibat kerusakan komponen penting. Peristiwa seringnya terjadi backlog bagasi di Bandara Internasional King Khalid Riyad, membuat beberapa maskapai terpaksa harus menunda keberangkatan dan tidak ada satu maskapai pun yang dapat melanggar larangan terkait penundaan yang ditetapkan oleh pihak bandara.

Abdul Jabbar pun menandaskan kepada media Alhayah, “Sebenarnya pesan ini harus jelas disampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa seluruh transportasi udara termasuk di dalamnya Saudia harus mengikuti undang-undang ini yang telah ditetapkan oleh lembaga terkait yang merujuk pada aturan administrasi bandara dan setiap maskapai harus mematuhi aturan yang berlaku di setiap bandara,” ujarnya seperti dikutip dari makkah-now Rabu, (20/07/2016).

Tidak dapat dipungkiri bahwa Saudia merupakan satu-satunya maskpai besar dan sangat berpengaruh di negeri Arab Saudi selama beberapa tahun lamanya. Karena itu maskapai ini diberikan dispensasi untuk dapat melakukan pemberangkatan tanpa harus menerima instruksi dari pihak administrasi bandara.  Namun hal tersebut sudah tidak berlaku lagi ketika terjadi peristiwa overstock bagasi di Bandara Internasional King Khalid Riyad. Saudia pun tidak berkutik dan harus rela menunda pemberangkatan seperti maskpai lainnya.

Adapun mengenai peristiwa backlog bagasi yang kerap terjadi di Bandara Internasional King Khalid Riyad, Abdul Jabbar mengatakan bahwa harus diakui infrastruktur bandara telah usang dan sudah ketinggalan zaman, sehingga perlu diperbarui karena selama 30 tahun sama sekali tidak terlihat perkembangan yang signifikan padahal semestinya seluruh bandara di negeri ini wajib diperbarui untuk mewujudkan Visi Arab Saudi 2020.

Bandara Internasional King Khalid di Riyad merupakan salah satu basis utama dari maskapai Saudia selain Bandara Internasioanal King Abdul Aziz di Jeddah. Meski demikian, pihak maskapai tidak dapat berkontribusi besar terhadap keusangan infrastruktur di bandara King Khalid bahkan tidak dapat menentang keputusan bandara terkait penundaan pesawat.

Belum lama ini, tepatnya di awal bulan Juli 2016 terdapat 70 penerbanagan internasional menunda pemberangkatan karena permasalahan backlog bagasi di Bandara King Khalid Riyad. Peristiwa ini sempat memicu amarah beberapa wisatawan asing karena telah membuang waktu mereka untuk menunggu sampai satu malam. Tentunya jika tidak segera diatasi, maka persoalan seperti ini dapat menimbulkan stigma negatif terhadap bandara luasnya mencapai 225 km persegi. (fh/mn)


Back to Top