Trauma Gagal Terbang Pada Hari Keberangkatan, 77% Visa Haji Selesai Dikebut

(gomuslim). Urusan visa haji termasuk yang menyita perhatian penyelenggara maupun calon jemaah haji. Bagaimana tidak, musim haji tahun 2015 lalu masih diwarnai jemaah tertunda berangkat akibat visa belum selesai diproes. Padahal ratusan jemaah calon haji tersebut sudah masuk masuk asrama haji di kota masing-masing.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Agama RI sebagai penyelenggara haji melakukan beberapa antisipasi keterlambatan visa. Salah satu antisipasinya adalah dengan proses pengurusan visa dilakukan sesuai dengan urutan kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia, sehingga yang terbang lebih awal visanya akan selesai lebih dahulu.

"Print visa di masing-masing Provinsi di sesuaikan dengan kloter-kloter yang sudah ditetapkan oleh kita baik itu Saudia Airline maupun Garuda Airways. Jadi, masing- masing embarkasi itu sudah disesuaikan dengan apa yang sudah menjadi kewajiban mereka dalam menetapkan kloter- kloter," ujar Kepala Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Sofwan Abdul Jani di Gedung Direktorat Jendral PHU Kementerian Agama RI.

 

 

Dilaporkan, hingga Kamis hari ini (21/07/2016), paspor-paspor haji yang masuk ke Indonesia dan terdaftar di Kemenag itu jumlahnya bisa dikatakan cukup banyak. Namun, ia memastikan,dalam waktu dekat ini visa tersebut sudah bisa terselesaikan tepat pada waktunya.

"Paspor yang sudah masuk ke kita itu ada sekitar 130,296 per tanggal 19 Juli 2016. Persiapan visa ini juga sudah 77% bisa terlaksana semua. Angka itu pun yang sudah masuk dari seluruh provinsi seluruh Indonesia. Di antaranya petugas dan sisanya jemaah haji reguler. Insyaa Allah selesai, jadi sebelum pemberangkatan kloter pertama itu sampai sekian Insya Allah aman,karena sudah kita sesuaikan dengan paspor yang sudah masuk ke kita,"kata Sofwan.

Seperti diketahui, tahun lalu terjadi penumpukan jemaah siap terbang di bandara karena visa belum keluar pada hari pemberangkatan. Pemerintah Saudi tetap memberlakukan e-hajj meskipun sempat dikeluhkan dalam penerapan pertamanya tahun lalu. Kala itu, sekian banyak jemaah yang sudah tiba di asrama haji mendadak sedih. Sebab, mereka batal terbang ke Arab Saudi lantara visa haji belum keluar.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jamil menegaskan, penerbitan visa haji itu bertahap. Tidak keluar sekaligus. Begitupula untuk visa jemaah haji khusus. Juga harus melalui pintu Kemenag.

Perusahaan travel haji khusus cukup memastikan layanan akomodasinya siap 100 persen. Saat itu dianggap wajar di tahun perdana penerapan e-hajj. Tahun 2016 ini akan lebih disempurnakan. Melalui sistem e-hajj ini, pemerintah Saudi ingin mencegah terjadi penelantaran jemaah, sebab segala sesuatunya telah disiapkan. (mm)

 


Back to Top