Indofood Buktikan Produk Halal Indonesia Lebih Unggul

(gomuslim). Di era “pertempuran” pasar bebas, berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk mencari keuntungan di luar negerinya.  Terutama untuk memenuhi pasar halal yang saat ini tengah berkembang di seluruh dunia, salah satunya Indofood. Dalam beberap tahun terakhir, Indofood turut serta dalam membantu mempromosikan produk halal Indonesia. Meskipun masih cenderung kalah saing dengan beberapa produk luar negeri sekalipun produk halal yang bukan berasal dari negara muslim, produk halal Indonesia dinilai masih memiliki beberapa keunggulan, khususnya populasi penduduk muslim di Indonesia.

Dengan populasi penduduk muslim yang mencapai 87%, Indonesia sukses menjadi negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia. Tanpa disadari, hal itu kemudian membuat produk-produk halal food Indonesia lebih terpandang dibanding brand-brand lainnya. Jika saja produksi produk-produk halal food Indonesia lainnya mampu dan berani bersaing, setidaknya mengikuti rekam jejak Indofood dalam membantu mempromosikan halal food Indonesia, besar kemungkinan Indonesia akan menjadi pemasok makanan halal terbesar di dunia di masa mendatang.

Terbukti, dalam halal expo di Taiwan beberapa waktu lalu, halal food, halal food Indonesia dapat membukukan transaksi sebesar 2,34 juta dolar AS atau hampir 5 triliun rupiah dalam kurun waktu empat hari. Transaksi tersebut terdiri dari produk-produk seperti jus manggis, madu pahit, dan gravila leaf tea yang mendapatkan pembelian sebesar 462,9 ribu dolar AS. Kemudian, ada pula produk kornet sapi dan luncheon chicken sebesar 345 ribu dolar AS, dan produk olesan cokelat dan cokelat bubuk dari PT Sekawan Karsa Mulia mencatat transaksi sebesar 159,1 ribu dolar AS.

Sejauh ini, terhitung dalam beberapa tahun terakhir sejak permintaan produk halal semakin meningkat, Tingkok dan Thailand adalah negara eksportir terbesar yang menguasai pasar Asia-Pasifik maupun Asia Barat serta Asia Tenggara. Padahal kedua negara tersebut bukanlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Untuk tingkat Asia Tenggara, Thailand dan Tiongkok mendapatkan perlawanan yang sengit dari Malaysia yang juga berkomitmen untuk meningkatan ekspor produk-produk halal. Adapun Indonesia masih harus bergelut dengan regulasi dan hal-hal pendukung lainnya dalam meningkatkan eskpor produk halal.

Khusus untuk Indofood, perusahaan yang dimotori oleh Anthoni Salim selaku presiden dan chief executive Indofood Sukses Makmur, dalam beberapa tahun terakhir sukses memperluas pangsa pasar produk halalnya (Indomie) hingga ke lebih dari 10 negara yang berada di sekitar Asia dan Afrika.  Tingkat ekspor produk halal mereka pun sejauh ini juga terus mengalami perkembangan hingga mencapai 30%.

Inovasi yang terus-menerus dilakukan adalah kunci sukses Indofood dalam mengekspansi pasar dalam dan luar negeri. Sejauh ini, Indomie memiliki 100 rasa yang berbeda dan mampu menjual sebanyak 12,5 miliar bungkus indomie pada periode dua tahun lalu, yang mengantarkannya pada 70% pasar mie dalam negeri dan 15% dalam pangsa pasar mie global.

Krisis ekonomi global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mungkin menjadi bencana bagi beberapa rival mereka dalam merebut pasar ekspor di negara-negara Asia dan Eropa. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku untuk Indofood. Justru, krisis ekonomi-lah yang membuka jalan bagi Indofood untuk memasarkan produk halalnya ke negara-negara baru di kawasan Asia dan Afrika.

Kedepannya, Indofood akan terus membantu mempromosikan produk halal Indonesia dengan memperlebar jaringan hingga ke Eropa. Saat ini, Indomie telah diterima dengan baik di Turki yang diharapkan akan segera menjadi jembatan Indonesia dalam memasarkan produk halalnya ke seluruh penjuru Eropa.

Kesuksesan Indofood mengekspansi dunia dalam persaingan merebut pangsa produk halal rupanya secara tidak langsung bisa dikatakan bernilai ganda. Selain membantu pemerintah untuk mempromosikan produk-produk halal dalam negeri, kesuksesan Indofood juga membantu pemerintah dalam membuktikan bahwa produk-produk Indonesia mampu bersaing dengan brand-brand luar dalam merebut pangsa pasar halal dunia. (alp/dbs)


Back to Top