Berbalur 120 KG Emas Murni, Pembuatan Kiswah Penutup Kakbah untuk Musim Haji Tahun Ini Selesai

(gomuslim). Kiswah penutup Kakbah yang akan digunakan pada musim haji tahun 2016 ini dilaporkan telah selesai dipintal. Demikian dilaporkan sejumlah publikasi dari tanah suci sejak Jumat sore hingga Sabtu hari ini (23/07/2016). Media-media sosial dari tanah suci ramai mengunggah 'penampakan' Kiswah yang baru selesai dibuat itu.

Tidak ada keterangan resmi dari pejabat terkait, namun para petugas memerkan hasil keperjaannya yang telah paripurna. Tampak Kiswah digelar penuh untuk menunjukkan pintalan tulisan dari benang berlumur emas murni itu telah selesai dengan baik.

 

 

Seperti diketahui, setiap tahun Kiswah atau penutup Kakbah diganti dengan yang baru. Proses penggantian dilaksanakan saat fajar pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah, pada saat Masjidil Haram longgar karena seluruh jemaah haji sedang berada di Arafah.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menganggarkan dana senilai lebih Rp65,4 miliar untuk membuat kain penutup Kakbah tersebut. Nilai fantastis itu karena benang sulamnya dibalur emas seberat 120 Kilogram dengan panjang kain sutera 45 meter dan tinggi 14 meter. Tidak kurang 159 penjahit kaligrafi dikrahkan untuk pekerjaan tersebut.

Kalimat-kalimat kaligrafinya adalah kalimah tauhid: Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah . Surat Ali Imran: 96, Al-Baqarah :144, surat Al-fatihah, surat Al-Ikhlash  membentuk rankaian Indah menutup sekujut Kakbah yang mulia. Jika kita diberi kesempatan ke tanah suci, akan dapat kita saksikan hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari.

Pembuatan Kiswah

Tidak ada catata khusus yang dapat dirujuk mengenai waktu pertama kali dibuat kiswah. Namun berdasarkan riwayat, disebutkan bahwa Kakbah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail AS. Tidak ada keterangan lain misalnya ukuran, warna dan bahan yang digunakan. Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Kakbah terbuat dari kain tenun. Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail AS diikuti oleh para penerusnya. Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Kakbah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.

Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas. Kiswah pada masa itu baru diganti jika sudah dinilai rusak.

Tradisi penggantian kiswah setiap tahun baru dilakukan sejak masa Khalifah Al-Mahdi dari Dinasti Abbasiyah IV. Mulanya, Khalifah al-Mahdi naik haji kemudian penjaga Kakbah melapor kepadanya tentang kiswah yang pada saat itu sudah mulai rapuh dan dikhawatirkan akan jatuh. Mendengar laporan yang memprihatinkan itu, Al-Mahdi memerintahkan agar setiap tahun kiswah diganti. Al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman. Sejak saat itu, kiswah selalu diganti setiap tahun pada musim haji dan menjadi sebuah tradisi yang harus selalu dijalankan hingga saat ini.

Pembuatan kiswah menjadi tanggungjawab penguasa dunia Islam yang berkuasa. Kiswah terbuat dari sutera hitam didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah Mesir berlangsung 300 tahun sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.

Pengiriman kiswah dari Mesir pernah terlambat hingga melewati bulan Dzulhijjah akibat meletusnya Perang Dunia I. Menimbang situasi yang kurang baik pada saat itu, Raja Ibnu Saud mengambil keputusan untuk segera membuat kiswah sendiri mengingat pada tanggal 9 Dzulhijjah, kiswah lama harus diganti dengan kiswah yang baru. Usaha tersebut berhasil dengan pendirian pabrik tenun yang terdapat di Kampung Jiyad, Mekkah.

Sejak 1931 tersebut, kiswah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan mesin tenun canggih. Di pabrik kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 pekerja.

Dalam catatan kiswah memang pernah dibaut dari kulit unta, lalu dari kain tenun dan kini dibuat dari kain sutera murni. Untuk membuat sebuah kiswah memerlukan 670 kg bahan sutera atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm.

Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kakbah pada keempat sisinya sebagimana ukuran saat ni. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kilogram perak.

 


Warna Kiswah

Mungkin kita mengira sejak zaman dulu kiswah berwanah hitam pekat. Ternyata tidak. Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.

Nah, soal warna kiswa yang tidak konsisten, terkesan berdasarkan selera penguasa dari tahun ke tahun berubah dianggap mengurangi wibawa Kakbah sebagai symbol kiblat. Khalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah khirnya memutuskan sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu berwarna hitam. Sejak saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam seperti dapat kita saksikan hari ini.

Kain kiswah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan-pintalan benang berwarna emas maupun perak bersatu padu merangkai goresan kalam Ilahi. kiswah menjadi sangat berharga, bukan hanya karena firman-firman Allah SWT yang suci yang dipintal pada kiswah, tetapi juga karena keindahan dan eksotisme pintalan benang berwarna emas dan perak pada permukaannya.

Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut memiliki nilai seni yang luar biasa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tidak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Kiswah merupakan simbol kekuatan, kesederhanaan, juga keagungan.

Kini Kiswah Kakbah yang akan digunakan pada musim haji 2016 itu sudah siap dipasang. Oleh karena pengerjaannya sudah selesai, maka Kiswah akan disimpan hingga musim haji tiba. Sementara pada pengrajin akan istirahat hingga Kiswah siap dikerek di Kakbah. (mm)


Back to Top