Dunia Sorot Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Halal Paling Potensial

(gomuslim). Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang masuk dalam peringkat 5 besar dunia untuk destinasi wisata halal. Namun dalam peringkat tersebut posisi Indonesia masih di bawah negeri jiran Malaysa, padahal dari aspek keindahan alamnya negeri yang memiliki kepulauan dan garis pantai terpanjang kedua di dunia memiliki potensi menjadi destinasi utama untuk wisata halal paling menarik di muka bumi. Ada Bali dan Lombok yang dianggap sebagai pulau sempalan surga di bumi.

Kementerian Pariwisata Indonesia (Kemenpar) terus berupaya meningkatkan jumlah wisatawan  asing untuk bertamasya ke negeri ini. Agar dapat mewujudkan hal itu, Kemenpar mengkoordinasikan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) sebagai lembaga pendidikan khusus pariwisata dan perhotelan. Salah satu STP yang berada di bawah Kemenpar adalah STP Bandung yang telah menyatakan siap meningkatkan kontribusi nyata untuk memajukan pariwisata nasional.

Bicara mengenai wisata halal, tentunya identik dengan perspektif agama namun pada kenyataannya wisata halal ini bukan berperspektif agama tetapi merupakan perkembangan perspektif baru pariwisata dunia.  "Wisata halal ini, bukan berperspektif agama tapi perubahan dan perkembangan perspektif baru pariwisata dunia. Sebagai lembaga bidang pariwisata, Kemenpar menunjuk STP untuk memenangkan wisata halal ini di kancah dunia. Dan kami siap bertarung,” ujar Anang Sutono Ketua STP Bandung.

Wisata halal menjadi sorotan dunia karena bernilai ekonomi tinggi bahkan menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya wisata halal memiliki keuntungan yang paling tinggi dari aspek margin, high revenue dan high opportunity. Sedangkan faktor penguat lainnya adalah pertumbuhan wisata halal dunia yang rata-rata mencapai 6% lebih cepat dari sektor travel manapun. Termasuk lebih tinggi dari rata-rata tour and travel dunia, yang saat ini berada di kisaran 5%.

Selanjutnya Anang menyatakan bahwa beberapa negara telah menerapkan konsep wisata halal maka Indonesia semestinya jangan sampai tertinggal dengan konsep yang sudah berkembang ini, "Wisata halal saat ini tengah menjadi sorotan dunia. Beberapa negara sudah menerapkan konsep wisata halal ini. Untuk itu kami juga mulai konsen mengembangkan konsep halal tourism yang pasarnya sedang naik. Caranya kami membentuk Enhai Halal Tourism Centre (EHTC,Red). Itu sudah kami mulai di akhir Juni dan awal Juli ini dan ke depan kami genjot terus,”pungkas  Anang, belum lama ini.

Menurut Anang EHTC adalah wadah untuk membantu pariwisata Indonesia. Tugasnya adalah melakukan penelitian tentang destinasi wisata halal. Selain itu, menjadi pengembangan komunitas atau membangun sumber daya manusia dan community services.  Pada dasarnya konsep wisata halal tidak terlepas dari beberapa indikator di antaranya, konsep wisata tersebut  harus memenuhi ekosistem kegiatan wisata yang halal yaitu dari segi produknya, dukungan pemerintah, infrastruktur, maupun human capital dan indikator tersebut harus saling bersinergi agar wisata halal dapat berkembang di negeri ini.

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan pariwisata halal dan jika terus dikembangkan negara ini akan mendapat peringkat pertama untuk destinasi wisata halal di dunia, “Kami akan betul-betul memaksimalkan EHTC ini. Harapannya target tahun 2020 bisa tercapai, kita menjadi ranking pertama dalam destinasi wisata halal dunia,” kata Anang.

Terkait dengan destinasi pariwisata halal di Indonesia, Menpar Arif menjelaskan bahwa ada tiga daerah yang diproyeksikan sebagai destinasi halal yakni, Lombok NTB, Aceh dan Sumatera Barat. Meskipun tiga area tersebut dijadikan sebagai objek wisata halal, namun bukan berarti wisatawan mancanegara  dari negara selain Timur Tengah  tidak boleh berkunjung, "Tetapi wisman dari non Timur Tengah ataupun Muslim Malaysia, juga tetap ada. Jangan khawatir, seperti Lombok tetap punya Gili Trawangan, Gili Air, Gili Menu yang untuk pasar Australia, Eropa dan Amerika," kata Menpar.

Sampai saat ini peringkat satu negara yang sudah mengembangkan halal tourism destination adalah Malaysia. Indonesia menempati peringkat ke-4 setelah Turki dan Uni Emirat Arab. Sedangkan pada ajang World Halal Travel Awards (WHTS) tahun lalu, Malaysia dan Thailand tidak mendapat satu pun penghargaan. Padahal, selama ini jauh lebih banyak turis asal Timur Tengah yang ke Malaysia dan Thailand. “Thailand sudah menjaring 6 juta, Malaysia 5 juta, Singapura 3 juta, dan Indonesia baru 2 juta wisatawan halalnya. Targetnya 2019 nanti, wisman halal yang berkunjung ke Indonesia 5 juta, kendati target itu juga masih kalah dengan Thailand yang sudah 6 juta wisman halalnya,” tandas Menpar.

Untuk itu, kiranya perlu seluruh pihak terkait berupaya dan bekerjasama untuk meningkatkan objek wisata Tanah Air agar Indonesia menjadi yang terdepan sebagai negara yang paling banyak diminati wisatawan mancanegara. Semua ini tidak dapat terwujud tanpa ada dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat Indonesia pada umumnya. (fh)


Back to Top