Hasil Survey: Lebih Diminati, Perancis Pimpin Penjualan Produk Halal di Eropa

(gomuslim). Belakangan, produk halal semakin mendapat tempat di berbagai negara di seluruh dunia. Hal ini tentu selain menjadi sebuah peluang, juga menjadi sebuah tantangan dalam menyambut baik peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk halal. Jika ditelusuri lebih lanjut, ternyata permintaan produk halal yang semakin meningkat dipicu oleh berbagai temuan dari para ahli mengenai produk halal. Salah satunya adalah temuan atas penelitian yang dilakukan oleh Florence Bergeaud Blackler dan Karijn Bonne.

Dalam penelitian tersebut, terbukti bahwa masyarakat mengkonsumsi makanan halal di Perancis karena rasa daging dan ayam halal dinilai lebih enak. Hal itu selanjutnya, mengundang sebuah persepsi bahwa makanan halal diproses secara manual dan oleh manusia bukan oleh mesin telah membuat masyarakat memilih makanan halal bukan karena alasan agama. Meskipun demikian, kedua peneliti tersebut menemukan bahwa alasan utama masyarakat membeli produk halal adalah karena perintah agama. Prospek bisnis makanan halal yang baik juga dipengaruhi oleh kebutuhan akan diversifikasi makanan halal. Pada 25 tahun lalu, makanan halal tidak dikenal dalam sistem perdagangan negara non-muslim.

Diversifikasi makanan halal yang bermunculan untuk menjawab kebutuhan pasar telah memberikan banyak pilihan kepada masyarakat dalam mengkonsumsi produk halal di Eropa. Salah satunya Perancis.

Sebagai negara yang terkenal tingkat diskriminasi yang tinggi terhadap warga muslim ini, dibalik itu semua, rupanya Perancis menjadi negara dengan market share tertinggi di Eropa untuk produk makanan halal, yakni mencapai nilai USD 17,6 miliar pada beberapa tahun yang lalu, atau 25,76% dari total nilai perdagangan makanan halal Eropa yang mencapai nilai USD 67 miliar, melebihi Inggris dan Rusia. Padahal, secara kuantitas, Perancis hanya menududuki peringkat kedua dalam daftar negara dengan penduduk muslim terbanyak di Eropa dengan 7 juta jiwa. Kemudian diikuti oleh Jerman dan Inggris dengan 3 juta jiwa, Bosnia dengan 2,3 juta jiwa, dan Kosovo 2 juta jiwa. Adapun peringkat pertama yakni Rusia dengan 27 juta jiwa.

Akan tetapi, Berdasarkan persentase, jumlah penduduk muslim Kosovo yang mencapai 92% mengantarkannya untuk menempati urutan pertama, yang kemudian disusul Albania, Bosnia/Herzegovina, Macedonia dan Rusia.

Dari hasil studi yang dilakukan sebuah institusi yang bergerak di bidang halal di negara tersebut, didapati delapan produk yang paling diminati dan menjadi favorit keluarga di negara tersebut. Survey ini setidakanya dilakukan di beberapa lokasi, yakni di Île de France, Rhône Alpes, PACA dan Nord / Pasde Calais.

Produk-produk tersebut adalah, Daging, 99,3% responden, Bahan-bahan olahan daging seperti sosis dan saucisson (sosis kering), dll., 70% responden, Hidangan halal pada menu makan lengkap, 22,9% responden, Penyedap rasa dipilih oleh 16,1% responden, Sop instan, 12,7% responden, permen halal, 9,4% responden, saos tomat, 3% responden, dan makanan halal lainnya 0,8% responden.

Prospek makanan halal di Perancis yang semakin tumbuh baik, selain karena jumlah penduduk muslim yang terus bertambah, juga didukung oleh keberadaan komunitas Yahudi yang mencapai 1% dari jumlah penduduknya. Konsumen makanan halal juga berasal dari masyarakat non-muslim dan non-Yahudi.

Saat ini, Pasar produk halal sedang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada dekade terakhir. Angka perdagangan produk makanan halal dunia mencapai USD 632 miliar per tahun dan mencapai 17% dari industri makanan dunia secara keseluruhan. Dari angka tersebut, pada beberapa tahun yang lalu, pasar perdagangan makanan halal yang terbesar terletak di Asia dengan nilai USD 400 milyar dan terendah di Australia dengan nilai USD 1,2 miliar (alp/dbs)


Back to Top