Setelah Ledakan Madinah, Petugas Haji dari Unsur TNI-Polri Ditambah

(gomuslim). Untuk musim haji tahun 2016 yang pemberangkatannya segera dimulai pada Agustus ini, Kementerian Agama RI menambah jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri. Petugas keamaan ini akan berjaga di Bandara kedatangan Jeddah dan Madinah hingga titik-titik yang banyak dipadati jemaah haji dari Indonesia. Tidak ada penjelasan resmi, namun penambahan ini dilakukan setelah terjadi ledakan di parkiran sekitar Masjid Nabawi. Ancaman keamanan warga negara di tanah suci mendapat perhatian penyelenggara haji.

"Penambahan jumlah petugas keamanan ini merupakan kebijakan berdasarkan kebutuhan di lapangan setelah ada evaluasi haji beberapa kali dengan berbagai pihak. Tahun ini ada 75 personil. Itu kita tambah pada kuota tahun lalu yang hanya 45 personil," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil dalam pengarahan petugas dari unsur TNI Polri di Jakarta Pusat, akhir pekan ini.

"Mereka  ada juga yang akan bertugas di bandara Jeddah dan Madinah. Kemudian ada yang kita letakan di titik yang sentral seperti transportasi lalu kemudian layanan-layanan di hotel-hotel tempat menginapnya jemaah dan termasuk di kantor sektor," paparnya.

 

 

Ia mengaku bahwa saat ini anggota TNI dan Polri yang menjadi petugas haji pada tahun ini ada yang tetap dan yang digantikan.

"Ada yang ganti ada yang personil yang berangkat lagi. Kalau semuanya berangkat lagi kacau kita. Jadi mesti harus ada orang yang kemarin bertugas punya pengalaman dengan orang-orang yang rekrutan baru," katanya.

Oleh karena itu, diakuinya para personil tersebut akan ditempatkan di daerah rawan bagi jemaah haji nantinya. Kendati begitu dirinya pun meminta kepada jemaah di Makkah agar mampu mentaati peraturan yang sudah di tetapkan.

"Arafah dan Mina, mobilasi dari Arafah khususnya adalah bagian jamarat saat melontar dan saya meminta agar jemaah yang melontar supaya taat kepada ketentuan Arab Saudi mengenai jadwal melontar," himbau Djamil.

Pengarahan menjelang persiapan pemberangkatan petugas haji dari TNI Polri bertema, "Medan Juang Untuk Rakyat, Dedikasi untuk Jemaah Haji 1437H/2016M". Acara digelar pada Sabtu, (23/07/2016).

"Karena haji melibatkan banyak pihak, bukan hanya Kementerian Agama, tapi kita dengan hal ini membutuhkan pihak lain seperti melibatkan kesehatan karena haji itu bukan karena orang sehat saja, haji membutuhkan layanan yang maksimal dan untuk itu butuh kekuatan sehingga kita membutuhkan TNI dan Polri yang telah terbiasa untuk terjun di berbagai medan yang berat," ujarnya.

Menurut Djamil, masalah haji ini adalah masalah yang kompleks seakan-akan seperti cerita novel yang tidak pernah selesai, selalu saja ada problem, selalu saja ada masalah dari waktu ke waktu, oleh sebab itu ia meminta kepada para pengayom masyarakat agar lebih utamakan keiklasan untuk membantu para calon jemaah haji.

"Mereka yang pergi haji pasti ada yang dengan segala kepasrahannya, apapun yang terjadi dia pasrah, orang yang seperti ini wajib hukumnya kita lindungi, makanya tugas kita sebagai aparat negara melayani mereka dan kebutuhan mereka," tambahnya.

Ia pun berpesan kepada pengayom masyarakat agar jangan sekali-sekali berkesimpulan secara sombong bahwa yang berkaitan dengan haji tahun ini haji sukses dan tidak ada masalah. Tapi berpikirlah bahwa inilah capaian yang akan dilaksanakan dan hasilkan dari jeripayah para banyak pihak. "Saya yakin di kalangan TNI Polri tidak ada istilah libur ketika tugas itu ada di depan kita," tutupnya.


Back to Top