Heboh, Anak TK Saudi Latihan Manasik di Kakbah Asli

(gomuslim). Satu lagi keistimewaan anak-anak TK di tanah suci dibanding anak TK di tanah air. Jika anak-anak TK Islam di Indonesia setiap tahun mengikuti program ‘manasik’ di asrama haji lalu bertawaf mengelilingi ‘replika Kakbah’, tidak demikian anak-anak yang tumbuh dan berkembang di sekitar Masjidil Haram.

Baru-baru ini, sebuah publikasi menyebar di media sosial menggambarkan sejumlah anak TK Mekkah sedang berlatih manasik haji tetapi di Kakbah yang asli. Sontak publikasi berjudul, “Best Field Trip Ever: Little School Kids Visiting Masjid Al-Haram,” tersebut mendapat sambutan dari seluruh penjuru dunia.

Tanggapan beragam itu antara dari  Sarguroh Muhammad Ali Khan, “MashaAllah, really its wonderful and best field trip, ever.Allahu Akbar.”  Ohammad Amir,  “Mashallah....they are very lucky students......really....best trip in the World..”  Youssouf Saho,  “This is just wonderful to see...May Allah bless all these beautiful kids here and here after , with peace, love, blessings, protection, faith, and Islam.....Ameeeeeeen.” dan ribuan penanggap lain. Publikasi ini sudah dibaca 7,2 ribu dan dibagikan 629 kali dalam 5 jam pertama.

Jika diperhatikan, gambar tersebut diambil secar resmi oleh pihak pengelola masjid. Hal itu tampak dari stempel: Haramain Recording, yang merupakan produksi otoritas pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Waktu pengambilan gambar pun dipastikan sudah lebih dari tiga bulan lalu atau sebelum bulan April 2016, saat seluruh ring di area thawaf belum dibongkar.

Selain menjadi anak-anak di sekitar Masjidil Haram lebih banyak keistimewaan akses ke tempat-tempat suci, menjadi penduduk kota suci atau mukimin di sekitar kota suci juga banyak keuntungan, antara lain:

1. Kemudahan untuk naik haji.  Tidak perlu mengantre bertahun-tahun untuk mendaftar seperti di tanah air yang sampai 35 tahun menunggu. Hamla (biro haji) lokal cukup banyak. Mendaftar selepas Idul Fitri di tahun yang sama bisa langsung berhaji.

 2. Selain naik haji, ibadah umrah juga bukan hal yang mewah untuk para mukimin Jeddah. Jarak 70 km antara Jeddah-Mekkah ditambah dengan waktu untuk mencari parkiran dan berjalan dari tempat parkir hingga memasuki Masjidil Haram Mekkah hanya perlu sekitar satu jam saja.

 3. Sesaat setelah Idul Fitri, visa umrah untuk jemaah asal luar negeri akan ditutup hingga menjelang musim haji. Saat itulah, para mukimin Arab Saudi, bisa leluasa menikmati Masjidil Haram yang sepi dan lengang. Tak perlu berdesak-desakan.

 Demikianlah, dari anak TK, penduduk dewasa hingga mukimin, semua mendapat berkah dari tempat yang disebut dalam Alquran sebagai ‘ummul qura’ atau ibunya kota-kota di muka bumi itu. (mm)


Back to Top