Sanksi Diperberat, Penampung Jemaah Umrah ‘Overstay’ Didenda 100 Ribu Riyal dan Penjara 2 Tahun

(gomuslim). Musim umrah telah berakhir di pertengahan bulan Syawal, Pemerintah Arab Saudi terus menyeru para jemaah umrah untuk segera kembali ke negaranya. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan visa, pasalnya terkadang visa umrah dipakai untuk bekerja di negara tersebut sebagai tenaga kerja ilegal. Meski ada seruan langsung dari pemerintah Arab Saudi untuk segera kembali ke negara masing-masing, namun adakalanya warga Saudi menyembunyikan jemaah umrah untuk disalurkan sebagai tenaga kerja tidak resmi.

Akibat sering terjadinya hal ini, maka Direktorat Umum Urusan Paspor menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi berupa kurungan penjara selama 2 tahun dan denda 100 ribu riyal atau sekitar 350 juta rupiah bagi siapun yang menyembunyikan jemaah overstay (melebihi batas waktu izin tinggal, pen). Lembaga yang menangani urusan parpor ini telah mengimbau agar jemaah dapat bekerjasama dengan otoritas terkait untuk tidak melanggar aturan baku di Arab Saudi. Hal ini pun ditekankan kepada seluruh warga Saudi untuk bersikap koperatif dengan lembaga pemerintah.

Sampai saat ini masih banyak ditemukan para jemaah yang belum kembali ke negaranya, padahal masa berlakunya visa umrah telah habis. Meski demikian otoritas terkait di Arab Saudi masih terus mencari pelaku overstay tersebut. Tentunya jika ditemukan seorang jemaah umrah bersembunyi di yayasan atau rumah warga Saudi, maka pemilik yayasan atau pemilik rumah akan diganjar dengan hukuman sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Sebelumnya Departemen Imigrasi dan juga Direktorat Umum Urusan Paspor di Saudi telah mengumumkan akan menjatuhi sanksi berupa denda 50 ribu riyal bagi jemaah umrah yang menyalahgunakan visa. Namun tampaknya sanksi ini belum begitu kuat jika penyedia tempat tinggal tidak diberi sanksi, dengan adanya sanksi bagi kedua belah pihak maka harapan selanjutnya pelanggaran seperti ini dapat diminimalisasi.

Meski ada sanksi bagi overstayer dan penyedia penginapan, namun ada dispensasi bagi jemaah untuk tinggal lebih lama khususnya bagi jemaah yang sakit dan harus dilakukan penanganan medis di Saudi. Selain itu bagi jemaah yang ingin segera pulang ke negaranya namun masih harus melewati proses tertentu maka dalam kondisi seperti ini tidak dijatuhi sanksi.

Persoalan overstay merupakan kendala serius bagi setiap warga asing, pasalnya suatu negara memiliki peraturan baku terkait perizinan tinggal warga negara lain. Tidak sedikit pula warga Indonesia yang mengalami hal ini di berbagai negara, hanya saja terkadang sanksi yang dijatuhkan tidak sama pada masing-masing negara. Kebanyakan sanksi yang dijatuhkan bagi pelaku overstay berupa deportasi atau di tahan di kantor imigrasi setempat.

Bukan hanya kali ini Arab Saudi mengancam sanksi bagi jemaah umrah overstay, 11 tahun lalu tepatnya pada 2005, negeri yang kaya minyak ini juga mengancam akan mengurangi kuota haji jika terdapat jemaah asal negara tersebut melebihi batas izin tinggal saat melaksanakan ibadah umrah. Untuk itu para jemaah diimbau untuk tidak melanggar aturan ini dan jika ada persoalan lain yang harus diselesaikan di sana, maka diharapkan untuk kembali terlebih dahulu ke tanah air guna pengurusan perpanjangan visa. (fh/ajel)

 

Baca juga:

Sanksi Denda Visa 50 Ribu Riyal


Back to Top