Inilah Hotel Syariah Pertama di Pulau Dewata

(gomuslim). Pulau Dewata memiliki sejuta pesona. Pernyataan tersebut tak berlebihan karena Bali menjadi destinasi yang sudah mendapatkan tempat di hati para turis lokal dan tentu turis asing. Banyak pilihan paket perjalanan menuju Bali yang terus dipromosikan kepada para calon traveler, begitu juga dengan layanan restoran, hotel, dan lainnya yang tersebar di seantero Bali. Tapi, khusus untuk turis muslim, akomodasi saat traveling di Bali menjadi penuh tantangan dan bertemu dengan banyak kesulitan, mengingat Bali adalah daerah dengan muslim minoritas.

Hal ini dijadikan peluang bisnis bagi sebuah hotel yang menjawab dan menjadi solusi bagi kendala turis muslim selama berwisata di Bali. Hotel yang terletak di Kuta ini sudah aktif beroperasi sejak resmi diluncurkan pada Oktober 2013 lalu. Hotel ini memiliki luas 4.500 meter persegi di mana 50 persennya adalah area terbuka hijau yang dilengkapi dengan 68 kamar.

Adalah Bayt Kaboki Hotel yang pertama menerapkan konsep halal melalui berbagai fasilitasnya. Hotel ini sangat peduli pada produk makanan yang disajikan. Selain citarasa yang lezat, sumber makanan dan kualitasnya menjadi perhatian utama bagi manajemen restoran Bayt Kaboki Hotel. Untuk menjamin makanan yang disajikan terjaga kehalalan dan kebersihannya, manajemen resto mengawasi ketat seluruh proses di restoran. Sejak dari pengadaan bahan utama, pemilihan merek bahan pendukung hingga pemrosesan dan penyajian makanan. Pengadaan daging segar misalnya, Bayt Kaboki Hotel memastikan daging yang akan digunakan berasal dari hewan yang disembelih sesuai aturan Islam. Untuk itu, manajemen hanya menggunakan daging yang diperoleh langsung dari rumah pemotongan hewan yang sudah diyakini sesuai syariah dan disertifikasi Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Manajemen hotel juga aktif mengikuti perkembangan dan isu-isu terbaru mengenai produk halal.

Bekerjasama dengan LPPOM MUI, manajemen membekali personil resto dengan pelatihan untuk meningkatkan kehati-hatian dalam memproduksi makanan halal. Pada resto Bayt Kaboki, konsumen bisa melihat seluruh aktivitas di dapur melalui kaca tembus pandang yang bisa memastikan konsumen bahwa makanan halal yang disajikan di hotel ini benar-benar bersih dan sehat. Pemrosesan makanan mulai dari persiapan bahan, bumbu, peralatan yang digunakan hingga pemasakannya dapat dilihat jelas.

Menurut Vice Chairman Bayt Kaboki Hotel Abdhie Mulyawan, masyarakat ataupun wisatawan Muslim di Bali sulit menemukan makanan halal dan tempat nyaman melaksanakan shalat. Hal inilah yang melatarbelakanginya membangun Bayt Kaboki Hotel. Karena, banyak wisatawan asing yang tidak minum minuman beralkohol dan datang bersama keluarga.

Tambah Abdhie,  potensi pasar hotel syariah sangat terbuka. Hanya saja, kata Abdhie, membuka hotel syariah di Bali membutuhkan perjuangan lebih keras. Namun keinginan menyajikan produk yang halal pada masyarakat membuat perjuangan Abdhie membuahkan hasil, yaitu bukan hanya hotel, restoran Bayt Kaboki juga sudah disertifikasi halal.

“Memang kalau fasilitas di Bayt Kaboki Hotel masih kalah dibanding hotel-hotel di Bali. Namun hotel yang masuk kategori halal ini mencoba menyertakan hati serta ketekadan mengikuti prinsip-prinsip Islam, “ jelas Abdhie, seperti dilansir dari publikasi Halhalal.

Abdhie juga berharap konsumen merasa nyaman dan aman saat menginap di hotelnya. Dia pun mengimbau pelaku bisnis hotel tidak takut membuka hotel berprinsip syariah di Bali. “Semoga yang lain juga berani karena yang kita bicarakan bukan soal keuntungan pasar semata tapi juga terkait prinsip nilai-nilai syariah, “ harapnya. Informasi pemesanan kamar dan fasilitas lain bisa diakses secara online di http://baytkabokihotel.com/. (fau/dbs)

 

 


Back to Top