Food Ingredients Asia: Perhelatan Akbar Kenalkan Standar Bahan Baku Halal Indonesia

(gomuslim). Pada 21-23 September 2016 mendatang, Food Ingredients Asia (Fi Asia) atau pameran industri bahan baku makanan dan minuman (Mamin) akan kembali digelar tahun ini, tepatnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan potensi bahan baku makanan dan minuman serta memperluas networking para pemain industri baik lokal maupun internasional. Selain itu, Fi Asia merupakan pameran niaga bahan baku makanan terkemuka yang diselenggarakan oleh UBM Asia.

Dalam kesempatan kali ini, Indonesia sangat berpotensi menjadi pusat industri bahan baku makanan dan minuman (Mamin) di tingkat regional Asia, pasalnya Industri Mamin adalah sektor dengan kontribusi terbesar ekonomi Indonesia, yaitu 5,5% dari produk domestik bruto nasional dan 31% dari produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas. Namun, guna mendapatkan keuntungan ganda, pameran Fi ini juga bisa dijadikan ajang untuk memperkenalkan bahan baku mamin dengan standar halal Indonesia.

Terlebih dengan budaya serta identitas Indonesia yang sudah melekat erat dengan Islam hingga terkenal ke seluruh penjuru dunia, akan menjadikan Indonesia leading dalam industri bahan baku makanan dan minuman dengan standar halal yang menjadi ciri khas negara tersebut.

Berdasarkan hasil survey pun, seperti hasil survey di Perancis beberapa tahun lalu, didapatkan fakta bahwa mayoritas warga Perancis yang memilih makanan bersertifikasi halal adalah karena mereka meyakini bahwa makanan halal itu lebih higienis dari makanan yang tidak halal atau bersertifikasi halal.

Dari data survey tersebut, jika makanan halal saat ini dikonsumsi tidak hanya oleh 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia, tetapi juga oleh sedikitnya 500 juta non-Muslim, maka industri bahan baku dengan standar halal sebagai transformasi standar higienis Islam, tentu akan menjadi potensi terbesar untuk dongkrak sektor perdagangan non-migas.

Hal-hal pendukung seperti sumber daya alam hingga letak strategis Indonesia pada posisi silang perdagangan dunia pun semuanya tersedia sebagai sebuah modal berharga negeri ini untuk benar-benar menjadi leading, mengalahkan Thailand yang juga berambisi besar menguasi pasar industri bahan baku regional dan internasional.

Terkait ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengungkapkan, “Dengan kekayaan alam dan lokasi yang strategis, sudah saatnya Indonesia menjadi pusat industri bahan baku makanan terutama di Asia yang dapat menarik para investor asing untuk memiliki basis di Indonesia baik untuk produsen maupun importir bahan baku.” Jadi, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak menjadi leading insdustri bahan baku makanan dan minimal di level regional maupun internasional.

Fi sendiri sebetulnya dibuat untuk menjadi bagian dari solusi bagi pemain industri bahan baku Mamin lokal dan internasional dengan cara mempertemukannya dalam sebuah pameran, sebagaimana yang dikatakan oleh Christopher Eve, President Director PT UBM Pameran Niaga Indonesia.

“Fi Asia adalah solusi bagi pemain industri makanan dan bahan baku makanan lokal dan internasional. Diadakan rutin secara bergantian antara Indonesia dan Thailand, membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan di kawasan Asia. Dalam kesempatan ini, pelaku industri bahan baku makanan Indonesia dapat memperkenalkan produknya, mengakses pasar potensial, dan memperoleh informasi perkembangan terkini di industri bahan baku makanan.” Ujarnya.


Back to Top