Kereta Cepat Haramain Belum Beroperasi, Otoritas Saudi Bantah Perlambat Pengerjaan Proyek

(gomuslim). Kereta cepat Haramaian yang digadang-gadang dapat mengurangi waktu perjalanan haji dari Mekkah ke Madinah diperkirakan belum dapat digunakan pada musim haji tahun ini. Dengan terlambatnya penyelesaian mega proyek ini maka jemaah haji tidak dapat merasakan efisiensi waktu perjalanan di dua Kota Suci (Mekkah-Madinah).

Sementara itu proyek kereta cepat yang dimulai pada 2009, banyak dikabarkan dapat beroperasi pada musim haji tahun ini. Namun pada kenyataannya moda transportasi cepat ini belum selesai, bahkan ada anggapan bahwa pengerjaan proyek terkesan lamban.

Menanggapi isu keterlamban penyelesaian proyek, Wakil Ketum Organisasi Kereta Api Saudi Yusuf Abdan membantah bahwa proyek ini akan selesai pada 2016. Abdan pun membantah bahwa pihaknya sengaja memperlambat penyelesaian proyek transportasi darat ini.

Dalam jumpa pers yang dihadiri 100 orang terdiri dari para pekerja stasiun dan wartawan di King Abdullah Economic City (KAEC), Abdan menjelaskan bahwa “Organisasi Kereta Api Saudi telah menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Haramain akan selesai pada 2017. Saat ini tahap pengerjaan stasiun Rabigh KAEC telah selesai berikut fasilitas penunjang lainnya seperti posko keamanan, kantor polisi, masjid, helipad, dan pembangkit listrik tenaga surya,” tegas Abdan seperti yang dikutip dari Al Riyad.

Meski stasiun Rabigh KAEC telah selesai namun kereta cepat masih memasuki tahap percobaan perjalanan, saat ini telah dicoba 2 unit kereta dari Stasiun Rabigh ke kota Madinah dengan kecepatan 80-100 km/jam yang hanya ditempuh selama 1 jam. Nantinya Kereta Cepat Haramain akan tersedia sebanyak 35 unit dan diperkirakan mampu mengangkut 60 juta penumpang setiap hari, kemudian kereta ini akan terintregasi dengan transportasi darat lainnya dan juga transportasi udara.

Pengerjaan proyek Kereta Cepat Haramain ini ditempuh selama dua tahap dan menghabiskan biaya sebesar hampir 52 miliar riyal. Tahap pertama terdiri dari dua bagian, yang pertama menghabiskan dana sebesar 13 miliar riyal kemudian bagian kedua pengerjaan stasiun menghabiskan anggaran sebesar 9 miliar riyal. Sedangkan tahap kedua menghabiskan hampir 30 miliar riyal karena pada tahap kedua ini dilakukan pengerjaan terowongan yang menghubungkan jalur ke Tanah Suci dan juga Bandara King Abdul Aziz yang panjangnya sampai 800 meter.

jladjflk

Terkait dengan proyek tahap kedua, waktu pengerjaannya jauh lebih cepat khususnya penyelesaian instalasi listrik, pemasangan rel ke arah Syamisi dan juga penangkapan sinyal. Sedangkan unit kereta telah disapkan, interior kereta cepat ini tergolong mewah dan nyaman.  Setiap kursi penumpang terdapat LCD, sehingga hal ini dapat mengurangi kejenuhan dalam perjalanan. Selain itu posisi kursinya pun sangat nyaman, sandaran kepala didesain khusus sedemikian mungkin sehingga dapat membuat rileks perjalanan penumpag.

Kemewahan interior dari Kereta Cepat Haramain baru dapat dirasakan oleh jemaah haji tahun depan, harapannya semoga proyek ini dapat cepat selesai dan selama pengoperasian lancar tanpa ada kendala. (fh/Alriyad)


Back to Top