Saudi Kenakan Biaya 250 Riyal bagi Jemaah Haji Pengguna AC Preon

(gomuslim). Suhu udara di Saudi tentunya jauh berbeda dengan suhu udara di Indonesia, terlebih pada musim haji tahun ini yang diprediksi terjadi pada musim panas yang panjang. Dengan kondisi seperti ini, maka Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengintruksikan jajarannya untuk memasang AC di tenda-tenda jemaah saat berada di Arafah.

Meski otoritas Saudi mengimbau pemasangan AC di setiap tenda harus dilakukan, namun pemasangan AC preon bukanlah saran utama untuk pemasangan pendingin udara. Pemerintah Saudi lebih mengedepankan penggunaan AC khusus yang kerap digunakan di area padang pasir. Hal ini disebabkan karena konsumsi daya listrik AC preon terbilang tinggi, sehingga demi efisiensi energy Kementrian Haji dan Umrah Saudi menyarankan agar setiap tenda dipasang AC khusus yang hemat konsumsi daya listrik.

Jika nantinya terdapat tenda jemaah menggunakan AC preon, maka Pemerintah Saudi membebani biaya tambahan sebesar 250 riyal atau setara Rp871,500,- untuk setiap jemaah yang ada di dalam tenda tersebut. Pada dasarnya Pemerintah Saudi telah menyiapkan AC khusus wilayah gurun untuk setiap tenda jemaah, sehingga hal ini dapat membantu meringankan panasnya udara di Arab Saudi yang diprediksi mencapai 42 derajat celcius.

Pendingin khusus padang pasir atau desert AC memiliki cara kerja yang berbeda dengan AC preon. Pada desert AC proses pendinginan melalui uap air yang menarik panas udara padang pasir kemudian panas udara tersebut diubah menjadi dingin dengan adanya uap air tersebut. Proses pendinginan desert AC ini dinilai jauh lebih sederhana dan hemat pemakaian daya listrik.

Meski demikian, sebagian besar jemaah haji belum terbiasa menggunakan desert AC, namun otoritas Saudi berharap agar para jemaah dapat menaati aturan yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Adapun mengenai penggunaan AC preon, memang dianggap penggunaannya jauh lebih praktis dibanding desert AC, selain itu tingkat suhu pun dapat diatur sesuai keinginan jemaah, karena pada dasarnya AC preon menggunakan thermostat sebagai instrumen untuk pengaturan suhu udara.

Hal yang jauh lebih penting dari sekedar pendingin udara, menurut Kementrian Haji dan Umrah Saudi adalah kesehatan yang harus terus dijaga oleh setiap jemaah haji pada musim haji nanti. Selain musim panas terkadang Arab Saudi sering dilanda badai gurun yang kerap menerbangkan debu-debu padang pasir.  Dengan adanya kondisi seperti ini, maka jemaah diharapkan untuk menggunakan masker jika terjadi angin kencang agar tidak terserang infeksi saluran pernapasan. (fh/Akhbar24) 


Back to Top