Cegah Virus Corona, Pangeran Saudi Larang Unta Berada di Area Tanah Suci

(gomuslim). Wabah penyakit mudah menyebar saat musim haji, hal ini disebabkan jutaan jemaah berkumpul dalam satu tempat sehingga penularan pun rentan terjadi. Hewan ternak baik berjenis unggas maupun hewan berkaki empat, kerap dikaitkan dengan wabah virus yang dapat menyerang manusia. Beberapa tahun silam sempat beredar kabar terkait penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Virus ini tergolong berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian.

Mers-Cov adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang dapat menyerang saluran pernapasan dari yang ringan sampai dengan berat. Virus ini kerap dikaitkan dengan unta, berdasarkan temuan yang didapat dari sekelompok peneliti Universitas Bonn, Jerman, dan Universitas Erasmus, Belanda, dari ratusan hewan di Timur Tengah, termasuk sapi, kuda, kambing, domba, dan unta terdapat 90% penularan virus Mers-Cov berasal dari unta berumur 2 tahun.

Meski beberapa pemilik unta keberatan dengan hasil penemuan ini namun pemerintah Saudi tetap melakukan langkah antisipasi penyebaran virus Mers-Cov atau lebih diidentikan dengan Virus Corona. Atas dasar inilah Gubernur Mekkah sekaligus Ketua Komite Penyelenggara Haji Saudi Pangeran Khalid Faishal melarang unta memasuki Mekkah dan juga area suci yang menjadi titik berkumpulnya jemaah haji.

Instruksi berupa larangan dari Pangeran Khalid Faishal mendapat respon cepat dari Direktur Kementerian Pertanian dan Irigasi Saudi Cabang Mekkah Ir. Khalid Alghamidy. Menurutnya langah yang diambil Gubernur Mekkah itu merupakan langkah pecegahan penularan virus Corona yang dapat menular ke jemaah haji yang mana virus tersebut ada kaitannya dengan unta.

Selain Lembaga Kementrian Pertanian dan Irigasi, Komite Fatwa Saudi pun telah mengeluarkan fatwa syariah pada tahun lalu yang melarang unta memasuki area Tanah Suci, kemudian pada penyelembelihan hewan kurban, lembaga fatwa ini juga menyarankan agar memilih sapi dan kambing sebagai hewan yang disembelih demi mencegah virus yang berbahaya bagi manusia.

Virus corona memang tergolong berbahaya, maka sebelum berangkat haji para jemaah diimbau untuk melakukan vaksinasi pencegahan virus ini. Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, FINASIM, MMB, FACP dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, virus Corona sebenarnya bukanlah virus baru. Virus ini sudah ada, hanya saja mengalami perubahan genetis sehingga menjadi seperti sekarang ini.

Pemanasan global, perubahan cuaca dan udara di tempat merebaknya virus Corona bisa jadi sebagai pencetus bertambah ganasnya virus ini. Maka dari itu jemaah haji harus dapat menjaga kesehatannya masing-masing dan seluruh umat Islam berharap agar jemaah haji tahun ini dan selanjutnya terbebas dari hal-hal berbahaya dan dapat kembali ke negara masing-masing dengan selamat. (fh/Ajel)


Back to Top