Pembukaan MTQN 2016

Presiden Jokowi: Jadikan MTQ sebagai Ajang Pembumian Nilai Alquran di Masyarakat

(gomuslim). Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) 2016 hari ini resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Perlombaan akbar tilawah Alquran tahun ini diikuti oleh 1.193 peserta dari berbagai daerah di Tanah Air. Tidak kurang dari 30 Duta Negara Asing juga hadir dalam acara akbar yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Malam ini tepatnya Sabtu (30/07/2016) pukul 20:40 WITA, Presiden Jokowi resmi membuka perhelatan akbar MTQN tahun ini didampingi oleh Menag Lukman, Mensesneg Pratikno dan beberapa menteri lainnya. Dalam sambutannya saat membuka acara, Jokowi mengimbau bahwa tujuan dari perlombaan ini adalah untuk membumikan nilai-nilai Alquran di masyarakat  yang saat ini cendurung mengalami krisis mental. "MTQ Nasional harus mampu membumikan Alquran sehingga lebih mudah dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat kita," kata Presiden Jokowi

Jokowi menyayangkan jika sekarang ini masih banyak orang mudah mencela, mengumpat, merendahkan, mengejek, menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sopan-santun pun diabaikan. Karena itulah bagi Jokowi penggapaian prestasi sebagai pemenang bukanlah hal utama, “Namun yang lebih utama lagi adalah syiar dan dakwah tentang bagaimana membumikan Alquran," katanya.

Dalam hal ini Menag juga berpendapat sama dengan Presiden Jokowi, menurutnya prestasi bukanlah tujuan utama dari penyelenggaraan MTQ, dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin, kejujuran merupakan hal terpenting dalam mustabaqah, sementara prestasi memenangkan lomba bukanlah yang paling utama, "Kafilah MTQ dari 34 provinsi sudah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. Prestasi bukan segala-galanya," ujar Menteri Lukman.

Selaras dengan nilai Alquran yang mengedepankan kejujuran, Menag Lukman menandaskan bahwa, "Dewan Hakim, Panitera dan Pengawas agar bertanggung jawab mengawal kredibilitas MTQ ini," kata Menag Lukman. Selanjutnya Menag pun berpendapat bahwa Dewan Hakim adalah tumpuan untuk meningkatkan kualitas MTQ, jika terjadi kecurangan maka hal tersebut sama saja telah mencoreng nama baik musabaqah. "Dewan Hakim menjadi tumpuan peningkatan kualitas MTQ. Dewan Hakim agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara kredibel, netral dan mandiri," tambah Menag.

Sejatinya musabaqah ini bukanlah ajang untuk menyombongkan diri dari masing-masing peserta, ajang ini bertujuan adalah untuk mengedepankan nilai-nilai yang diajarkan di dalam kitab suci Alquran agar dapat diamalkan di masyarakat seluruh Indonesia. Hal-hal yang dapat memicu kecurangan dalam musabaqah terus menjadi pantauan otoritas terkait. Dalam sistem penjurian MTQN 2016, panitia musabaqah telah menyiapkan perekaman sehingga jika terjadi keluhan dari pihak terkait maka peninjauan dapat dilakukan dengan mudah. “Ada live streaming dari seluruh venue,” ujar Yusron Hadi Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi NTB.

MTQN tahun ini merupakan musabaqah ke-26, dalam gelaran akbar ini terdiri dari tujuh cabang lomba yakni, tilawah Alquran, hifzh Alquran, tafsir Alquran, fahm Alquran, syarh Alquran, khath Alquran, dan penulisan makalah ilmiah Alquran.

Selanjutnya dari tujuh cabang lomba tersebut terdapat 18 golongan lomba yang terdiri atas enam golongan cabang Tilawah Alquran (dewasa, remaja, anak-anak, tartil, cacat netra, serta qiraah sab’ah); lima golongan cabang hifzh Alquran (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz); tiga golongan cabang tafsir Alquran (bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris), serta empat golongan cabang Khath Alquran (naskah, ornamen mushaf, dekorasi, dan kontemporer).

Dalam perhelatan ini, Panitia MTQN 2016 selalu menekankan keadilan dan kejujuran dalam melakukan penilaian dan jika ditemukan oknum hakim berbuat curang maka hakim tersebut dapat langsung diganti. Selanjutnya gelaran akbar MTQ tahun ini juga menyampaikan pesan-pesan toleransi dimana tema yang diusung adalah “Mewujudkan Revolusi Mental dalam Rangka Pengamalan Islam yang Rahmatan Lil Alamin”.

Karena itulah dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Presiden RI, selalu mengungkapkan pembumian Alquran sebagai dasar pembentukkan karakter umat di masyarakat harus ditekankan melalui ajang MTQN 2016. Menurut Jokowi, melalui ajang musabaqah ini dapat menjadikan Alquran sebagai nafas serta pegangan hidup yang hakiki agar dapat membentuk kepribadian masyarakat Muslim Tanah Air dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Alquran. (fh)


Back to Top