Sisi Lain MTQN 2016, PLN Support Penuh Kelistrikan Hingga Event Berakhir

(gomuslim). Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQN) 2016 di Lombok resmi dibuka oleh Presiden Jokowi, tadi malam pada pukul 20:40 WITA, didampingi oleh Menag Lukman, Mensesneg Pratikno dan sejumlah menteri lainnya. Sebelumnya, lebih dari 93 ribu peserta yang berasal dari siswa siswi di Kota Mataram memadati Taman Sangkareang. Tidak hanya siswa-siswi Muslim, pemecahan rekor ini  juga diikuti siswa-siswi yang beragama non-Islam. Acara yang rencananya berlangsung hingga tanggal 6 Agustus mendatang, tentu saja membutuhkan banyak dukungan dari berbagai kalangan, hingga nantinya acara benar-benar bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Salah satunya ialah dukungan kelistrikan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam membantu menyukseskan MTQN 2016, PLN dengan komitmen tinggi telah melakukan berbagai persiapan dan percobaan, mulai dari uji coba tegangan untuk memastikan kehandalan mesin dan penyesuaian terhadap sistem existing hingga mengoperasikan satu unit mesin Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2x25 megawatt (mw) di Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat.

MPP Jeranjang kapasitas 2x25 mw ini merupakan pembangkit listrik kedua dari program 35.000 mw yang telah berhasil beroperasi. Untuk tahap awal, 25 mw telah masuk sistem selanjutnya dalam waktu dekat 25 MW akan menyusul untuk dilakukan uji coba kehandalan mesin.

Seluruh uji coba untuk mesin pertama berkapasitas 25 mw telah berhasil dilakukan dan secara resmi masuk sistem kelistrikan lombok, tambahan daya sangat penting terutama saat ini Lombok menjadi tuan rumah perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVI Tahun 2016 di NTB.

Direktur Regional Bisnis Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, dalam siaran persnya mengatakan, bahwa PLN menyatakan kesiapannya untuk menyokong kebutuhan listrik selama pergelaran acara tersebut berlangsung. Lebih lanjut ia mengatakan, dengan masuknya MPP 50 mw kedalam sistem Lombok maka diperkirakan rasio elektrifikasi di Lombok akan meningkat dari 73,83 persen (per April 2016) menjadi 78,16 persen pada Desember 2016, dengan peningkatan ini diharapkan bisa menjadi katalisator perekonomian masyarakat.

Sistem kelistrikan di Wilayah NTB sediri sebetulnya terdiri dari tiga sistem yang terpisah, yaitu Sistem Lombok, Sistem Sumbawa, dan Sistem Bima. Sistem Lombok merupakan sistem terbesar, terlebih dengan masuknya tambahan 25mw pada sistem Lombok pastinya akan menambah ketahanan sistemn tersebut, dengan beban puncak mencapai ± 212 mw dan daya mampu pasok ± 219 mw per Juni 2016.

Selain itu PLN juga telah menyiapkan pasokan tenaga listrik maupun jaringan untuk mendukung kegiatan tersebut, antara lain lima unit genset dengan total kapasitas 3.150 kVa dan empat unit trafo mobile berkapasitas 3x400 kVa dan 1x250 kVa.

Tak mau ambil resiko terhadap event akbar ini, sebagai antisipasi adanya gangguan, PLN akhirnya juga menyediakan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 100 kVa dan Automatic Transfer Switch (ATS) yang berfungsi memindahkan koneksi aliran listrik secara otomatis. Tak lupa, PLN juga telah membentuk Tim Keandalan Pasokan Listrik sejumlah 300 orang yang akan disiagakan pada lokasi-lokasi kegiatan, guna melengkapi kesiapan anggota dan material.

Terkait MTQN, MTQN Provinsi NTB ini rencananya akan diisi sebanyak tujuh cabang dan 18 golongan. Terdapat satu lomba baru pada gelaran MTQN tahun ini, yaitu Khat Kontemporer yang sebelumnya telah dicanangkan pada MTQ XXV tahun 2014 di Kota Batam Kepulauan Riau. Berbagai kegiatan pun sudah disiapkan dalam rangkaian pembukaan MTQN XXVI, seperti Pawai Ta’aruf dan Malam Ta’aruf (29 Juli 2016), Pelantikan Dewan Hakim (30 Juli 2016), dan Pembukaan Pameran (30 Juli 2016). MTQN XXVI akan diikuti oleh 34 Provinsi dengan total 1.496 peserta.

Pemilihan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI tahun 2016 atas hasil keputusan MUNAS LPTQ Tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat. Menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Nasional Tahun 2016, bukan hal baru bagi Nusa Tenggara Barat karena sebelumnya pernah menjadi tuan rumah event yang sama pada tahun 1973.

Kesuksesan Lombok terpilih menjadi tuan rumah MTQN XXVI menjadikan daerah tersebut memperoleh kesempurnaan setelah sebelumnya berhasil menyabet gelar bergengsi The World’s Best Halal Tourism Destination dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination tahun 2015 dalam ajang World Halal Travel Awards.

Adapun lokasi-lokasi yang menjadi tempat epnyelenggaraan MYQ Nasional di NTB ini adalah Islamic Center Nusa Tenggara Barat (Cabang Tilawah Alquran Golongan Qira'at Sab'ah dan Golongan Dewasa), Aula Rinjani BKD dan Diklat Provinsi NTB (Cabang Tilawah Alquran Golongan Tartil dan Cacat Netra), Masjid Agung Praya, Lombok Tengah (Cabang Tilawah Alquran Golongan Anak-anak dan Remaja), Bencingah Kantor Bupati Lombok Barat (Cabang Hifzh Alquran Golongan 1 Juz Tilawah dan 5 Juz Tilawah), Pondok Pesantren Al Aziziyah Kapek, Gunung Sari (Cabang Hifz Alquran golongan 10 Juz dan 20 Juz), Taman Budaya Mataram (Cabang Hifz Al Quran Golongan 30 Juz dan Tafsir Alquran Bahasa Arab), Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB (Cabang Tafsir Alquran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), Aula Bank Indonesia Perwakilan NTB (Cabang Fahmil Quran), Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram (Cabang Syarhil Quran), Gedung Graha Bhakti Praja NTB (Cabang Khath Alquran), dan Gedung Irigasi Pengairan PU NTB (Cabang Musabaqah Menulis Ilmiah Alquran). (alp/dbs)


Back to Top