Usai Kunjungan Duta Besar, Pintu Produk Halal Indonesia Makin Terbuka ke Perancis

(gomuslim). Indonesia dan Perancis sepakat untuk tingkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, terutama perdagangan. Hal itu terjadi pasca kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corrine Breuze kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution akhir pekan lalu. Bagi Indonesia, kerjasama ini selain menguntungkan dari segi investasi, Indonesia juga sangat diuntungkan untuk meningkatkan kuota ekspor mereka ke negara yang baru saja menjadi tuan rumah EURO 2016 tersebut, khususnya ekspor produk halal.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan, tahun lalu, nilai total perdagangan antara Indonesia dan Perancis sebesar 2,3 miliar dolar AS. Realisasi ini menurun 9,4 persen jika dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 2,35 miliar dolar AS. Sedangkan realisasi investasi Perancis di Indonesia tercatat 131,6 juta dolar AS terdiri atas 197 proyek. Sementara itu, bidang usaha yang paling diminati oleh para investor asal Perancis di Indonesia antara lain transportasi, komunikasi, listrik, gas, air, industri makanan, barang kimia serta farmasi.

Untuk Indonesia, dari total nilai perdagangan tersebut, sebagian besarnya tercapai berkat ekspor produk halal Indonesia ke negeri pangeran Napoleon tersebut. Hal itu tentu cukup mengherankan mengingat Perancis bukanlah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di Eropa layaknya Rusia. Namun, bisnis Produk halal di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir rupanya selalu berkembang pesat karena pertumbuhan penduduk muslim yang juga tumbuh dengan pesat.

Menurut Geo Population, penduduk muslim di Perancis pada beberapa tahun lalu mencapai angka 4,7 juta jiwa atau 7,5% dari total penduduk Perancis. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat apabila dibandingkan dengan tahun 2007 yang besarnya baru 3%, dan dalam kurun waktu 2 tahun kemudian, yakni tahun 2009, dinyatakan bahwa jumlah penduduk muslim Perancis telah mencapai 3,5 juta jiwa atau 5,8%. Dengan demikian, dalam kurun waktu 4 tahun, rata-rata petumbuhan penduduk muslim Perancis dalam periode 2009- 2012 mencapai 1,125% per tahun.

Dari  jumlah itu, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Majalah Figaro, diprediksi akan terus berkembang hingga mencapai 6,86 juta jiwa atau 10,3% jumlah penduduk Perancis pada 2030.

Saat ini pasar produk halal sedang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada dekade terakhir di era millenium. Angka perdagangan produk makanan halal dunia saat itu mencapai USD 632 miliar per tahun dan mencapai 17% dari industri makanan dunia secara keseluruhan. Dari angka tersebut, pada dekade terakhir, pasar perdagangan makanan halal yang terbesar terletak di Asia dengan nilai USD 400 miliar dan terendah di Australia dengan nilai USD 1,2 miliar.

Untuk di kawasan Eropa, rupanya Perancis menjadi negara dengan market share tertinggi di Eropa untuk produk makanan halal, yakni mencapai nilai USD 17,6 miliar pada beberapa tahun yang lalu, atau 25,76% dari total nilai perdagangan makanan halal Eropa yang mencapai nilai USD 67 miliar, melebihi Inggris dan Rusia. Padahal, secara kuantitas, Perancis hanya menududuki peringkat kedua dalam daftar negara dengan penduduk muslim terbanyak di Eropa dengan 7 juta jiwa. Kemudian diikuti oleh Jerman dan Inggris dengan 3 juta jiwa, Bosnia dengan 2,3 juta jiwa, dan Kosovo 2 juta jiwa. Adapun peringkat pertama yakni Rusia dengan 27 juta jiwa.

Berdasarkan hasil observasi tim Kementerian Perdagangan di Perancis, produk Indonesia yang banyak digemari adalah mie instan dengan merek Indomie. Mie instan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari warga karena memiliki sertifikat halal.

Padahal, dari segi strategi ekspor, perusahaan tersebut belum terlalu memfokuskan diri di pasar Eropa. Dengan sambutan baik ini, tentu akan menjadi prospek yang luar biasa bagi Indofood untuk memulai fokus ekspor ke Perancis sebagai bagian dari peningkatan kerjasama Indonesia-Perancis sebagai mitra perdagangan yang solid dan berkelanjutan.

Perancis memang bukanlah negara muslim, sehingga produk halal yang ada saat ini masih sangat terbatas variasinya. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia, telah mengenal tradisi produk halal sejak lama dan fokus terhadap ketersediaan produk halal, harus bergerak cepat untuk memanfaatkan peluang yang besar agar menjadi negara eksportir produk halal terbesar ke Perancis, mengingat persaingan global terhadap produk halal semakin tinggi seiring prospek produk halal yang semakin menggairahkan. (alp/dbs)

 


Back to Top