Korea Selatan

Pertama, Restoran dengan Konsep 'Korean Halal Food' di Kota Itaewon

(gomuslim). Pekembangan wisata halal di beberapa Negara dunia semakin pesat. Banyak Negara aktif melakukan promosi paket-pekat wisata halal beserta produk-produknya. Salah satu Negara yang aktif melakukan kampnaye wisata halal adalah negeri ginseng. Negara ini pun ikut ambil bagian dari perkembangan gaya hidup halal dunia dengan beragam paket wisata beserta produk-produk halal di negera tersebut. Salah satunya adalah dengan restoran yang menjual Korean Halal Food di Kota Itaewon, Korea Selatan.

Restoran tersebut bernama Restoran Eid milik Yu Hyun-wooatau yang biasa dikenal dengan nama Islamnya, Saad Yusuf. Ia adalah seorang mualaf asli Korea yang menemukan keyakinannya pada Islam setelah melihat kakaknya mendapatkan pencerahan hidup dari agama Islam. Sebelum membuka restoran halal ini, Yu Hyun -Woo dan keluarga seringkali menjamu orang-orang yang datang ke kediaman mereka. Masakan yang disajikan dengan hati dan tentunya halal itu ternyata mendapat apresiasi yang besar dari orang-orang yang mencicipinya. Karena itu, mereka mendapat dorongan untuk membuka restoran halal di daerah Itaewon, kota yang terletak di distrik Yongsan-gu, Korea Selatan.

Makanan yang tersedia di restoran ini pun khas Korea Selatan tapi dengan menggunakkan bahan-bahan yang halal yang membuatnya semakin istimewa, seperti kimchi, samgyetang (sup ayam ginseng), bulgogi, dan bibimbap.

“Semoga restoran ini bisa mempermudah orang yang sedang belajar Islam dan para wisatawan muslim  bisa dengan  mudah mencari makanan-makanan halal saat berkunjung ke Korea Selatan, “ harap Yu Hyun –Woo, seperti dilansir dari publikasi dailymoslem.

Selain itu, pertumbuhan restoran halal seperti ini menjadi angin segar bagi Yu Hyun-Woo dan para pengusaha lain untuk melirik pasar konsumen muslim yang semakin bertambah di Negara tersebut. Dalam catatan Korea Tourism Organization tahun lalu, sebanyak 740.000 ribu wisatawan muslim berkunjung ke negeri ginseng tersebut. Wisatawan asal Indonesia dan Malaysia masih mendominasi sebagai dua negara teratas yang menyumbang wisatawan muslimnya ke negara tersebut. Negara lainnya yang juga menyumbang banyak warga muslimnya yakni Turki, dengan jumlah wisatawan muslim sebesar 20.000 ribu pengunjung selama periode tahun 2015 lalu.

Tahun ini, diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan muslim ke Korea meningkat sebesar 60.000 ribu wisatawan dari kunjungan wisatawan muslim tahun lalu atau menjadi 800.000 ribu kunjungan. Menanggapi hal itu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyediakan berbagai kebutuhan-kebutuhan wisatawan. Khusus untuk wisatawan muslim asal Turki, di Ibukota Korea atau Seoul sebagai kota yang paling banyak dipadati wisatawan, saat ini terdapat banyak restoran halal asal Turki yang menjamur dari 140 restoran halal yang ada di kota tersebut.

Adapun, terkait makanan halal, sebetulnya hal itu mengacu pada produk makanan yang disiapkan dengan cara tertentu sesuai dengan hukum Syariah Islam, yang mencakup tidak hanya pada daging tetapi juga buah-buahan dan sayuran. Melalui  sistem sertifikasi lima bintang atau lima tingkat, peringkat tertinggi akan diberikan untuk restoran yang menyediakan makanan halal resmi dengan mendapatkan jaminan mutu dan sejenisnya oleh federasi muslim Korea. Sedangkan, bagi restoran yang tidak bisa menunjukan sertifikat halal pada menu-menunya, mereka juga bisa mendapatkan penilaian dari KTO dengan skor rendah selama makanan tersebut bukan makanan yang jelas-jelas diharamkan seperti daging babi. (fau/dbs)

 

 


Back to Top