Tingkatkan Standar Keselamatan, Pergerakan Bus Jemaah Haji Dipasang “GPS Tracker”

(gomuslim). Transportasi merupakan sarana jemaah haji yang sangat krusial, mobilitas jemaah dari satu tempat ke tempat lainnya tergolong tinggi pada saat musim haji berlangsung. Sejatinya tidak semua jemaah mengerti kondisi dan arah jalan di Tanah Suci, pada sisi lain Pemerintah Saudi bertanggung jawab atas keamanan jemaah haji selama melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima ini. Oleh sebab itu, pada musim haji tahun ini bus-bus yang digunakan untuk mengangkut jemaah akan terus dipantau pergerakkannya dengan sistem elektronik  semacam “GPS Tracker” yang dapat melacak keberadaan bus.

Menurut keterangan Sekretaris Jendral Syndicate of Cars Osama Samkari, pemantauan dilakukan saat jemaah berada di titik pelaksanaan ibadah haji sampai ke tempat pemberangkatan, “Armada bus yang mengangkut jemaah haji akan terus dipantau sejak mereka berangkat sampai ke titik tujuan terkhir jemaah pada musim haji.” ujar Samkari.

Baru-baru ini kesepakatan terkait pemasangan alat pemantau elektronik bus haji telah ditandatangani oleh dua lembaga yakni, General Syndicate of Cars (GSC) dan Wadi selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi yang berafiliasi ke Universitas Ummul Qura’ Makkah. Untuk mewujudkan pemasangan ini maka perlu adanya data lengkap terkait angkutan jenis bus yang akan dipakai pada musim haji tahun ini, setelah data tersebut dinyatakan lengkap maka GSC akan memasang peta elektronik pada setiap bus tersebut.

Pada umumnya mobilitas jemaah haji tidak jauh dari Makkah, Madinah, area situs haji, Jalan Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan beberapa tempat darurat jika diperlukan. Menurut Samkari, bus-bus yang digunakan untuk mengangkut jemaah haji jumlahnya tidak kurang dari 16,000 unit. Keseluruhan operasional bus yang akan digunakan berada di bawah pengawasan GSC, sindikat ini tercatat sebagai penyedia layanan tranportasi yang sah untuk melayani jemaah haji, umrah maupun turis mancanegara.

Sindikat yang melayani jasa transportasi jemaah haji ini, memiliki kewajiban untuk mengawasi, menyediakan dan juga meningkatkan mutu transportasi sesuai dengan strandar keselamatan. Sementara itu Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Agama telah menyiapkan armada bus khusus mengangkut jemaah haji Tanah Air selama berada di Saudi. Penyediaan bus tersebut dilakukan atas kerjasama pihak Kemenag dengan pihak perusahaan bus Saudi.

Bus yang telah disiapkan oleh Pemerintah Indonesia berkapasitas minimal 45 seat, dilengkapi dengan AC, tombol pintu darurat, alat pemecah kaca, alat pemadam kebakaran, ban cadangan, kotak P3K, bagasi bawah, toilet, pengeras suara dan lemari es. Armada yang disediakan siap dipanggil 24 jam dan menyediakan layanan antar kota perhajian untuk rute Madinah-Mekkah, Jeddah-Mekkah, Mekkah-Jeddah dan Mekkah-Madinah.

Meski Pemerintah Indonesia telah menyediakan tranportasi khusus jemaah haji Nusantara, namun terkait dengan pengawasan keberangkatan bus merupakan suatu sistem baru yang belum pernah dilakuan pada musim haji sebelumnya. Sejatinya program yang ditetapkan oleh otoritas Saudi ini, merupakan suatu kemajuan pelayanan untuk standar keselamatan penumpang bus khususnya jemaah haji. (fh/SG/Almadina)


Back to Top