Syeikh Masjid Haramain Mulai Serius Perhatikan Perkembangan Aplikasi Alquran Digital

(gomuslim). Kecintaan umat Islam terhadap Alquran sering tertuang dalam beragam bentuk. Meski sejatinya Alquran merupakan pedoman hidup, namun menghafalkan, memperindah irama lantunan ayat Alquran merupakan suatu bentuk kecintaan terhadap kitab suci ini. Jika di Masjidil Haram sering terdengar lantunan ayat suci Alquran dengan irama yang menyejukkan hati, bahkan menumbuhkan rasa cinta untuk dapat berkunjung ke Baitullah. Namun kini suara dari lantunan indah tersebut tersedia dalam bentuk aplikasi.

Belum lama ini, para mahasiswa berprestasi dari Universitas Ummul Qura Mekkah, mengunjungi tempat pembacaan kalamullah di Departemen Pembacaan Alquran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (Masjid Haramaian). Dalam kunjungan tesebut, para mahasiswa mempelajari bagaimana mempergunakan waktu untuk belajar dan mempelajari Alquran, cara kerja percetakan Alquran dengan teknologi modern, kemudian mengenai sistem pendistribusiannya ke seluruh dunia.

Menurut Direktur Urusan Mushaf dan Kitab Masjid Haramain Syaikh Muhammad bin Rayal As Sailany, para mahasiswa ini melakukan kegiatan posistif, Alquran merupakan petunjuk dari Allah untuk dipelajari dan dipelihara sejatinya kitab suci wajib dijadikan pedoman hidup. Kehadiran para mahasiswa ini merupakan ajang untuk mempelajari penjelasan rinci mengenai pembelajaran kitabullah di Masjidil Haram khususnya di Lembaga Studi Alquran (Maqraah Haramain). Lembaga ini adalah ruang untuk mempelajari tafsir sekaligus ilmu Alquran.

Pada lembaga ini juga mempublikasikan aplikasi Alquran yang dapat didownload via ponsel, yang penerbitan aplikasi itu telah dikoordinasikan dengan pembimbing lembaga ini. Adanya aplikasi Alquran memasuki dekade kedua di tahun 2000-an, kemajuan teknologi informasi tentunya banyak membantu kebutuhan manusia.

Namun pada sisi lain pengguna teknologi harus cerdas memilih aplikasi yang terpercaya, khususnya aplikasi Alquran, karena itu pilihlah aplikasi yang telah terverifikasi. Senada dengan hal ini Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyarankan agar masyarakat harus lebih berhati-hati ketika membaca Alquran melalui media digital. Jika menemui bacaan-bacaan yang meragukan menyangkut kebenaran tulisan atau terjemahannya, maka umat Islam sebaiknya melakukan verifikasi atau validasi dengan Alquran cetak yang sudah ditashih oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Akhir-akhir ini, pengguna aplikasi Alquran makin meningkat dari tahun ke tahun, hal yang mendorong peningkatan pengguna tidak terlepas dari praktisnya penggunaan aplikasi dari pada harus membawa Mushaf Alquran cetak. Menurut Syeikh Syailany, kemajuan teknologi dalam penerbitan Alquran berbentuk aplikasi adalah suatu anugrah dari Allah dan harus disyukuri, namun hal terpenting dari itu semua adalah substansi dari Alquran itu sendiri.

Perkembangan teknologi digital harus disikapi dengan arif, adapun terkait aplikasi Alquran,  selama tidak ditemukan hal yang meragukan mengenai tulisan dan terjemahannya, maka aplikasi Alquran tersebut dapat digunakan. Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa Alquran itu adalah mukzizat yang keaslian dan bunyi ayatnya telah dijaga oleh Allah. Dengan demikian segala hal keraguan yang terdapat dalam penulusan ayat, selalu dapat diketahui oleh umat Muslim, sehingga kesalahan pun dapat dikoreksi. (fh/gph)


Back to Top