Amaiya Zafar , Hijaber di Arena Ring Tinju

(gomuslim). Hijab tak membuat muslimah berusia 16 tahun ini untuk berkarya dalam mengembangkan passion-nya. Tak tanggung-tanggung dia memilih sebuah kegiatan olahraga yang jarang sekali dilakukan oleh perempuan, yaitu petinju. Adalah Amaiya Zafar, muslimah asal Oaklade, California ini memilih profesi  petinju yang berani menghadapi lawannya di arena ring tinju dan juga peraturan lama dalam dunia tinju USA Boxing.

Passion Amaiya terhadap dunia tinju ini tumbuh saat ayahnya menonton pertandingan tinju di televisi rumah. Ketika ayahnya membuat komentar seusai menonton pertandingan tinju itu  tentang bagaimana dia harus mencoba olahraga tinju. Amaiya menjawab bahwa  ia lebih suka mendapatkan pukulan dari lawan daripada mendapatkan tusukan dengan sepotong logam (pisau).

Karena pernyataannya tersebut, ayah Amaiya pun menjadi pelatih tinju pertamanya. Dia yang mengajarkan Amaiya lewat latihan di tempat gym dan akhirnya membawa kesempatan  Amaiya untuk terjun di dunia tinju.

Tapi di sisi lain, meskipun ia mempunyai mimpi yang besar terhadap passion tinjunya ini, Amaiya tidak hanya harus menghadapi tantangan di arena ring tinju, tapi juga pada hal lainnya. Karena sebagai seorang perempuan muslim, Amaiya mengenakan hijab untuk menutup kepalanya, kemeja lengan, dan sepasang legging bawah untuk melengkapi  pakaian tinju nya. Namun, aturan internasional yang mengatur olahraga tinju  tidak memungkinkan dia untuk memakai hijab selama kompetisi. Tapi Amaiya bukan  perempuan yang menyerah begitu saja, bukannya melangkah keluar dari permainan, ia memilih untuk melawan aturan lama tersebut.

Direktur Eksekutif USA Boxing Michael Martino mengatakan peraturan tersebut dibuat demi keamanan dan tak bisa dilanggar. "Itu semua mengenai keamanan, jika petinju menutupi lengan, kaki, bagaimana kami tahu kalau di itu cedera? Lalu kalau mereka terluka selama pertandingan, wasit juga tidak bisa melihatnya," jelas Michael, seperti dilansir dari Washingtonpost.

Michael juga mengatakan bahwa Amerika memiliki lebih dari 30 ribu petinju amatir. Bila ia memberikan kelonggaran pada Amaiya dan tidak untuk petinju lainnya bisa menimbulkan kecemburuan. Sementara itu, sang pelatih Amaiya, Cerresso Fort  mengatakan Amaiya merupakan gadis yang berbakat. Tak pernah terpikir olehnya kalau hijab menjadi masalah. Selama latihan, Fort tidak pernah melihat hijab mengganggu gerak Amaiya ketika berolahraga. Amaiya pun mengatakan jilbab tidak pernah menjadi halangan dan ia tak akan mau berkompromi soal pelepasan jilbabnya.

Selain itu, Ibundanya Sarah O'Keefe-Zafar juga  mendukung keputusan Amaiya untuk terus mengejar mimpinya menjadi atlet tinju. Menurut Sarah tidak ada yang salah dengan mimpi putrinya. Bahkan ia melihat perubahan positif terhadap diri Amaiya.

"Aku melihat dia tumbuh dari seorang pemalu menjadi gadis kecil yang kuat dan percaya diri setelah berlatih tinju," kata  Sarah.

Untuk itu, keluarganya dan Council on American-Islamic Relations (CAIR) membantu Amaiya dengan mendorong USA Boxing untuk meminta putusan provisi dari Asosiasi Tinju Internasional untuk mengizinkan Amaiya tetap menggunakkan hijab dan menutup aurat selama pertandingan di arena ring tinju. Selama menunggu keputusan tersebut, Amaiya terus melatih anak-anak muda  di gym lokal sementara dia juga mempersiapkan saat dia bisa menggelar pertandingan  tinju sendiri. Kini, Amaiya juga aktif di sebuah klub olahraga tinju White Bear Boxing Club di sekolahnya. Selain itu, Amaiya juga berbagi cerita kesehariannya melalui blog www.amaiyazafar.com.

“Kini, tinju benar-benar penting bagiku, begitu pula hijabku. Aku tidak mau berkompromi soal hijab dan tinju, aku hanya berusaha tetap setia dengan agamaku tapi masih bisa berpartisipasi dalam olahraga. Melepas jilbab saat berlatih tinju bukanlah pilihanku. Aku  pasti akan terus berlatih, meskipun sulit, pasti ada waktunya aku  akan bersinar di bidang ini, “ pungkas Amaiya, seperti dilansir dari publikasi Mvslim. (fau/dbs)

 

 

 

 

 


Back to Top