WIEF ke-12

Indonesia Kenalkan Konsep 'Peta Jalan Syariah' untuk Atasi 'Overlapping' Kelembagaan

(gomuslim). Memasuki hari kedua World Economic Islamic Forum (WEIF) ke-12 yang barlangsung pada Rabu hari ini (03/08/2016), sebuah ‘peta jalan syariah’ telah dikenalkan kepada forum yang diikuti kurang lebih 2.500 peserta dari 60 negara, baik kalangan pemerintah, dunia usaha, akademisi serta para para investor dalam dan luar negeri.

 

 

‘Syariah roadmap’ itu dipelopori Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membangun arsitektur keuangan syariah, yang dirancang oleh Bappenas sejak empat tahun lalu.

Menurut Mantan Menteri Keuangan RI yang kini menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat ini antusiasme masyarakat Indonesia tentang keuangan syariah sudah semakin tinggi. Masyarakat pada umumnya memiliki keingintahuan yang dalam tentang sistem keuangan syariah.

"Karena sekarang ini memang belum ada upaya terkoordinasi, coordinated effort untuk mengarahkan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia," katanya dalam forum WIEF di Convention Center (JCC), Jakarta.

Dengan peta jalan syariah ini, kebijakan dan lembaga akan sinkron sehingga tidak hanya lebih koordinatif tetapi juga lebih bermasa depan cemerlang dalam pengelolaan bisnis dan keuangan syariah.

WIFE ke-12 dibuka Presiden Joko Widodo pada Selasa kemarin (02/08/2016), berlangsung dari tanggal 02-04 Agustus 2016, dihadiri kurang lebih 18 Negara, dan 8 Kepala negara beserta Menteri dan kabinet lainya. Beberapa pimpinan negara yang hadir pada pembukaan adalah Perdana Menteri Malaysia, Presiden Guinea, Perdana Menteri Sri Lanka dan Presiden Tajikistan. Sejumlah duta besar Negara sahabat dan duta besar dari Negara Islam juga tampak hadir meramaikan WIEF ke-12 ini.

Dalam forum tersebut, Bambang menjelaskan, pada dasarnya selama ini baik Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ataupun Kementerian Keuangan telah memiliki ide tersendiri terkait sistem keuangan syariah. Namun, sistem tersebut belum terkoordinasi dengan baik dan masih berjalan sendiri-sendiri.

"BI punya ide sendiri terkait dengan liquidity perbankannya. OJK lebih berpikir untuk mengembangkan institusi keuangannya. Kementerian Keuangan bagaimana memanfaatkan keuangan syariah," imbuh mantan Direktur IDB di Jeddah ini.

Setiap negara juga mengalami hal serupa dan dengan konsep yang terintegrasi dan komprehensif ini masalah overlapping kelembagaan terselesaikan, secara konsep lebih sehat dan dalam pelaksanaan minim masalah.

Pembentukan ‘masterplan’ ini arahnya agar Indonesia dapat menjadi pemain global dalam sistem keuangan syariah. Pemerintah berkeinginan agar profil keuangan syariah di Indonesia terlihat, serta ekonomi syariah dapat diarahkan untuk tujuan pembangunan Indonesia.

Dalam masterplan tersebut, mencakup rencana pembentukan bank investasi syariah, pembentukan retakaful, dan pembentukan pembentukan public budget management channelling di industri keuangan syariah.

"Kalau di asuransi kan ada reasuransi. Nah kan belum ada retakaful. Mau kita kembangkan, itu di sektor keuangan. Kalau di sektor Kementerian Keuangan, kita mau dorong lebih banyak public budget management channelling di industri keuangan syariah. Satu lagi microfinance dan sukuk," tandasnya.

Gagasan peta jalan syariah ini mendapat sambutan hangat dari Negara-negara peserta konferensi dan menjadi salah satu 'trending topic' paling banyak didiskusi pada hari kedua ini.

Adapun agenda selengkapnya WIEF hari kedua adalah sebagai berikut:

Rabu, 03 Agustus 2016

Hari Kedua: Rabu, 3 Agustus 2016

09:00 – 10:30

Pembahasan jaringan bisnis terkait: Keuangan Islami; produk halal; inovasi teknologi, infrastruktur; SME; Desain dan Fashion Islami

10:30 – 12:00

Diskusi panel khusus CEO; Pembahasan tentang peningkatan industri baru

 

Masterclass: Pencapaian sinergitas antara perusahaan

10:30 – 11:15

Pertukaran ide bisnis

11:15 – 12:00

Pembahasan pendanaan dan pembentukan bisnis atau organisasi baru

12:00 – 13:00

Perbincangan seputar industri: Penutupan celah pendanaan pada infrastruktur

 

Masterclass: Halal Haute Cuisine, pertunjukkan masak

12:00 – 12:30

Pertukaran ide bisnis: Presentasi bisnis

12:30 – 13:00

Ideapad: Penyampaian kritik dan saran dari pengusaha terkait dunia usaha

13:00 – 14:30

Makan siang

14:30 – 16:00

Diskusi Panel: Dapatkah Fashion Islami Menjadi Trend-Setting Fashions?

 

Masterclass: Pemberdayaan wanita dalam e-Commerce

14:15 – 17:00

Tukar pendapat terkait bisnis

17:00 – 17:45

Ideapad: Open mic dan penutupan sesi

 

 

 

Sebelum ini, Indonesia pernah menjadi tuan rumah WIEF pada tahun 2009. Disebutkan, WIEF yang dikemas menjadi forum bisnis diisi beragam acara yang melibatkan para pimpinan negara atau pimpinan pemerintahan, panel menteri, ekspedisi, pameran bisnis, seminar, dan workshop atau pelatihan yang bersifat kerja sama mutualistic. (mm)


Back to Top