Prihatin dengan Mushala di Eropa, ‘Indonesian Islamic Travel Communication Forum’ Buat Gerakan Sejuta Perangkat Shalat

(gomuslim). Baru-baru ini sebuah organisasi turis musim menggelar kampanye untuk berbagi perangkat Sholat kepada muslim traveler di 13 kota dari enam Negara Eropa Barat. Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF), yang baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan yang dinamakan West Europe Tour Leader Moslem Educational Trip (WEMET) Batch II sambil mendistribusikan perlengkapan shalat.

Pendiri IITCF Priyadi Abadi mengatakan salah satu agenda utama dalam kegiatan WEMET Batch II adalah dengan menggelar  Gerakan Sejuta Perangkat Shalat untuk Muslim Traveller di Eropa Barat. Bentuknya berupa penyerahan sumbangan perlengkapan shalat, seperti  kain sarung, mukena, sajadah dan sandal ke Masjid-Masjid, tempat belanja dan restoran yang para peserta kunjungi selama berada di Eropa Barat.  

Kegiatan yang berlangsung mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2016 itu menyusul sukses WEMET Batch I yang dilaksanakan pada Februari 2016 lalu. Sebanyak 22 orang peserta yang tiba di Paris  ikut menyaksikan penyerahan sumbangan perangkat shalat dari IITCF kepada pengurus La Grande Mosquee de Paris di Jalan 2bis Place du Ouits, Paris, Perancis.  Sumbangan perangkat shalat berupa sajadah, mukena, sarung dan sandal hasil sumbangan sahabat-sahabat IITCF tersebut diserahkan seusai shalat Jumat dan diterima oleh pengurus masjid Madam Dubois.

Menurut Priyadi, saat pelaksanaan WEMET Batch I tahun lalu dan berkunjung ke sejumlah tempat belanja dan restoran di kota-kota Eropa rombongannya beberapa kali menemui kendala untuk melakukan shalat karena umumnya tempat belanja dan restoran tersebut tidak mempunyai fasilitas ibadah untuk Muslim. tambahnya, kalaupun ada ruangan yang bisa dipakai untuk shalat, namun tidak ada perlengkapan shalat berupa kain sarung, mukena, maupun sajadah.

Karena itulah, kata Priyadi, IITCF mencanangkan untuk mendistribusikan perlengkapan shalat di masjid, tempat belanja dan restoran di Eropa mengingat peralatan sholat itu nantinya dapat dimanfaatkan siapa saja maupun turis yang berkunjung ke masjid-masjid, tempat-tempat belanja dan restoran tersebut dari berbagai negara yang ingin menunaikan ibadah shalat di tempat-tempat tersebut.

Kegiatan pengumpulan perlengkapan shalat itu diadakan selama tiga bulan lebih. “Alhamdulillah, kami menerima sumbangan berupa kain sarung, mukena, sajadah dan sandal dari teman-teman anggota IITCF, khususnya pengusaha travel dan tour leader dari seluruh Indonesia. Mereka mengirimkan barang-barang tersebut ke sekretariat IITCF di Jakarta, untuk kemudian disalurkan ke Eropa,” ungkap Priyadi, seperti dilansir dari publikasi bisniswisata.

Priyadi menyebutkan, toko-toko dan restoran di Eropa yang akan disambangi dan menjadi tempat penyaluran sumbangan perlengkapan shalat oleh rombongan WEMET Batch II IITCF di antaranya, Salero Minang, Resto Desa, Bucherer, Tobben Gifts, Max Shoes, Gassan, Coster Diamond, Benlux Duty Free, Drubba, Gobelin, Filma, dan Pierotucci.

Selama program WEMET II, para peserta akan melaksanakan shalat maupun berintekasi dengan pengurus masjid di Paris, Brussels, Amsterdam, Den Haag, Heidelberg, Koln, Milan dan Roma. Kedatangan rombongan IITCF ke masjid-masjid tersebut tidak hanya untuk melaksanakan shalat, tapi juga untuk berdiskusi dengan para pengurus masjid-masjid tersebut, sekaligus menyerahkan sumbangan perlengkapan shalat.

Kegiatan WEMET Batch II  kali ini mencakup 13 kota dan enam negara. Kota-kota tersebut adalah Paris (Perancis), Brussels (Belgia), Amsterdam, dan Den Haag (Belanda), Koln, Heidelberg, Titisee (Jerman), Lucerne, Mt Titlis (Swiss), serta Milan, Venice, Pisa dan Roma (Italia). Mereka kerap berbagi pengalaman perjalan wisata halal beserta informasi program wisata halal terkini di website resmi IITCF: www.iitcf.org. (fau/dbs)

 

 


Back to Top