Tahun Depan Buku Manasik Haji Akan Diberikan Setelah Bayar Setoran Awal BPIH

(gomuslim). Tidak semua Jemaah Calon Haji (JCH) dapat memahami tata cara melakukan aktivitas ibadah haji selama berada di Tanah Suci. Selain itu banyak hal pula yang semestinya dipersiapkan sebelum keberangkatan maupun setelah tiba di Mekkah. Agar jemaah dapat memperisapkan mental serta mempelajari hal-hal terkait haji jauh sebelum keberangkatan, maka Kementerian Agama (Kemenag) akan membuat sistem baru terkait hal ini pada tahun 2017.

Kementerian Agama (Kemenag) dan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) telah bekerjasama untuk meningkatkan pemahaman jemaah  mengenai  manasik haji sejak dini. Di antara langkah yang diambil Kemenag untuk mewujudkan hal itu adalah dengan memberikan buku manasik haji lebih awal bagi jemaah. Pemberian buku manasik haji kepada jemaah baru akan dimulai tahun depan.

"Semua jemaah haji akan mendapatkan buku manasik haji setelah membayar setoran awal di Bank Penerima Setoran BPIH (BPS-BPIH)," ungkap Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman baru-baru ini.

Menurut Ramadhan, pemberian buku setelah dilakukannya setoran awal merupakan bagian dari perjanjian kerjasama antara Kementerian Agama dengan BPS-BPIH namun program ini baru akan berjalan mulai 2 Januari 2017. Program “Penigkatan Pemahaman Jemaah Sejak Dini” berlangsung untuk semua JCH di seluruh Indonesia. Dengan demikian harapannya jemaah memiliki tenggang waktu yang panjang untuk terus mempelajari tata cara melaksanakan ibadah haji. Karena pada dasarnya pelaksanaan ibadah haji perlu pengetahuan khusus yang perlu dipelajari dan dimengerti oleh setiap jemaah.

Meski demikian, jemaah haji juga perlu memahami situasi di Arab Saudi karena banyak hal-hal baru yang sering berubah terkait aturan maupun lingkungan di sana. Karena itu informasi yang terdapat di buku manasik perlu diperbarui setiap tahunnya. Dengan demikian maka pada tahun depang Kemenag  mencanangkan pemberian buku manasik yang kedua ketika jemaah telah melunasi biaya haji. Buku tersebut diberikan langsung kepada jemaah melalui BPS-BPIH di seluruh Nusantara.

Pada buku Manasik yang kedua, terdapat informasi mengenai perjanalan ibadah haji serta informasi lainnya terkait dinamika perkembangan Haramaian, maka dari itu buku manasik yang kedua selalu di-update.  Meski jemaah melakukan setoran awal atau pelunasan di BPS-BPIH daerah, namun seluruh buku Manasik yang diberikan kepada jemaah,  semuan isinya sama saja, karena master percetakan buku tersebut dimiliki oleh Kemenag dan didistribusikan oleh seluruh BPS-BPIH di Indonesaia. (fh)


Back to Top