Baru, 'E-Track’ Jadi Andalan Antisipasi Jemaah Tersesat

(gomuslim). Musim haji telah di ambang pintu, Pemerintah Saudi sudah siap menyambut jutaan jemaah mulai hari ini. Bahkan jemaah lokal pun telah diizinkan untuk menuju Tanah Suci sebagai pelaksana rukun Islam kelima, penerimaan jemaah haji nantinya akan melewati sistem baru yang dinilai lebih efektif.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi menjelaskan bahwa lembaganya telah melibatkan 200 perusahaan untuk menangani persoalan jemaah haji Saudi. Dua ratus perusahaan tersebut disebar sesuai dengan tugasnya masing-masing, 77 perusahaan di antaranya bertugas menjalankan 2 program dan 10 perusahaan bertindak sebagai fasilitator haji, adapun yang lainnya ditugaskan untuk melayani keluhan jemaah selama 24 jam.

Selanjutnya kementerian haji dan umrah Saudi pun menugaskan pihak terkait untuk menyiapkan penginapan di Mina. Lembaga Pemerintah Saudi yang menangani urusan haji ini, juga menegaskan bahwa pihaknya telah merubah teknis dan artistik pelayanan dengan penerapan e-tracking atau pantauan elektronik untuk memudahkan kelancaran akses bagi jemaah haji lokal baik yang bermukim maupun yang berasal dari luar Haramain.

Dengan adanya e-tracking ini maka jemaah haji dapat dipantau keberadaannya. Penerapan sistem ini ditetapkan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji selama bertahun-tahun. Pada 2011, tercatat 30.000 jemaah yang tersesat ketika menjalankan ritual ibadah haji khususnya di tempat keramaian seperti di Mina. Tidak hanya jemaah dewasa, anak-anak pun diketahui telah tersesat saat itu, belajar dari peristiwa tersebut diterapkanlah sistem e-tracking yang dapat melacak keberadaan jemaah dengan pemantauan satelit.

Selain itu, otoritas Saudi pun telah menetapkan sistem pemangkasan prosedur terkait akses untuk dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Dengan diterapkannya sistem ini maka pelayanan terkait pembayaran pun dapat dilakukan dengan cepat.

Terkait dengan kedatangan jemaah haji dari luar Saudi, Direktur Cabang Kementerian Haji di Jeddah Abdullah Muhammad Marghalany mengatakan bahwa pada Kamis pagi (04/08/2016) jemaah asal Pakistan sebanyak 260 orang akan tiba di Saudi. Selain itu jemaah asal India juga diprediksi akan datang pada pukul 17:00 waktu setempat.

Terkait dengan penyambutan rombongan jemaah pertama di bandara Saudi, nantinya akan dihadiri oleh Direktur Umum Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dan Ketua Yayasan Haji Asia Selatan, Kedubes Pakistan, Konsulat Haji Pakistan dan Kepala Instansi Pemerintah Saudi. Sedangkan rombongan jemaah  asal Indonesia direncanakan akan berangkat ke Saudi pada (09/08/2016), semoga perjalanan jemaah haji tahun ini dapat berjalan lancar dan selamat sampai tujuan. (fh/almadina)


Back to Top