Tenaga Musiman Mahasiswa Tiba di Saudi, Paling Disuka Jemaah Karena Bisa Nawarkan Harga Belanjaan

(gomuslim). Kelompok terbang Jemaah haji Indonesia akan berangkat ke tanah suci pada Selasa, (09/08/2016). Dua bandara haji di Jeddah dan Madidah juga sudah mulai beroperasi pada Kamis hari ini, (04/08/2016).

 

 

Demikian juga rombongan tenaga musiman (temus) dari kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negara-negara Timur Tengah juga mulai berdatangan untuk segera bertugas melayani calon Jemaah haji dari tanah air. Biasanya, temus-temus tersebut paling disukai jemaah haji Indonesia karena mampu berkomunikasi dengan orang Arab, dapat diminta antar ke tempat-tempat ziarah religi, bahkan mampu diminta tolong bernegosiasi harga saat belanja.

“Rabu sore hingga malam temus sudah berdatangan. Mereka terbagi dalam dua gelombang, 13 mahasiswa yang belajar di Yaman tiba pukul 17.55 waktu Jeddah.  Sedang 3 mahasiwa Indonesia yang belajar di Tunisia tiba Kamis (04/08/2016) pukul 00.30 dini hari waktu Jeddah. Mahasiswa lain yang lebih banyak akan dating dari Mesir, Syiria dan yang dari Mekkah maupun Madinah sendiri. Semua akan dilakukan training singkat dulu,” jelas Staf Teknis Haji 1 Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Ahmad Dumyathi Bashori di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Kamis (04/08/2016) dini hari.

Temus haji dari unsur mahasiswa yang sudah tiba di Saudi akan segera bergabung dalam acara Orientasi Tenaga Musiman yang diselenggarakan PPIH selama 2 hari di KUHI. Acara ini   dibuka secara resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel Kamis hari ini pukul 8.00 waktu Arab Saudi. 

Orientasi ini bertujuan membekali para petugas dari unsur mahasiswa dan mukimin berikut dengan para tenaga pendukung kesehatan yang berjumlah 364 tenaga yang juga berasal dari mukimin di Saudi Arabia.

"Mereka akan dibekali pengetahuan terkait dengan pelayanan maksimal kepada jemaah haji meliputi keimigrasian, perlindungan warga, kebijakan umum haji, dan lain-lain,"tambah Ahmad.

Setiap tahun, Kementerian Agama RI sebagai penyelenggara ibadah haji melibatkan mahasiswa yang sedang belajar di sekitar Saudi. Mereka dianggap dapat menjadi jembatan penghubung antara Jemaah dan petugas dari Saudi karena sudah menguasai bahasa Arab dan Inggris.

“Alhamdulillah tahun ini tenaga mahasiswa yang tergabung dalam Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) yang  biasa disebut tenaga musiman (Temus) bisa datang lebih cepat," jelas Ahmad lagi.  

 

 

Untuk mendatangkan mereka, biasanya dilakukan pendaftaran dan seleksi di kedutaan masing-masing Negara. "Ini semua berkat kerja keras berbagai pihak dari mulai KUHI-KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Kemlu, Kemenag, Kemlu Saudi, Kementerian Haji Saudi, dan semua KBRI di 9 negara asal belajar mereka," sambung Konsul Haji yang biasa dipanggil Dumyathi ini.

Sementara itu, Staf Teknis Haji 2 Arsyad Hidayat yang membidangi Sumber Daya Manusia (SDM) menilai bahwa kedatangan temus yang lebih awal ini tergolong istimewa. Sebab,  temus mahasiswa tahun lalu tiba di Saudi Arabia setelah 25 hari dari kedatangan kloter pertama. Bahkan, lanjut Arsyad, ada di antara mereka yang tiba sebelum wukuf di Arafah. 

"Keterlambatan temus mahasiswa pada beberapa tahun terakhir ini sangat mengganggu pelayanan kepada jemaah haji mengingat jumlah mereka cukup besar yaitu 125 orang," ujar Arsyad. 

Kedatangan temus lebih awal ini tidak terlepas dari kebijakan proses penerbitan visa yang sekarang dilakukan terpusat  di Jakarta, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Berawal dari  banyaknya desakan kepada  KUHI-KJRI untuk mencari cara agar keterlambatan tidak terjadi lagi, akhirnya diambil kebijakan bahwa visa diterbitkan di Jakarta dan diurus berbarengan dengan petugas PPIH yang datang dari Jakarta.

Untuk memudahkan koordinasi dalam rangka mempercepat  proses penerbitan visa di Jakarta, KUHI KJRI Jeddah telah membuat group media sosial (whatsapp) yang diikuti hampir seluruh pihak yang terlibat dari KJRI-Jeddah, KBRI Riyadh, Kemlu, dan lainnya. 

Sampai saat ini, kata Arsyad Hidayat, sebanyak 79 paspor mahasiwa sudah terbit visanya di Jakarta dan telah dibawa ke Jeddah oleh Muhammad Syafii,petugas KUHI yang bertugas  mengantar pulang jemaah umroh sakit ke Indonesia pada 29 Juli lalu. Setibanya di KUHI Jeddah, ke-79 paspor segera dikirim  ke Mesir, Jordania, Marokko, dan Sudan dan sudah diterima oleh masing KBRI untuk proses lanjutan.

Sementara itu, dalam persiapan pemberangkatan haji dari tanah air, semua embarkasi pemberangkatan juga telah siap bekerja 24 jam untuk sukses musim haji 2016. (mm)


Back to Top