Seminar Internasional YPI Al Azhar

Dewan Masjid Indonesia dan Liga Dunia Islam Sepakat Jadikan Masjid Pusat Pelayanan Umat

(gomuslim). Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar bekerja sama dengan Rabithah Al-A’lam Al-Isami (Liga Dunia Islam) menggelar Seminar Internasional dengan tema: “Peran Masjid Dalam Membentengi Umat Islam Dari Pemikiran Menyimpang” pada Kamis (4/08/2016). Dalam semiar ini, baik Ketua Dewan Masjid Indonesia maupun Ketua Liga Dunia Islam sepekat bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat pelayanan umat.

Seminar yang berlangsung di Aula Buya Hamka, Komplek Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Dr. Abdullah Abdul Muhsin Al-Turki, Presiden RI ke-3  Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, dan Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid.

Seminar Internasional ini bertujuan menegaskan pentingnya peran masjid sebagai wadah pemersatu umat Islam dan wadah penyebaran dakwah yang konstruktif agar umat Islam tidak terpengaruh oleh pemikiran yang destruktif bagi kemajuan umat dan dakwah Islam di Indonesia. Untuk itu, para pembicara tersebut masing-masing menyampaikan gagasan dan pemikiran mereka tentang topik tersebut.

 

 

Wapres Jusuf Kalla yang juga sekaligus membuka secara resmi Seminar Internasional tersebut mengatakan seminar ini bisa menjadi langkah baru persatuan umat Islam dalam menyatukan persepsi bahwa Masjid bisa menjadi benteng umat Islam saat ini.

“Indonesia memiliki lebih dari 800.000 Masjid, untuk itu sudah sepatutnya umat Islam menjaga kemakmuran masjid-masjid tersebut dengan memperbaiki layanan. Selain kegiatan keagamaan dan juga kegiatan sosial kemasyarakatan juga harus menjadi bagian dari Masjid, “ jelas Wapres.

Selain itu, lanjut Wapres Jusuf Kalla, terkait banyaknya penyimpangan yang terjadi di masyarakat Islam saat ini, hal itu disebabkan oleh harapan-harapan masyarakat Islam terhadap negara, terhadap pemimpinnya. Karena itu, melalui Masjid, umat Islam bisa bersatu dalam kegiatan-kegiatan yang memakmurkan masjid dan tentu memakmurkan masyarakatnya.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Dr. Abdullah Abdul Muhsin Al-Turki dari Rabithah Al-A’lam Al-Isami (Liga Dunia Islam) yang memberikan gagasannya terkait kerjasama yang akan pihaknya lakukan dengan YPI Al Azhar tentang kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam. Syeikh Muhsin mengatakan Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dunia menjadikan negara ini sangat strategis untuk melakukan dakwah. Untuk itu, masjid bisa menjadi corong utama pergerakan Islam, terutama dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang, seperti paham radikal, terorisme, dan pemikiran negatif lainnya.

“Masjid bisa menjadi tempat belajar bagi siapa saja yang ingin mengetahui Islam dan Masjid bisa menjelaskan tentang Islam yang benar. Hal ini tergantung kepada para imam, khatib, dan da’i di dalamnya. Karena kita harus belajar dari zaman Rasulullah dulu, saat itu masjid tidak hanya tempat ibadah, tapi juga tempat belajar, menggali hukum dan mencari solusi dari kejadian yang terjadi di masyarakat, “ ungkap Syeikh Muhsin.

Seminar internasional ini dihadiri oleh sekitar 500 undangan yang berasal dari kalangan akademisi, cendikiawan muslim, para pengurus Masjid di seluruh Indonesia, pengurus Masjid kampus se-Indonesia, lembaga, individu pemerhati, dan praktisi dakwah Islam. (fau) 


Back to Top