Jemaah Meningkat Setiap Tahun, Hotel Menjamur di Gurun Pasir yang Gersang

(gomuslim). Jumlah pengunjung baik dari jemaah haji dan umrah atau turis di Saudi setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini mengundang ambisi pengusaha properti untuk berinvestasi dalam bidang perhotelan. Jika merujuk 20 tahun lalu, Hotel di Kota Mekkah masih terbilang sedikit, namun kali ini kita dapat menyaksikan baik secara langsung atau melalui media bahwa di sekitar Masjidil Haram telah banyak berdiri bangunan tinggi menjulang yang berfungsi sebagai tempat penginapan jemaah.

Peningkatan jumlah pengunjung dinilai sebagai devisa baru yang juga diprediksi akan dijadikan sumber pendapatan utama negara yang kaya akan minyak ini. Hingga saat ini di Saudi telah dibangun tidak kurang dari 24.133 kamar hotel baru sebagai sarana akomodasi jemaah haji dan umrah. Menurut data yang dihimpun otoritas Saudi, pada tahun 2000 tercatat jumlah pengunjung baik dari jemaah haji dan umrah atau sekedar berwisata mencapai 6,5 juta pengunjung. Angka ini meningkat menjadi 18 juta pengunjung dalam kurun waktu 14 kemudian tepatnya pada 2014.

Dari jumlah pengunjung yang yang tercatat, Jemaah haji dan umrah adalah pengunjung terbanyak berdasarkan data pencatatan tersebut. Dengan membaca peluang ini maka tak heran jika di Saudi industri pariwisata serta elemen pendukung lainnya seperti hotel dan lain sebagainya menyebar bak jamur di musim hujan. berdasarkan data statistik terbaru kawasan Timur Tengah, Arab Saudi saat ini telah membangun 35.770 kamar untuk 81 hotel.

Pada musim umrah Ramadhan baru-baru ini, tercatat 6.393.464 yang mengunjungi Mekkah dan Madinah. Angka tersebut diprediksi masih dapat meningkat hingga akhir tahun 2016. Pada musim umrah Ramadhan kemarin, Mesir menempati posisi pertama sebagai negara pengirim jemaah umrah sebanyak 1.303.068 dengan peningkatan 17% dari tahun sebelumnya. Kemudian Pakistan berada di peringkat kedua dengan jumlah jemaah umrah 991.337 hal ini mengindikasikan peningkatan 29% dari tahun lalu. Sedangkan di peringkat ketiga ditempati jemaah asal Indonesia dengan jumlah 699.612 dan mengalami peningkatan sebesar 7,2%.

Dari bacaan peningkatan berdasarkan statistik resmi yang dipublikasikan otoritas Saudi, maka ke depannya negara ini akan menjadi destinasi yang selalu ramai setiap tahunnya. Hal ini disebabkan adanya 2 tempat yang dijadikan sebagai tujuan berhaji dan umrah. Itulah sebabnya  pengembang akhir-akhir ini terpikat berinvestasi karena prospek bisnis properti di Mekkah dianggap sangat menjanjikan dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Sejalan dengan data statistik dan prospek bisnis properti di Mekkah dan Madinah (Haramain), Accor Hotel sebagai perusahan multinasional Prancis yang bergerak di bidang perhotelan dalam bulan ini akan mengakuisisi Fairmont Hotels & Resorts dengan 150 unit hotel yang telah tersebar di Timur Tengah. Accor Hotel merupakan perusahaan terbesar ke-6 di dunia dalam bidang perhotelan, pada tahun ini Accor Hotel menargetkan pendapatan Euro 65 juta atau USD 72 juta setelah berekspansi di Timur Tengah dan juga menlalui pendapatan afiliasi hotel di bawahnya.

Meski pada satu sisi, hal ini dapat menguntungkan bagi pendapatan negara Saudi namun pada sisi lain maraknya hotel berbintang yang tersebar di Arab Saudi khususnya Mekkah dan Madinah berimplikasi pada peningkatan tarif penginapan yang melambung tinggi. Belum lama ini seorang seorang wartawan media Qabas Hamud Muhammad Al Baghily dari Kuwait mengungkapkan bahwa saat ini biaya penginapan 2 hari di Saudi sama dengan biaya penginapan 7 hari di Eropa. Hal ini menyebabkan warga Timur Tengah lebih memilih bertamasya ke Yordania dan juga negara-negara di Eropa.

Andai saja Kakbah, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak berada di Saudi maka kemungkinan jumlah wisatawan atau peziarah mancanegara tidak akan sebanyak seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. Karena itu sangat disayangkan ketika umat Muslim dari seluruh penjuru dunia menginginkan untuk beribadah namun harus dijadikan sebagai objek pendapatan negara dengan mengenakan biaya akomodasi yang cukup tinggi. (fh)


Back to Top