Islam Makin Berkembang dalam Toleransi di Kanada, Mengapa?

(gomuslim). Umat Islam di Kanada diketahui mendapat perlakukan istimewa dari negara. Mereka ditempatkan sebagai kaum minoritas yang terhormat, mulai dari kepala negara, kepala pemerintahan, hingga rakyat jelata menaruh hormat kepada umat Islam di negeri tersebut.Setahun terakhir dunia dihebohkan dengan Perdana Menteri Justin Trudeau yang tampak bersama umat Islam bukan saja di kantornya tetapi juga ke masjid dan sekolah Islam, bahkan hadir dalam perayaan hari-hari besar Islam. Muslim di Kanada benar-benar telah menuai buah dari toleransi yang ditanam lebih dari 100 tahun lalu.

 

 

Populasi minoritas tak menjadi halangan bagi muslim Kanada dalam melakukan aksi-aksi kemanusiaan. Sebelum jauh membahas kontribusi apa saja yang sudah dilakukan muslim Kanada, perlu kiranya untuk mengetahui sejarah awal tersebarnya muslim di Kanada ini.

Pada tahun 1871, sensus kanada mencatat hanya ada 13 orang muslim Eropa di kalangan penduduk. Selang beberapa dekade berikutnya, sejumlah besar muslim Bosnia hijrah ke Kanada. Tepatnya sebelum perang dunia pertama.

Setelah pemeluk muslim bertambah, kira-kira sekitar 700 muslim Eropa. Maka masjid pun dibangun. Masjid ini diberi nama Al-Rashid, yang terletak di Taman kota Edmunton. Masjid ini menjadi masjid pertama di Kanada, setelah dibangun pada tahun 1938. Bangunan ibadah tersebut juga menjadi bagian dari museum di Fort Edmunton Park.

Setelah perang dunia II, populasi Muslim Kanada terus menunjukkan peningkatan. Meskipun begitu, umat Islam masih menjadi kaum paling minoritas di negeri itu. Pascapenghapusan preferensi imigrasi Eropa pada akhir 1960-an, barulah umat Islam dari berbagai belahan dunia mulai berdatangan ke Kanada dalam jumlah yang signifikan. Migrasi besar-besaran masyarakat Muslim non-Eropa ke negara tersebut berlangsung selama dekade 1970-an.

 

 

Umat Islam Kanada Saat ini

Setelah Islam diterima dengan terbuka oleh pemerintah Kanada, Kanada hari ini mudah ditemui di tempat-tempat umum gadis berkerudung. Begitupun dengan tempat ibadah. Rencananya masjid akan dibangun di kota Regina. Masjid ini akan dibangun di 2318 East Assiniboine Ave. meskipun jumlah jamaah dibatasi dalam satu waktu. Hal ini untuk menghindari kepadatan lalu lintas dan kebisingan.

Di tempat lain, Asosiasi Muslim Windsor juga merencanakan pembangunan pusat peribadatan untuk masyarakat muslim. Nantinya, tempat tersebut juga akan digunakan untuk pertemuan antar umat beragama.

Seorang pendeta setempat yang akrab disapa Louis Brown itu menyambut baik adanya rencana pembangunan tersebut. Ia juga mengusulkan agar di eksplor lagi supaya lebih optimal. Adapun warga setempat, Margerent Hughes menekankan bahwa di daerah tersebut masih minim pusat peribadahan.

Pada satu peristiwa lain, pasca terror di Perancis, Masjid Al Salam di Kota Peterborough, Ontario, Kanada, dibakar oleh pelaku yang masih dicari oleh pihak yang berwajib. Motifnya diduga karena kebencian terhadap muslim, sebab adanya dugaan serangan di Paris yang dilakukan oleh teroris muslim.

Akibat pembakaran ini, interior di dalam masjid rusak parah. Diperkirakan lebih dari 1000 pemeluk Islam dari 50 keluarga di kawasan Peterborough tidak bisa beribadah. Presiden Asosiasi Agama Islam Kawartha, Kenzu Abdella mengatakan masjid dibakar sekitar setengah jam setelah anggota asosiasi berada di gedung merayakan kelahiran seorang bayi. Untungnya tidak ada korban yang terluka dalam kejadian tersebut. Namun bangunan yang terbakar tidak dapat digunakan lagi.

Pemerintah Kanada pun angkat bicara terkait insiden pembakaran masjid ini, Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada mengatakan berjanji akan melindungi hak muslim dan aktivitas ibadah masjid di Kanada dari serangan kebencian setelah peristiwa teror Paris. Pemerintah Kanada berusaha memahami bahwa radikalisme Islam juga mengorbankan muslim di seluruh dunia.

Sementara warga nonmuslim setelah mendengar kabar itu, banyak orang menggelar penggalangan dana. Sumbangan yang terkumpul melibihi USD 110 ribu (setara Rp1,5 miliar). Padahal target awalnya hanya USD 107 ribu. Gereja dan Sinagog di Peterborough pun tak ketinggalan menawarkan komunitas muslim untuk memakai salah satu ruangan di bangunan mereka untuk salat. Abdella mengatakan, salat lima waktu berjamaah akan di gelar di Gereja United Church. Sedangkan salat jumat yang diikuti banyak umat, digelar di halaman rumput depan masjid yang terbakar.

Imam Masjid Al Salam, Shazim Khan, mengaku sangat berterima kasih atas dukungan komunitas pemeluk agama lain setelah pembakaran. Kebaikan warga Kristen dan Yahudi sangat menyentuh hatinya. Dia pun mengaku memaaafkan pelaku. "Saya sudah lama tinggal di komunitas ini. Kami saling menghormati dan menyayangi," kata Shazim.

"Hal ini sama pentingnya bagi Kanada untuk memahami umat Islam di seluruh dunia yang juga sedang dianiaya secara teratur oleh ekstremis. Kami berada di sini bersama-sama," ujar Perdana Menteri baru Kanada Justin Trudeau. Sebab diakui sendiri oleh perdana menteri, muslim Kanada berkontribusi besar terhadap struktur sosial dan ekonomi bangsa. Jadi pihak berwenang Kanada tidak akan tinggal diam bila warga tidak bersalah dan tenteram menjadi sasaran aksi vandalisme dan intoleransi. tambahnya.

Perlu untuk diketahui, pada Mei 2013, populasi Muslim di Kanada menembus angka satu juta atau mencapai 3,2 persen dari total penduduk. Islam menjadi agama yang paling cepat berkembang di Kanada,  ungkap laman National Post.

Konstitusi Kanada menjamin kebebasan warga negaranya untuk menjalankan urusan agama. Menurut Pasal 2 (a) Canadian Charter of Rights and Freedoms (Piagam Hak Asasi dan Kebebasan Kanada), pemakaian jilbab diperbolehkan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat kerja.

Di samping itu, negara juga menghormati hari-hari besar keagamaan yang dirayakan oleh warganya. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika Islam semakin tumbuh subur di Kanada. (mrz/dbs)

 

 

 

   

 


Back to Top