Peringatan Hari Santri Nasional 2016: Kemenag Gelar Lomba Foto dan Cerpen

(gomuslim). Kementrian Agama dalam hal ini Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pendok Pesantren (Ditpdpotren) menggelar Lomba Foto dan Cerita Pendek (cerpen) dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional kedua pada 22 Oktober 2016 mendatang. Kompetisi tersebut mengusung tema “Gebyar Hari Santri 2016” yang salah satu event rangkaian acara akbar tersebut di antaranya adalah lomba foto dan cerpen dengan hadiah total Rp 200 juta. Meski dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional, dua perlombaan tersebut tidak hanya bisa diikuti oleh para santri, tapi juga masyarakat umum, termasuk para alumni pesantren, dan lainnya.

Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen, dengan mengambil tema Dari Pesantren untuk Indonesia, lomba foto dan cerpen yang tidak dipungut biaya alias gratis ini dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan santri. Khusus peserta santri wajib menyertakan fotokopi kartu santri atau surat keterangan dari Pondok Pesantren.

Adapun ketentuan khusus lomba foto adalah mengirimkan dua foto berukuran @2048 pixel karya orisinil tanpa adanya editing (apa adanya), sesuai tema dan tidak mengandung unsur pornografi, kekerasan dan unsur SARA. Selain itu peserta juga bebas menggunakan kamera apapun termasuk kamera telepon genggam atau handphone. Dalam bentuk digital, karya dikirimkan melalui email ke alamat:lombafotosantrikemenag2016@gmail.com. Sedangkan hard copy-nya dicetak dengan ukuran 10R kemudian dikirim via pos ke alamat Panitia Pelaksana Lomba Cerpen Gebyar Hari Santri 2016.

Sedangkan ketentuan khusus lomba cerpen adalah mengirimkan satu tulisan dengan 10 sampai 15ribu karakter (dengan spasi), di-print out dengan A4 spasi 1,5 memakai font Times New Romas size 12. Penilaiannya adalah kreativitas, kesesuaian dengan tema, serta kekuatan pesan yang disampaikan dalam cerpen serta tidak ada unsur SARA dan pornografi. Naskah soft copy dikirim melalui email ke alamat:lombacerpensantrikemenag2016@gmail.com . Sedangkan untuk hard copynya dikirim ke alamat Panitia Pelaksana Lomba Cerpen Gebyar Hari Santri 2016.

Dengan menyesuaikan keikutsertaan kategori lomba, hard copy dikirim via pos paling lambat pada (26/09/2016) ke Subbag Tata Usaha Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama Republik Indonesia, Lantai 6  Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat 10710. Pemenang akan diumumkan pada (05/10/2016) di laman resmi Ditpdpotren Kemenag: www.ditpdpotren.kemenag.go.id 

Para juri untuk kedua lomba tersebut diisi para profesional di bidang masing-masing. Para juri lomba foto adalah Oscar Motuloh (Kurator Galeri Foto Antara), Tubagus P. Svarajati (Kritikus Foto), dan Rukardi Achmadi (Redaktur Pelaksana Suara Merdeka). Sedangkan dewan juri lomba cerpen adalah KH. A. Mustofa Bisri (Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang), Triyanto Triwikromo (Cerpenis), dan Putu Fajar Arcana (Redaktur Kompas).

Adapun hadiah dengan dua kategori  lomba tersebut, Ditpdpotren Direktorat Kemang menyediakan 10 pemenang. Pemenang I  akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 15 juta, Pemenang II Rp 10 juta, Pemenang III Rp 7,5 juta, Pemenang Harapan I Rp 5 juta dan Pemenang Harapan II Rp 3 juta.

Hari Santri Nasional ditetapkan pada 22 Oktober setiap tahunnya. Penetapan ini berasal dari keputusan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi pada suatu kesempatan tabligh Akbar bersama  tokoh agama, para ulama dan para santri di Masjid Istiqlal pada tahun 2015 lalu. Pada kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Para tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.

Jokowi mengatakan mengingat peran historis para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti K.H. Hasyim As’yari dari Nahdlatul Ulama, K.H. Ahmmad Dahlan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad dan Mas Abdul Rahman dari Matlaul Anwar serta mengingat pula 17 nama-nama perwira Pembela Tanah Air (Peta) yang berasal dari kalangan santri, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Sejarah mencatat para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan cara mereka masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa, melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan.

Tanggal 22 oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional karena merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah. Resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA. KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu.

 Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade ke-49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby. Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945, ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan inggris yang juga tewas saat itu. Hal tersebut membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, yang tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. (fau/dbs) 


Back to Top