Di Ajang Olimpiade 2016, Saudi Kirim Atlet Putri Berjilbab dan Ditemani Mahram

(gomuslim). Otoritas Umum Olahraga Saudi (GAS) menyatkan akan mengirimkan atlet terbaiknya dalam ajang Olimpiade 2016 di Brazil. Pada musim ini GAS mewajibkan atlet putri untuk tetap mengenakan pakaian syar’i sebagaimana mestinya dilakukan oleh setiap Muslimah. Selanjutnya dalam pemberangkatan menuju Brazil, otoritas Saudi juga mewajibkan agar atlet putri ditemani oleh mahramnya selama dalam perjalanan.

Terkait dengan harapan ini, maka GAS akan mendesak komite olimpiade internasional agar dapat mengerti dan dapat memberi dispensasi untuk Muslimah Saudi yang mengenakan pakaian syar’i karena hal ini berdasarkan keyakinan agama yang dianut.

Dalam ajang Olimpiade 2016 yang berlangsung di Brazil, Pangeran Abdullah bin Musaed bin Abdulaziz, presiden GAS dan ketua Komite Olimpiade Arab Saudi (SAC) akan memimpin delegasi Saudi untuk meramaikan pesta olaharaga terbesar di dunia itu. Rencananya pertandingan delegasi Saudi dengan negara lainnya akan dimulai pada Jumat, 5-21 Agustus 2016. Kontingen atlet Saudi akan berkiprah di ajang pertandingan cabang olahraga ateletik, menembak, judo, angkat besi dan lompat gala.

Pada sisi lain, di ajang Oliampiade 2016,  Saudi mengirimkan empat orang atlet putri yang akan berlomba untuk meraih medali. Adapun atlet putri yang dilibatkan untuk mengikuti olimpiade adalah Sarah Attar cabang olahraga maraton, Lubna Al-Omair di cabang olahraga lompat gala, kemudian sprint 100 meter oleh Cariman Abu Al-Jadail, dan cabang judo kelas 52 kg oleh Wujud Fahmi. Fahmi merupakan atlet andalan Saudi di cabang judo berdasarkan prestasinya yang pernah meraih posisi pertama di kejuaraan musim dingin Amerika Serikat pada bulan Maret tahun ini.

Untuk pertama kalinya di ajang olimpiade, Saudi mengirimkan empat orang atlet putri yang maju ke sebagai perwakilan negara dari 11 cabang olahraga yang diikuti.

Berdasarkan keputusan SAC, dinyatakan bahwa Negara Saudi akan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mendapatkan penghargaan guna mengharumkan nama negara di ajang olimpiade. Adapun mengenai delegasi tersebut, tidak dibatasi dengan atlet berdasarkan jenis kelamin, bahkan SAC telah memutuskan akan mengirimkan setidaknya satu orang atlet putri yang berprestasi.

Pada ajang Olimpiade Pemuda di Musim Panas yang diselenggarakan di Singapura 2010, sprinter Dalma Malhas adalah sprinter wanita pertama bangsa Arab yang berhasil meraih perunggu. Atas dasar inilah maka pada Olimpiade London 2010, untuk pertama kalinya Saudi mengirimkan delegasi atlet wanita.

Namun harapan besar otoritas Saudi selain kemenangan adalah diizinkannya atlet putri menggunakan busana jilbab dan berpakaian syar’i saat mengikuti olimpiade sebagai pesta pertandingan olahraga yang diadakan setiap 2 tahun sekali. Setidaknya hal ini dapat berpengaruh terhadap para Muslimah yang menyukai olahraga tanpa harus menanggalkan jilbab. (fh/an)


Back to Top