Pertama Kali di Tahun Ini, Jemaah Haji Langsung Diantar ke Pemondokkan Setibanya di Bandara

(gomuslim). Proses pemeriksaan jemaah haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA) Jeddah tergolong lebih lama dari pada proses imigrasi di Bandara AMAA Madinah. Jika di Bandara Madinah, hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk proses pemeriksaan, lain halnya dengan bandara KAA Jeddah, proses pemeriksaan oleh petugas Imigrasi dapat memakan waktu 2,5 hingga 3 jam. Hal ini berakibat pada rentannya jemaah kehilangan paspor sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun sistem pemeriksaan yang diberlakukan saat kedatangan 401 jemaah asal Banglades kemarin di Bandara KAA jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Menurut Pembimbing Umum Jemaah Haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah Mekkah Muhammad Al Arabi, pada musim haji tahun ini selepas pemeriksaan kendaraan telah disiapkan untuk mengantarkan jemaah ke pemondokan atau hotel baik di Makkah maupun di Jeddah.

Al Arabi pun menjelaskan bahwa jumlah jemaah haji yang berasal dari luar area Arab Saudi pada tahun ini mencapai 1.4 juta jiwa. Data yang telah terhimpun sampai saat ini, jemaah haji terbanyak berasal dari kawasan Asia Selatan yang jumlahnya mencapai 420 ribu jiwa. Jumlah tersebut tergolong sebagai jumlah yang banyak, berkaitan dengan hal itu semestinya proses pemeriksaan di bandara tidak memakan waktu yang lama. Meski demikian pihak bandara diharapkan harus dapat memeriksa secara teliti barang-barang bawaan jemaah guna menghindari hal-hal negatif yang kemungkinan dapat  terjadi.

Saat ini Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah menetapkan sistem baru yang diberlakukan sejak kedatangan jemaah haji di bandara sampai kepulangan ke negara masing-masing. Lembaga pemerintah ini juga menekankan agar jemaah tetap merasakan kenyamanan sejak berada di pintu kedatangan bandara.

Jika merujuk pada musim haji tahun lalu, banyak jemaah haji yang membawa obat-obatan dengan jumlah yang cukup banyak. Namun saat pemeriksaan di Bandara KAA Jeddah, hal tersebut menjadi penghambat jemaah untuk dapat segera menuju ke pemondokkan, karena proses pemeriksaannya menjadi lebih lama. Namun pada musim yang sama di tahun lalu, Bandara Madinah telah menetapkan sistem pemeriksaan cepat, semestinya sistem ini dapat diperbaiki agar penyelenggaraan haji oleh otoritas Saudi berjalan dengan lancar dan dinilai baik.

Dari tahun ke tahun jemaah haji yang datang dari berbagai daerah di tanah air berasal dari usia yang beragam bahkan tingkat kesehatan fisiknya pun berbeda-beda. Maka tak heran jika terdapat jemaah yang membawa peralatan kesehatan atau obat-obatan dalam jumlah yang banyak untuk persediaan selama berada di Mekkah dan Madinah. Namun semestinya pihak otoritas Bandara di Jeddah dapat menentukan sikap bijaksana untuk tidak mempersulit jemaah yang pada dasarnya ingin segera beristirahat di pemondokkan setelah megalami kelelahan dalam perjalanan panjang.

Sistem e-track yang baru-baru ini digadang-gadang sebagai sistem canggih yang dapat memperpendek proses pemeriksaan serta memantau jemaah yang tersesat semoga bukan isapan jempol belaka. Karena penilaian umat Musim dari luar Saudi adalah pelayanan yang diterima oleh jemaah selama berada disana, bukan hanya sekadar program yang dipublikasikan via media. (fh/almadina)


Back to Top