Penutupan MTQ ke-26, Antusias Warga NTB Jadi Catatan Manis

(gomuslim). Perlombaan yang telah berlangsung kurang lebih seminggu ini, dinyatakan selesai dengan adanya hasil dari para pemenang lomba. penutupan pagelaran lomba tilawah al qur’an ini resmi ditutup pada sabtu, 6 agustus 2016 oleh  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Acara penutupan MTQ dimulai pada pukul 20.15 WITA dengan membawakan lagu Indonesia Raya. Prosesi ini bertempat di Islamic Center Mataram,  dengan puluhan ribu warga memadati arena. Penutupan kali ini dilaksanakan berbeda dari saat acara pembukaan kemarin. Pasalnya, panitia memberikan kesempatan masyarakat setempat untuk memasuki arena utama. hal ini agar masyarakat dapat menyaksikan lebih dekat jalannya penutupan MTQ.

“Walaupun terbatas, masyarakat akan diizinkan memasuki venue utama. Ini sesuai dengan intruksi dari pak Gubernur, penutupan kali ini harus dinikmati oleh seluruh rakyat NTB,” ujar Muhammad Amin yang menjabat sebagai Ketua Panitia Tingkat Daerah sekaligus Wakil Gubernur NTB sesaat sebelum acara penutupan.

Penutupan MTQ kemarin malam dihiasi dengan panggung megah, lampu sorot yang menawan, dan diiringi tari kolosal bertema salam perpisahan yang mencirikan budaya lokal NTB. Tak luput juga lantunan Salawat Badar, hiburan artis ibukota Vidi Aldiano dan Bimbo, dan dimeriahkan dengan pesta kembang api.

Prosesi penutupan dilakukan dengan upacara penurunan bendera MTQ Nasional yang diiringi hymne MTQ. Alurnya, bendera tersebut diserahkan oleh paskibra kepada Gubernur Nusa Tenggara, Zainul Majdi. Lalu bendera dikembalikan kepada Ketua LPTQ. Kemudian bendera dititipkan kepada Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi sebagai tuan rumah MTQ ke-27 pada 2018.

Hasil pada MTQ kali ini, Provinsi Banten maju sebagai juara umum. Sedangkan posisi kedua diiisi Jakarta, peringkat ketiga diraih provinsi Kepulauan Riau, keempat adalah NTB, dan peringkat kelima diisi Jawa Tengah. Setidaknya, NTB berhasil memenuhi target masuk lima besar.

Pada malam penutupan kemarin, disampaikan juga usulan Menteri Agama untuk penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran ke 27 tahun 2018. Pak Menteri mengusulkan agar acaranya tidak hanya tentang kompetisi berbagai cabang yang dilombakan, tapi juga mengkombinasikan dengan pergelaran seni Islam dan pameran produk lokal tuan rumah. Karena menurutnya, agar MTQ tidak sebatas kompetisi, namun juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Selain juga menampilkan perlombaan, usulan Menteri Agama ini berkaitan dengan kebudayaan lokal tuan rumah. Harusnya ini menjadi peluang promosi budaya dengan tetap bercirikan Islam yang berakulturasi dengan budaya daerah setempat.

Pada malam penutupan, pejabat daerah yang tampak hadir diantaranya Gubernur NTB, M. Zainul Majdi, Gubernur Banten, Rano Karno, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, para bupati dan walikota perwakilan seluruh Nusantara, serta alim ulama dan puluhan ribu warga setempat. (mrz/dbs)

 


Back to Top