Suasana Qurban Makin Dekat, Rumah Zakat Hadir di Tengah Umat NTB

 

(gomuslim). Sayup-sayup persiapan musim berqurban sudah mulai ramai terlihat. Terbukti dari pergerakan lembaga-lemabaga pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Khususnya lembaga kemanusiaan sosial berlomba-lomba menyiapkan produknya masing-masing untuk menarik para donator muslim untuk berbagi dalam berqurban.

Salah satunya adalah lembaga sosial Rumah Zakat. Lembaga yang berawal dari rekan di kelompok majelis taklim ini, sepakat untuk membentuk lembaga sosial yang berkonsentrasi pada bantuan kemanusiaan. Lembaga ini di motori oleh Abu Syauqi, seorang da’I muda dari Bandung. Lalu pada tanggal 2 juli 1998, lembaga sosial kemanusiaan ini resmi berdiri.

Dengan berbagai produk layanan untuk masyarakat, RZ atau Rumah Zakat meluncurkan produk yang bernama Superqurban. Produk ini berupa olahan daging dari hewan qurban yang dibuat menjadi kornet kalengan. Kabarnya Superqurban ini bisa bertahan selama 3 tahun. Jadi daging bisa disalurkan sepanjang tahun sesuai rencana.

“Ini lebih baik daripada daging habis disalurkan seketika setelah di sembelih,” ungkap salah satu relawan pada kegiatan Ekspedisi Bhakti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2016.

Pada kesempatan ini, Rumah Zakat dalam kegiatannya menyalurkan 7500 Superqurban ke pulau-pulau terpencil di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Desa Bajo Pulau Tengah, kabupaten Bima. Kegiatan ini juga dalam rangka ekspedisi Bhakti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2016, kebetulan dimulai pada jumat, 29 April 2016 lalu.

Target RZ dan tim  Ekspedisi Bhakti PMK kali ini adalah pulau Bajo yang terdiri dari tiga desa, yakni Bajo Pulo Barat, Bajo pulo Tengah dan Bajo Pulo Timur. Antara Bajo Pulo Barat dan Tengah berada disatu pulau, sementara Bajo Pulo Timur berada berseberangan dengan dua desa lainnya.

Secara tipikal tanah, Bajo Pulo ini tanah yang paling kering di kabupaten Bima. Hal ini disebabkan karena Bajo Pulo terbentuk dari batuan besar. Praktis dengan keadaan seperti itu membuat warga kesulitan dalam mencari nafkah. Namun, meski tanah di Bajo Pulo tergolong kering, warga setempat banyak yang yang beternak kambing. Ujar Indah Damayanti, Bupati Bima.

Selain kondisi tanahnya kering, aspek pendidikan di Bajo Palo juga terbilang memprihatinkan. Di Bajo Pulo Barat hanya memiliki satu SD dan SMP dengan jumlah guru yang terbatas. Yang menjadi hambatan adalah karena Bajo Pulo Barat dan Tengah berada di wilayah pulau kecil sehingga menyulitkan akses jalan menuju kesana.

Untuk informasi, produk Superqurban ini terdapat tiga varian hewan qurban. Pertama, Superqurban Kambing, Superqurban Sapid an Superqurban Sapi Retail. Kornet dalam kalengan ini berukuran 200 gram. Disembelih saat hari Qurban, sesuai syariat, diolah dengan mesin canggih yang klinis dan higienis. Jadi distribusi bisa lebih panjang dan simple serta dapat menjangkau setiap pelosok nusantara. (mrz/dbs)

 


Back to Top