Organisasi Mualaf Gelar Halal Bihalal, Seorang Hadirin Bersyahadat

(gomuslim). Dalam sebuah Halal Bihalal yang diadakan perkumpulan mualaf atau dinamakan Mualaf Center  Indonesia, seorang hadirin perempuan yang diketahui bernama Damai mengucapkan syahadat.

Tepatnya pada hari Minggu, 7 Agustus 2016, seorang wanita berketurunan Tionghoa ini memantapkan hati untuk memeluk Islam. Ketua Mualaf Center Indonesia, Steven Indra Wibowo mengatakan, "Sebenarnya ia sudah tertarik dengan Islam. Namun masih belum siap bersyahadat, masih belum mantap," ujarnya.

Wanita tersebut mengungkapkan alasannya memeluk Islam, karena sudah tak ada alasan untuk meyakini tuhan dan agama yang dianut sebelumnya. Jadi tidak ada alasan bagi dia untuk menunda syahadat. Lalu setelah bersyahadat, didepan para hadirin, Damai langsung menangis haru bahwa dia akhirnya masuk Islam.

Sebelum adanya prosesi baiat, pertemuan ini tujuannya adalah mengadakan Halal Bihalal para mualaf yang tergabung dalam organisasi Mualaf Center Indonesia. Acara halal bihalal di isi dengan silaturahmi bersama dan tausyiah kepada semua anggota mualaf di Tanjung Duren, Jakarta.

Dalam Halal Bihalal ini, dihadiri kurang lebih lima puluhan orang dan sebagian besar merupakan mualaf. Hal ini diadakan untuk menyambung silaturahmi agar tetap terjalin diantara mereka.

Setelah bersilaturahmi, Ustad Ali Hasan Bawazier hadir ditengah-tengah mereka untuk memberi tausyiah. Dalam pesannya, Ustaz Ali mengatakan tentang kunci hidup sukses dunia akhirat adalah ikhlas beramal shaleh dan beriman. "Seberapa besar pun kita beramal shaleh tapi tidak beriman kepada Allah, sia-sia. Begitu juga sebaliknya, hanya beriman Islam saja tanpa beramal shaleh juga sia-sia," ujarnya kepada puluhan mualaf.

Para mualaf yang hadir di tempat tersebut, beragam. Ada yang sudah lama memeluk Islam, banyak juga yang baru memeluk Islam. Semuanya mendengarkan ceramah dengan khidmat.

Acara selanjutnya setelah tausyiah diisi dengan acara tanya jawab, berbagai persoalan dan pemecahan permasalahannya yang disampaikan para mualaf.  Rata-rata berisi tentang masalah keluarga hingga hal mendasar mengenai pemahaman Islam. Seperti penjelasan yang disampaikan Ustad Ali, bahwa Islam itu disampaikan dengan cara yang lemah lembut, dengan mengambil hati orang lain terlebih dahulu agar tertarik. Seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Bukan seperti yang dilakukan dengan cara-cara kasar atau memaksakan kehendak.

Kegiatan tanya jawab seperti ini sangat penting, karena akan memperkokoh Iman dan Islam diantara para mualaf. Yang paling dibutuhkan para mualaf adalah teman yang dapat memberi masukan dan nasihat berhubungan dengan ibadah 'muamalah' atau hukum Islam tentang amalan sehari-hari di tengah masyarakat dan ibadah mahdlah atau yang berhubungan langsung dengan ibadah kepada Allah.

Seperti yang diungkapkan Ketua Umum MCI, Steven Indra Wibowo, mengenai tantangan yang dihadapi para mualaf yang ia bina bersama tim MCI tidaklah mudah. Tantangan dari Mualaf Center Indonesia yang dianggap berat dalam memperkuat keislaman adalah tekanan dari keluarga dan orang terdekat.

Ia juga mengatakan mengenai haluan organisasi MCI yang tidak mengarah kepada organisasi Islam manapun dalam membantu dan membimbing para mualaf mengenal Islam. Semoga dalam pergerakannya, organisasi MCI ini dapat mengayomi para mualaf agar tetap kuat memeluk agama rahmatan lil alamin ini. Tutur Steven. (mrz/dbs)

 

 


Back to Top