Keluarkan Program KPR Angsuran Super Ringan, Bank Muamalat Beri Solusi untuk Membangun Rumah

 

(gomuslim). Laju pertumbuhan masyarakat Indonesia tak terbendung, program pemerintah yang berupaya untuk mengendalikan jumlah penduduk juga terasa sia-sia.  KB misalnya, yang berupaya untuk membatasi kelahiran agar jumlah penduduk terkendali. Sepertinya tak dianggap oleh masyarakat.

Proses kelahiran yang terus bertambah, berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang terus meningkat. Nah, disini yang membuat pemerintah kewalahan. Kebutuhan mengenai sandang, papan, pangan pasti akan tidak tercover dengan jumlah penduduk yang terus meningkat. Dari ketiga kebutuhan primer itu, salah satu yang terpenting adalah papan atau rumah.

Terdapat salah satu bank syariah yang berupaya memberikan solusi kemudahan bagi masyarakat dengan memberikan angsuran super ringan. Yatiu bank Muamalat dengan produknya yang bernama KPR iB Muamalat Angsuran Super Ringan.

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman menyampaikan bahwa program ini merupakan sebuah jawaban dari tingginya angka kebutuhan hunian di Indonesia. Dari data, kebutuhan hunian ini mencapai satu juta setiap tahunnya.

Dari keadaan ini, Bank Muamalat dituntut untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk. Terutama pada segmen Consumer Financing atau pembiayaan konsumen agar dapat memenuhi tingginya kebutuhan akan tempat tinggal para nasabah dan calon nasabah bank Muamalat, ujar Endy pada senin (08/08/2016).

Bank Muamalat juga berkomitmen untuk menjadi penyedia KPR bagi masyarakat. Selain itu, dengan munculnya program KPR iB Muamalat Angsuran Super Ringan ini juga mendukung perkembangan industry property di Indonesia dengan memberikan banyak kemudahan pada proses pembiayaan untuk membantu semua elemen masyarakat dalam memiliki rumah idaman mereka, tambah Endy.

Angsuran yang diberikan program KPR iB Muamalat sebesar 5% pertahun pada enam tahun pertama. Tentu saja hal ini akan membuat nasabah lebih mudah untuk mengatur cashflow keuangannya di awal pembiayaan. Program Angsuran Super Ringan ini menggunakan akad murabahah, yakni nasabah mendapat kepastian besarnya angsuran setiap bulan hingga akhir periode pembiayaan. Hal inilah yang membuat praktek syariah khususnya bank Muamalat lebih unggul dibandingkan dengan produk KPR perbankan pada umumnya.

Dengan program ini, bank Muamalat menargetkan besarnya pertumbuhan KPR yang lebih tinggi pada tahun 2016 ini dibanding tahun lalu, tentunya dengan pertimbangan pada kondisi makro ekonomi dan pasar properti sepanjang tahun ini. Setelah enam tahun, angsuran akan mengalami kenaikan, sehingga nasabah dapat leluasa mengelola cashflow. Dan dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu, penerapan akad murabahah akan membuat nasabah lebih tenang dalam menjalankan akad kredit, ujar Endy.  

Sementara Direktur Retail Banking Muamalat Purnomo B. Soetadi mengatakan, dengan program angsuran murah ini Bank Muamalat membidik tambahan penyaluran KPR sebesar Rp1,8 triliun. Dengan demikian, tahun ini Bank Muamalat menargetkan penyaluran KPR secara total Rp10 triliun hingga akhir tahun.

Dalam pandangan Purnomo, kedepannya Bank Muamalat masih melihat potensi pertumbuhan permintaan properti yang terus meningkat pada semester II. Terlebih dengan kebijakan Bank Indonesia yang telah melakukan pelonggaran kebijakan makroprudensial atau seluruh upaya yang dilakukan BI untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, melalui kewajiban uang muka.

Guna menyalurkan KPR tersebut, jelas Endy, Bank Muamalat menggandeng delapan perusahaan properti, yakni Megapolitan Group, PT Dago Trisinergi Properti, PT Triniti Dinamik,  PT Wiyasa Persada,  PT Peradaban Land,  PT Kualajaya Realty, PT FIM Jasa Ekatama dan PT Zarindah Perdana.

Dengan solusi seperti ini, setidaknya setiap masyarakat dapat dengan mudah membangun rumah untuk berteduh dari dinginnya malam. (mrz/dbs)

 


Back to Top